• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Rabu, 30 Januari 2013

Dasar-Dasar Pemrograman PLC

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN PLC

          Untuk pertemuan yang ke 3 pada sesi kontrol PLC ini kita lanjutkan pembahasan kita tentang dasar-dasar pemrograman PLC atau dasar pembuatan/penulisan program yang akan dimasukan/didownload ke dalam perangkat PLC.
           Kontrol program adalah komponen utama dalam sistem yang bekerja secara otomatis. Kontrol program harus didesain secara sistematis, terstruktur dengan baik dan harus terdokumentasi agar bebas dari kesalahan, pemeliharaan mudah dan efektif dalam biaya. Untuk memrogram PLC dapat digunakan prosedur berikut untuk menyelesaikan permasalahan mengenai kontrol.  
- Langkah 1 : Identifikasi masalah
          Definisi permasalahan harus menjabarkan problema kontrol secara tepat dalam bentuk yang detail. Informasi yang diperlukan yaitu skema posisi, skema sekuensial dan tabel kebenaran yang menerangkan hubungan antara masukan dan keluaran dan juga berguna untuk tes terhadap resiko pada saat instalasi.  
- Langkah 2 : Allocation List  
         Allocation list berisi kondisi-kondisi program termasuk identifier atau alamat yang dipakai oleh keluaran atau masukan.  
- Langkah 3 : Pembuatan program  
         Terdapat 4 cara/bahasa untuk membuat program, yaitu dengan menggunakan ladder diagram (LD), function block diagram (FBD), structure text (ST atau intruction/statement list (SL) seperti yang telah kita bahas pada pertemuan sebelumnya. Pemrogram dapat menggunakan salah satu cara/bahasa pemrograman  yang dikuasai, dalam hal ini kita coba gunakan Ladder Diagram (LD).

Pembuatan program PLC secara umum merupakan gabungan dari logika-logika sederhana diantaranya adalah logika AND, logika OR maupun Inversenya serta pengunci. Logika AND merupakan instruksi yang harus selalu didahului sekurang-kurangnya satu kontak yang lain. Pada ladder diagram logika AND dapat dijelaskan sebagai kontak NO (Normally Open) dalam rangkaian seri dengan kontak-kontak sebelumnya. Instruksi AND memungkinkan banyaknya masukan dari sinyal-sinyal kondisi. Bila semua sinyal kondisi bernilai benar (“1” / “true”) maka baris program tersebut akan dijalankan dan selain itu tidak dijalankan.
      Logika OR dapat dijelaskan sebagai kontak NO (Normally Open) tunggal yang dihubungkan secara paralel dengan kontak pertama dari ladder diagram. Instruksi OR memungkinkan banyaknya masukan dari sinyal-sinyal kondisi. Bila salah satu atau semua sinyal kondisi bernilai benar (“1” / “true”) maka baris program tersebut akan dijalankan dan selain itu tidak dijalankan.
          Untuk membuat program PLC kita harus mempunyai software program yang sesuai atau compatibel dengan perangkat PLC nya. Kita tahu bahwa software program antara lain ada twidosoft, telemecanique dan zeliosoft. Dalam hal ini kita akan menggunakan software program zeliosoft 2 versi 4.3, bagi pembaca yang belum punya software zeliosoft 2 versi 4.3 tersebut dapat mengunduh secara gratis di sini >http://www.filecrop.com/plc-zelio.html atau menghubungi kami untuk mendapatkannya.

Percobaan Pertama : Logika AND
1. Buatlah project baru dengan nama LATIHAN-1 dengan diskripsi logika  AND!
2. Buatlah allocation list sebagai berikut :
Gambar 1. Allocation List
 
3. Buatlah ladder diagram seperti berikut ini dengan menggunakan komputer !
Gambar 2.  Ladder diagram logika AND

4. Buatlah rangkain seperti gambar berikut ini !
Gambar 3. Rangkaian hardware PLC

5. Masukanlah atau download program ladder diagram ke dalam PLC !
6. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN !
7. Tekanlah S1, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
8. Tekanlah S2, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
9. Tekanlah S1 dan S2 secara bersamaan, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
10. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut !

Percobaan Kedua : Logika OR
1. Buatlah project baru dengan nama LATIHAN-2 dengan diskripsi logika OR !
2. Buatlah allocation list seperti gambar 1 di atas !
3. Buatlah ladder diagram berikut ini dengan menggunakan komputer !
Gamabar 4. Ladder diagram logika OR

4. Buatlah rangkaian hardware PLC seperti gambar 3 di atas !
5. Masukkanlah atau download program ladder diagram ke PLC !
6. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN !
7. Tekanlah S1, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
8. Tekanlah S2, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
9. Tekanlah S1 dan S2 secara bersamaan, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
10. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut !
  
Percobaan Ketiga : Logika PENGUNCI
1. Buatlah project baru dengan nama LATIHAN-3 dengan diskripsi Logika Pengunci !
2. Buatlah ladder diagram berikut dengan menggunakan komputer !
Gambar 5. Ladder diagram Logika Pengunci

3. Buatlah rangkaian hardware PLC seperti gambar 3 di atas !
4. Masukanlah atau download program ladder diagram tersebut ke PLC !
5. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN !
7. Tekanlah I1, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
8. Tekanlah I2, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
9. Tekanlah I1 dan I2 secara bersamaan, apakah lampu menyala ? ya / tidak !
10. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut !

Percobaan keempat : Logika SAKLAR TUKAR 
          Dua buah lampu yang dilayani dengan dua buah saklar akan menyala secara bergantian. Jika saklar 1 ditekan maka lampu 1 akan menyala dan lampu 2 padam, sebaliknya jika saklar 2 ditekan maka lampu 2 akan menyala dan lampu 1 akan padam (lihat gambar 6).
Gambar 6. Sketsa 2 buah lampu dilayani 2 buah saklar

1. Buatlah project baru dengan nama LATIHAN-4 dengan diskripsi logika saklar tukar!
2. Buatlah ladder diagram sebagai berikut:
Gambar 7. Ladder diagram logika saklar tukar
   
3. Buatlah rangkaian hardware PLC seperti gambar 3 di atas !
4. Masukanlah atau download program ladder diagram tersebut ke PLC !
5. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN !
7. Tekanlah I1, manakah lampu yang menyala ? lampu 1 / lampu 2 !
8. Tekanlah I2, manakah lampu yang menyala ? lampu 1 / lampu 2 !
9. Tekanlah I1 dan I2 secara bersamaan, apakah kedua lampu menyala ? ya / tidak !
10. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut !

Senin, 28 Januari 2013

Standar Bahasa Pemrograman PLC

STANDAR BAHASA PEMROGRAMAN PLC

          Hallo apa kabar para peminat blog sekalian, tentunya yang kami harapkan para bloger sekalian tetap bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oke langsung saja pada pertemuan ke 2 pada sesi kontrol PLC kali ini kita akan membahas mengenai standar bahasa pemrograman PLC yang telah dikenal dan disepakati bersama oleh para ahli kontrol PLC. Standar bahasa pemrograman PLC tersebut antara lain yaitu:
- Ladder Diagram (LD)
- Function Block Diagram (FBD)
- Structure Text (ST)
- Instruction List (IL) / Statement List (SL)

1. Ladder Diagram (LD)
          Ladder diagram atau sering disebut juga ladder logic adalah bahasa pemrograman PLC yang menggambarkan program dalam bentuk grafis. Diagram ini dikembangkan dari kontak-kontak relay yang terstruktur yang menggambarkan aliran arus listrik. Dalam diagram ini terdapat 2 buah garis vertikal, yang mana garis vertikal sebelah kiri dihubungkan dengan sumber tegangan positip catu daya, sedangkan garis vertikal sebelah kanan dihubungkan dengan sumber tegangan negatip catu daya. Diantara 2 garis tersebut dipasang kontak-kontak yang menggambarkan kontrol dari saklar, sensor dan output. Satu baris dari diagram tersebut biasanya disebut dengan istilah satu RUNG.
 Gamabr  1. Potongan Mesin Press

          Kita ambil sebuah contoh Mesin Press (gambar 1), perangkat-perangkat input (saklar start S1), limit switch (S2), saklar stop (S3) dan catu daya untuk perangkat input dihubungkan pada modul input PLC, sedangkan aktuator berupa kontaktor dan catu daya untuk perangkat output dihubungkan pada modul output PLC. Mesin Press akan bekerja jika ada sinyal dari input (S1 ditekan) dan tutup mesin telah menyentuh limit switch (S2). Selanjutnya sinyal-sinyal input ini akan diproses oleh PLC melalui instruksi-instruksi program PLC (operasi logika) dan hasil operasi yang berupa sinyal output akan mengaktifkan mesin press. Mesin press akan berhenti jika saklar stop (S3) ditekan.
          Gamabr 2 berikut ini menunjukkan rangkaian kontrol mesin press yang komponen fisiknya digambarkan dengan simbol.
 Gambar 2. Rangkaian Kontrol Mesin Press

Logika kontrol pada gambar 2.b akan mempunyai logika kontrol yang sama dengan Ladder diagram seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 berikut ini. Terminasi pada modul-modul inpu dan output ditandai dengan nomor terminal. Misalnya saklar-saklar dihubungkan pada terminal 1, 2 dan 3 modul input, sedangkan kontaktor dihubungkan pada terminal-terminal output. Hal ini menggambarkan bahwa prosessor PLC dan programnya berada di antara modul input dan output.
Gambar 3. Ladder Diagram untuk kontrol Mesin Press

Keterangan gambar: I1 : Alamat input memori untuk saklar S1
                               I2 : Alamat input memori untuk saklar S2
                               I3 : Alamat input memori untuk saklar S3
                               K : Alamat output untuk kontaktor. Jika kontaktor aktif, mesin press akan mulai bekerja
                               00, 01 : nomor rung.

Program PLC dalam Ladder diagram tersebut di atas mempunyai 2 rung, dengan instruksi input di sebelah kiri dan instruksi output di sebelah kanan. Instruksi input pada rung 00 dan 01 terdapat alamat data I1, I2 dan I3, sehingga tegangan input terminal 1, 2 dan 3 akan menentukan apakah instruksi diteruskan (jika benar) atau tidak diteruskan (jika salah).Kontaktor merupakan internal memory bit yang difungsikan sebagai virtual relay. Dalam PLC jumlah virtual relay yang digunakan akan sesuai dengan jumlah instruksi untuk alamat virtual relay dan jumlah ini akan dibatasi oleh ukuran memori PLC.

2. Function Block Diagram (FBD)
          Diagram fungsi atau FBD adalah bahasa pemrograman PLC yang menggambarkan bentuk aliran daya atau aliran sinyal dalam rung dengan menggunakan blok-blok diagram fungsi logik (gerbang logik). Pada dasarnya terdapat 3 macam blok fungsi logik dasar yaitu AND, OR dan NOT (Inverse). Sedangkan fungsi logik lainnya dapat dibangun dengan mengkombinasikan ketiga fungsi logik dasar tersebut. 
          Tabel 1 dan 2 berikut ini menunjukkan standar simbol blok fungsi logik dasar dan karakteristik masing-masing fungsi yang ditunjukkan melalui tabel kebenaran serta ekspresi aljabar boolean.
Logik 1 dapat diartikan sebagai : aktifnya komponen, adanya tegangan atau sinyal pada suatu terminal, aktifnya saklar, berputarnya motor dsb. Sedangkan logik 0 dapat diartikan sebagai hal yang sebaliknya : saklar tidak aktif, tidak ada tegangan, motor tidak berputar dan seeterusnya.

          Tabel 3 berikut ini menujukkan implementasi gerbang logik, diagram ladder dan diagram waktu

          Sedangkan tabel 4 berikut ini menunjukkan rangkaian relay dan konfigurasi logik

3. Structure Text (ST)
          Struktur Teks (ST) adalah penulisan program PLC yang dilakukan dengan menggunakan daftar teks atau notasi. Tabel 5 berikut ini adalah contoh program PLC yang ditulis sesuai dengan Standar DIN EN 61131-3 dan Standar Program STEP 5 atau STEP 7, untuk operasi dasar logik.

4. Instruction List (IL) / Statement List (SL)
          Instruksi List (IL) atau sering juga disebut Statemen List (SL) adalah bahasa pemrograman PLC tingkat tinggi. Semua hubungan logika dan kontrol sekuens dapat diprogram dengan menggunakan perintah atau instruksi dalam bahasa pemrograman ini. Perintah-perintah atau instruksi-instruksi yang digunakan mirip dengan bahasa tingkat tinggi BASIC atau PASCAL.
          Misal : IF              S1
                     THAN       SET LAMPU

Sabtu, 26 Januari 2013

Pengertian, Prinsip Kerja & Tipe PLC

PENGERTIAN, PRINSIP KERJA DAN TIPE PLC

          Setelah kita membahas tentang kontrol elektromagnetik, sekarang kita lanjutkan dengan membahas tentang Programable Logic Controller (PLC). Untuk pertemuan yang pertama pada sesi kontrol PLC kali ini kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian PLC, prinsip kerja PLC dan tipe PLC.
 
Pengertian PLC
          Ada beberapa definisi PLC yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang pengertian PLC antara lain yaitu :
1. PLC merupakan sistem mikrokomputer yang dapat digunakan orang untuk proses-proses kontrol di industri.
2. PLC merupakan komputer industrial yang khusus dirancang untuk kontrol mesin-mesin manufaktur dan sistem di berbagai bidang yang sangat luas.
3. PLC merupakan komponen elektronika yang berbasis satu atau lebih mikroprosesor yang digunakan untuk mengontrol mesin-mesin industri.
          Aplikasi PLC pada sistem kontrol sangat bervariasi, mulai dari ON/OFF hingga yang lebih kompleks, yang pada umumnya digunakan untuk kontrol :
- Mesin bor otomatis
- Mesin-mesin produksi
- Mesin pengepakan barang
- Mesin kemasan minuman
- Mesin pres, dan sebagainya.

Prinsip Kerja PLC
          Program kendali PLC akan bekerja dengan urutan langkah-langkah seperti yang digambarkan pada diagram alir berikut ini.
Gambar 1 Arsitektur PLC

 Gambar 2 Diagram alir prinsip kerja PLC

          Seperti terlihat pada diagram alir di atas, pertama PLC akan melalui modul inputnya akan membaca sinyal masukan yang didapat dari komponen-komponen input seperti sensor, saklar, output mesin dsb, yang selanjutnya tersimpan dalam modul antarmuka input.
          Kemudian program kendali seperti ladder (LD) atau FBD akan mengendalikan instruksi-instruksi untuk mengubah sinyal input menjadi sinyal output sesuai instruksi dan menyimpannya dalam modul antarmuka output. Jadi PLC akan bekerja berdasarkan program kendali tersebut (LD atau FBD) dan bukan karena sinyal yang diterima dari perangkat input.
          Selanjutnya sinyal yang tersimpan pada modul antarmuka output akan bekerja sesuai dengan instruksi yang diterimanya.

Tipe PLC
          Tipe PLC berdasarkan cara operasinya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu :
1. Berbasis Rak atau sistem berbasis alamat
          PLC dengan susunan rak-rak disebut juga sistem berbasis alamat, karena modul-modul input dan output (I/O) dalam rak merupakan jalan lalu lintas sinyal input atau output melalui alamat yang sesuai dengan tempat dimana rak tersebut terpasang.
          Modul input atau output pada umumnya berfungsi sebagai terminal antarmuka (interface) dimana perangkat luar dapat dipasangkan, sebagai rangkaian pengkondisi sinyal yang menjembatani sinyal PLC dengan sinyal yang didapat dari perangkat luar.
          Cara pengalamatan bisa saja berbeda antara vendor satu dengan vendor lainnya, tetapi pada umumnya adalah sebagai berikut :
I : (nomor rak/slot) atau (nomor terminal) untuk modul input, dan
O : (nomor rak/slot) atau (nomor terminal untuk modul output,
misalnya : modul DC ditempatkan pada slot/rak input 2, di terminal 5 dan modul output ditempatkan pada slot/rak output 5, di terminal 12.
Maka modul input tersebut dituliskan I : 2/5 
dan modul output dituliskan              O : 5/12

2. Sistem Berbasis Tag
          Beberpa vendor menggunakan tipe ini karena dapat digunakan untuk perangkat lunak berbahasa tingkat tinggi (bukan bahasa mesin), seperti BASIC dan C. Pada PLC tipe ini, sistem pengalamatan, pemberian nama variabel perangkat input dan output dapat dibuat/dirancang pada sistem. Setiap variabel adalah sebuah Tag dan masing-masing diberi nama. Jika sebuah Tag atau variabel didefinisikan, maka tipe data yang ditunjukan oleh Tag atau variabel tersebut akan dideklarasikan.

3. Soft PLC atau Kontrol Berbasis Personal Computer (PC)
          Personal computer (PC) dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi program sekaligus menjalankan perangkat yang dikontrol PLC. Di Industri, kartu I/O sebuah PC dapat digunakan antarmuka (interface) bagi perangkat-perangkat luar diluar PLC dan PC juga dapat difungsikan sebagai PLC. Soft PLC sangat efektif digunakan untuk kontrol ON/OFF atau sebuah proses kontrol yang berurutan dan kontrol lain yang hanya sedikit memerlukan perhitungan numerik.

Kamis, 24 Januari 2013

Pengendalian Beberapa Motor Listrik Bekerja Secara Bergantian

PENGENDALIAN BEBERAPA MOTOR INDUKSI 3 FASA YANG DAPAT BEKERJA SECARA BERGANTIAN

          Di hari libur nasional ini yang bertepatan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW tidak terasa rupanya kali ini merupakan pertemuan ke 10 kalinya pada sesi kontrol elektromagnetik. Tak apa walaupun sekarang dalam nuansa peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, sambil mendengarkan Kutbah Maulud kita coba kali ini membahas mengenai pengoperasian atau pengendalian beberapa motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja secara bergantian.
          Pengendalian beberapa motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja secara bergantian berbeda dengan pengendalian beberapa motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja secara berurutan. Jika pada pengendalian motor yang bekerja secara berurutan, bekerjanya motor 2 menunggu motor 1 bekerja lebih dahulu, bekerjanya motor 3 menunggu motor 2 bekerja lebih dahulu dan seterusnya. Tapi untuk pengendalian motor yang bekerja secara bergantian adalah sebagai berikut, jika motor 1 bekerja, motor 2 dan motor 3 akan berhenti, jika motor 2 bekerja, maka motor 1 dan 3 akan berhenti, dan jika motor 3 bekerja, maka motor 1 dan akan berhenti.
          Pengendalian motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja secara bergantian pada pembahsana kali ini dapat dioperasikan secara manual menggunakan kontaktor magnet tanpa time delay relay (TDR), juga dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan kontaktor magnet dengan time delay relay (TDR).

1. Pengendalian 3 buah motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet yang dapat bekerja bergantian secara manual (lihat gambar 1, 2 dan 3 berikut ini)
Gambar 1 Diagram kontrol 3 buah motor bekerja secara bergantian manual

Gambar 2 Diagram utama 3 buah motor bekerja secara bergantian

Gambar 3 Diagran pengawatan 3 buah motor bekerja secara bergantian manual

          Cara kerja pengendalian 3 buah motor induksi yang dapat bekerja secara bergantian manual dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut, jika tombol Start 1 ditekan maka motor 1 akan bekerja dan motor 2 dan 3 masih tetap berhenti, jika tombol Start 2 ditekan maka motor 2 akan bekerja, motor 1 akan berhenti dan motor 3 masih tetap berhenti, dan jika tombol Start 3 ditekan maka motor 3 akan bekerja, motor 2 akan berhenti dan motor 1 juga tetap berhenti. Sedangkan tombol Stop untuk mematikan masing-masing motor pada saat bekerja.
 
2. Pengendalian 3 buah motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet yang dapat bekerja secara bergantian otomatis (lihat gambar 2 di atas, gambar 4 dan 5 berikut ini).
Gambar 4 Diagram kontrol 3 buah motor bekerja secara bergantian otomatis

Gambar 5 Diagram pengawatan 3 buah motor bekerja secara bergantian otomatis

          Cara kerja pengendalian 3 buah motor induksi yang dapat bekerja secara bergantian otomatis dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut, pada saat tombol Start ditekan maka motor 1 akan bekerja dan TDR 1 mendapat sumber tegangan, motor 2 dan 3 masih tetap berhenti. Begitu seting waktu TDR sudah terpenuhi maka TDR 1 akan bekerja, motor 2 akan bekerja, motor 1 akan berhenti, TDR 2 mendapat sumber tegangan dan motor 3 masih tetap berhenti. Begitu seting waktu TDR 2 sudah terpenuhi maka motor 3 akan bekerja, motor 2 akan berhenti dan motor 1 tetap berhenti. Sedangkan tombol Stop untuk mematikan masing-masing motor pada saat bekerja.

Senin, 21 Januari 2013

Mengoperasikan Motor Listrik Dari Beberapa Tempat

MENGOPERASIKAN MOTOR INDUKSI 3 FASA DARI BEBERAPA TEMPAT MENGGUNAKAN KONTAKTOR MAGNET

          Kita ketemu lagi untuk yang ke 9 kalinya pada sesi kontrol elektromagnetik ini akan kita bahas mengenai pengoperasian motor induksi 3 fasa dari beberapa tempat menggunakan kontaktor magnet. Maksud dari beberapa tempat ini adalah lebih dari satu tempat, jadi bisa dua tempat, tiga tempat, empat tempat dan seterusnya, tergantung dari kebutuhan di lapangan.
          Mengoperasikan sebuah motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet dari beberapa tempat pada dasarnya hampir sama dengan mengoperasikan sebuah motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet dari satu tempat, hanya saja yang membedakan terletak pada jumlah tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop) yang digunakan. Jika mengoperasikan motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor dari satu tempat hanya mengunakan sebuah tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop), maka pada pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet dari beberapa tempat menggunakan tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop) lebih dari satu buah, jumlah tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop) nya tergantung dari jumlah tempat yang digunakan untuk mengoperasikan motor induksi 3 fasa tersebut. Jika dioperasikan dari dua tempat berarti menggunakan dua buah tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop), jika dioperasikan dari 3 tempat ya menggunakan 3 buah tombol tekan ON dan OFF, jika dioperasikan dari 4 tempat ya menggunakan 4 buah tombol tekan ON (Start) dan OFF (Stop), dan seterusnya.
          Yang perlu diingat dan dipahami sebagai kunci dalam merencanakan instalasi kontrol motor listrik menggunakan kontaktor magnet agar dapat mengoperasikan sebuah  motor induksi dari beberapa tempat adalah jumlah tombol tekan ON (Start) yang terletak pada masing-masing tempat harus disambung paralel (jajar) dan jumlah tombol tekan OFF (Stop) yang terletak pada masing-masing tempat harus disambung serie (deret). Sebagai contoh di bawah ini akan disajikan diagram kontrol, digaram utama dan diagram pengawatan instalasi motor induksi 3 fasa menggunakan kontaktor magnet yang dapat dioperasikan dari 3 tempat.
 Gambar 1 Diagram Kontrol 


Gambar 2 Diagram Utama


Gambar 3 Diagram Pengawatan

          Cara kerja dari rangkaian instalasi tersebut di atas dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut, jika ingin menjalankan motor dari tempat 1 tinggal tekan tombol START 1 atau jika ingin menjalankan motor dari tempat 2 tinggal tekan tombol START 2 atau jika ingin menjalankan motor dari tempat 3 ya tinggal tombol START 3. Sedangkan untuk mematikan motor juga bisa dimatikan dari ketiga tempat tersebut, untuk mematikan motor dari tempat 1 tinggal tekan tombol STOP 1 atau jika ingin mematikan motor dari tempat 2 ya tinggal tombol STOP 2 atau jika ingin mematikan motor dari tempat 3 ya tinggal tekan tombol STOP 3. Jadi motor induksi 3 fasa tersebut dapat dijalankan dan dimatikan dari ketiga tempat sesuai keinginan kita (kemauan operator).

Sabtu, 19 Januari 2013

Pengasutan Motor 3 Fasa Bekerja Secara Merangkak

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA YANG DAPAT BEKERJA SECARA MERANGKAK (INCHING)

          Kesempatan yang ke 8 kalinya pada sesi kontrol elektromagnetik kita akan membahas mengenai cara pengasutan motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja atau berjalan secara merangkak (inching). Menjalankan motor listrik secara merangkak (inching) banyak digunakan pada pabrik-pabrik perakitan, yang berguna untuk memindahkan barang atau benda-benda hasil perakitan dari satu unit kerja ke unit kerja berikutnya yang sesuai dengan urutan proses pekerjaannya.
          Untuk memudahkan barang atau benda-benda tersebut agar tepat berada pada posisi yang diinginkan maka perlu menjalankan motor listrik penggerak ban berjalan (belt conveyor) yang dapat bergerak atau berjalan secara merangkak (inching). Agar maksud dan tujuan tersebut dapat terwujud maka pemasangan instalasi motor listrik tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan sebuah kontaktor magnet (MC), sebuah thermal overload relay (TDR) dan dua buah tombol tekan (push button) ON yang dipasang paralel dan masing-masing tombol tekan ON tersebut diletakkan pada unit kerja yang berbeda.  Rangkaian instalasi motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja secara merangkak (inching) tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
  Gambar 1 Diagram Kontrol Motor 3 fasa bekerja secara merangkak (inching)

Gambar 2 Diagram Utama Motor 3 fasa bekerja secara merangkak (inching)

           Cara kerja dari rangkaian tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut, apabila pekerja pada unit kerja 1 telah melakukan perkaitan dan ingin mengirinkan barang hasil rakitannya ke unit kerja berikutnya, maka pekerja pada unit kerja 1 dapat menekan tombol ON 1 (ditahan) sehingga belt conveyor akan berjalan mengantar barang hasil rakitan ke unit kerja 2 dan apabila barang hasil rakitan telah sampai pada posisi yang dikehendaki, pekerja dapat melepas tombol ON 1 sehingga belt conveyor akan berhenti. Begitu juga apabila pekerja pada unit kerja 2 ingin mengirimkan barang hasil rakitannnya ke unit kerja berikutnya, maka tinggal tekan tombol ON 2 (ditahan) dan apabila barang telah sampai ke unit kerja berikutnya pada posisi yang dikehendaki maka pekerja unit kerja 2 dapat melepaskan tombol ON 2.

Minggu, 13 Januari 2013

Pengendalian Beberapa Motor Induksi Secara Berurutan

PENGENDALIAN BEBERAPA MOTOR INDUKSI 3 FASA YANG BEKERJA DAN BERHENTI SECARA BERURUTAN

        Pada kesempatan ke 7 sesi kontrol elektromagnetik ini, akan dibahas mengenai pengendalian beberapa motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan dengan menggunakan kontaktor magnet.baik yang secara manual maupun otomatis dengan tambahan komponen time delay relay (TDR).
        Suatu mesin industri ataupun mesin perkakas adakalanya harus dipasang motor induksi 3 fasa lebih dari satu sebagai motor penggeraknya. Sebagai contoh mesin industri pada pabrik pupuk, mulai dari mesin pemecah batu (crussher), mesin pembawa pecahan batu (conveyor), mesin penghalus batu (milling) hingga mesin pengantongan (packing) harus terdapat interkoneksi, tidak mungkin mesin crussher, coveyor dan milling dijalankan kalau mesin packing belum siap. Jadi mesin-mesin tersebut dijalankan satu per satu secara berurutan mulai dari mesin yang terakhir hingga mesin yang pertama, begitu juga untuk mematikannya harus satu per satu secara berurutan mulai dari mesin yang pertama hingga mesin yang terakhir.
          Untuk mesin perkakas sebagai contoh misalnya mesin bubut, untuk mengerjakan logam-logam keras selain dipasang motor penggerak utama sebagai penggerak benda kerja, juga harus dipasang motor pompa air pendingin sebagai pendingin benda kerja yang sedang dibubut. Pada saat start pertama kali dijalankan adalah motor pompa air pendingin kemudian disusul motor penggerak benda kerja, Jadi motor penggerak benda kerja tidak mungkin dapat dijalankan jika motor pompa air pendingin belum bekerja. Begitu juga untuk memberhentikannya karena pekerjaan membubut telah selesai, yang perlu dimatikan terlebih dahulu adalah motor penggerak benda kerja kemudian disusul motor pompa air pendingin.
          Pemasangan instalasi kontrol dan pengawatan beberapa motor induksi 3 fasa yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan semacam ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain sebagai berikut :
1. Pengendalian 2 buah motor induksi 3 fasa dengan kontaktor magnet yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan manual (lihat gambar 1 di bawah ini)
 Gambar 1 Diagram kontrol dan pengawatan 2 motor bekerja dan berhenti secara berurutan manual

2. Pengendalian 3 buah motor induksi 3 fasa dengan kontaktor magnet yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan manual (lihat gambar 2, 3 dan 4 di bawah ini)
 Gambar 2 Diagram Kontrol 3 buah motor bekerja secara berurutan manual

Gambar 3 Diagram Utama 3 buah motor bekerja secara berurutan manual

Gambar 4 Diagram pengawatan 3 buah motor bekerja secara berurutan manual

3. Pengendalian 3 buah motor induksi 3 fasa dengan kontaktor magnet yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan dengan interlocking (simulatan) lihat gambar 3, 5 dan 6 di bawah ini.
Gambar 5 Diagram kontrol 3 buah motor bekerja secara berurutan dengan interlocking

Gambar 6 Diagram pengawatan 3 buah motor bekerja secara berurutan dengan interlocking

4. Pengendalian 3 buah motor induksi 3 fasa dengan kontaktor magnet dan TDR yang dapat bekerja dan berhenti secara berurutan otomatis (lihat gambar 7 dan 8 di bawah ini)
Gambar 7 Diagram kontrol 3 buah motor bekerja dan berhenti secara berurutan otomatis

Gambar 8 Diagram pengawatan 3 buah motor bekerja dan berhenti secara berurutan otomatis

          Cara kerja dari rangkaian tersebut di atas (gambar 8) dapat dijelaskan sebagai berikut, jika tombol tekan I ditekan maka kontaktor magnet 1 akan bekerja dan motor M1 akan berputar, bersamaan dengan itu relay penunda waktu (TDR) juga bekerja sesuai dengan seting waktu yang telah ditentukan dan kontak normaly close (NC) 1 akan membuka sehingga kontak bantu bekerja dan kontak NC2 terhubung sehingga motor M2 berputar. Selanjutnya jika limit switch tertekan maka motor M2 akan berhenti dan motor M3 akan berputar, jadi perpindahan bekerjanya motor M2 dan M3 tergantung pada limit switch. Untuk memberhentikan motor-motor tersebut terlebih dahulu harus menekan tombol tekan O2, jika tidak kontaktor magnet 1 akan selalu terkunci (tidak akan berhenti).
          Jika tombol tekan O2 ditekan maka kontaktor magnet bantu akan terlepas dan pengunci untuk kontaktor magnet 2 dan 3 juga terlepas sehingga motor M2 dan M3 akan berhenti, selanjutnya tombol tekan O1 dapat ditekan dan motor M1 akan berhenti.