• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Jumat, 24 Januari 2014

Tujuan Rekayasa dan Visibilitas Penerangan Jalan

          Untuk pertemuan yang kedua pada topik bahasan desain lampu penerangan jalan raya kali ini, kitalanjutkan dengan membahas tentang tujuan rekayasa penerangan jalan dan visibilitas obyek. Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

B.   TUJUAN PENERANGAN JALAN
1. Tujuan Utama Rekayasa Lalu Lintas
Berikut ini adalah tujuan rekayasa lalu lintas dari lampu penerangan jalan :
a. Sebagai sarana promosi keamanan dan keselamatan di malam hari dengan menyediakan visibilitas yang jelas, cepat, akurat, dan nyaman bagi pengendara dan pejalan kaki.
b.  Peningkatan arus lalu lintas di malam hari dengan memberikan penerangan jalan yang cukup memadahi, disamping penerangan yang telah disediakan oleh lampu kendaraan. Dimana pengendara dapat membantu dalam mengorientasikan diri, menggambarkan geometri jalan dan penghalang, dan memprdiksi peluang untuk dapat menyalip kendaraan lain.
c.  Sebagai penerangan di jalan underpass panjang dan terowongan agar pengendara dapat memasuki jalan underpass dan terowongan tersebut dengan visibilitas yang cukup memadahi baik pada siang hari maupun malam hari. Sehingga keamanan dan keselamtan pengendara dapat terjamin.

2. Tujuan Lain
Disamping tujuan utama di atas, berikut ini adalah tujuan lain dari lampu penerangan jalan :
a. Pengurangan kejahatan jalanan pada saat gelap. Dilihat dari sudut pandang ahli teknik lalu lintas jalan, manfaat tambahan ini bisa menarik sumber-sumber pendanaan non - tradisional.
b. Peningkatan ekomoni komersial (terutama penjualan retail) dengan memasang properti yang menarik pembeli, penonton, dan pengguna lainnya pada malam hari.

          Semua tujuan tersebut di atas tidak dapat dicapai hanya dengan sekedar memasang penerangan jalan  yang baik saja, tetapi juga harus dengan desain lampu dan perencanaan tempat pemasangan yang baik serta pemeliharan secara kontinu.

C.       VISIBILITAS OBJEK
          Visibilitas adalah keadaan yang dirasakan oleh mata. Seperti yang diutarakan sebelumnya bahwa tujuan penerangan jalan adalah untuk mencapai tingkat visibilitas yang memungkinkan pengendara dan pejalan kaki dapat melihat dengan cepat, jelas, dan pasti seluruh detail jalan, seperti bahu jalan (arah dan lingkungan sekitarnya) dan setiap rintangan yang berada di jalan, mengingat hampir seluruh aspek keselamatan lalu lintas melibatkan visibilitas.
          Beberapa faktor yang secara langsung mempengaruhi visibilitas antara lain adalah :
1.   Kecerahan suatu benda yang berada di jalan raya atau dekat dengan jalan raya
2.   Kecerahan umum latar belakang jalan  (ambient light)
3.   Ukuran obyek dan identifikasi detail obyek
4.   Kontras antara obyek dan lingkungan sekitarnya
5.   Kontras antara trotoar dan lingkungan sekitarnya agar supaya terlihat oleh pengendara dan pengguna lain.
6.   Waktu yang tersedia untuk melihat objek
7.  Glare (Silau)
-     Silau Ketidaknyamanan : yaitu terjadi ketidaknyamanan pada mata sewaktu melihat obyek, tetapi tidak mempengaruhi kinerja visual.
-    Silau Cacat : yaitu silau yang dapat mengurangi kemampuan untuk melihat spot atau objek
-    Silau Membutakan : yaitu silau yang begitu kuat, sehingga dalam jangka waktu yang cukup lama tidak dapat melihat obyek.
8.    Visi pengendara
9.    Kondisi kaca kendaraan.

          Visibilitas yang baik di jalan raya pada malam hari akan menghasilkan pencahayaan kendaraan yang tetap baik, pencahayaan trotoar yang memadahi dengan keseragaman yang baik dan pencahayaan lingkungan sekitar yang tepat, bersamaan dengan itu secara wajar akan terbebas dari silau. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar