• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Selasa, 30 Juli 2013

Regulasi Tegangan Generator (Modul SE)

PENGATURAN (REGULASI) TEGANGAN OUTPUT GENERATOT DENGAN MENGGUNAKAN MODUL SE (SENSOR EXCITER MODULE)

          Modul selanjutnya yang digunakan untuk regulasi tegangan generator setelah modul GV dan modul GX adalah modul SE. Penjelasan secara singkat mengenai modul SE dapat diuraikan sebagai berikut :

3. Modul SE (Sensor Exciter Module)
         Sensor Modul mengendalikan besarnya arus listrik untuk eksitasi pada medan magnet Main Generator. Arus ini berasal dari eksiter (exciter) melalui SCR (silicon control rectifier) assembly yang dirangkai sistem jembatan 3 phase. SCR ini belum ON sampai nilai-nilai pada anoda lebih positip terhadap katodanya dan juga apabila sinyal sulut belum diberikan pada gate SCR, maka SCR ON, begitu sinyal sulut diputut, SCR tetap ON selama anoda positip terhadap katoda.
          Modul SE berfungsi memberi sinyal pada masing-masing gate pada SCR sehingga SCR tersebut ON yang memungkinkan arus listrik dari eksiter (exciter) mengalir ke lapang magnetik Main Generator. Arus listrik yang mengalir dari exciter adalah arus bolak balik, karena rangkaian SCR merupakan rangkaian jembatan 3 phase, maka arus dapat mengalir ke lapang magnet hanya berlangsung pada saat tegangan sinusoidal bernilai positip. Arus yang dapat mengalir maksimum terjadi pada setengah gelombang di daerah positip. Pada saat nilai tegangan mulai menjadi positip dari lintasan negatip dan saat tegangan akan bernilai 0 akan menuju daerah negatip itulah jumlah arus maksimum yang dapat mengalir ke lapang magnet dari tiap-tiap phase.
          Apabila penyulutan SCR dimulai pada saat tegangan mulai positip, maka SCR akan kerja selama periode positip penuh berarti arus mengalir maksimum dan mengakibatkan eksitasi dengan maksimum pula. Sebaliknya, bila penyulutan SCR terjadi pada saat positip mendekati nilai 0 maka SCR kerja hanya selama saat penyulutan sampai nilai positip akan bertukar menuju negatip. Demikianlah fungsi utama dari Modul SE mengatur waktu penyulutan SCR untuk memperoleh jumlah arus untuk eksitasi yang sesuai dengan kebutuhan.

*) klik gambar untuk memperbesar gambar

Gambar 3 Rangkaian Modul SE (Sensoe Exciter Module)

Minggu, 28 Juli 2013

Regulasi Tegangan Generator (Modul GX)

          Kita lanjutkan pembahasan tentang pengaturan (regulasi) tegangan output generator dengan menggunakan modul-modul. Pada pertemuan kali ini kita akan melanjutkan dengan membahas modul GX (generator excitation regulating module).

2. Modul GX (Generator Excitation Regulating Module)
           Modul GX berfungsi untuk membatasi eksitasi pada Main Generator bila terjadi arus yang mengalir ke medan magnet Generator meningkat melebihi batas aman. Cara kerja dari sistem ini adalah menggunakan sinyal dari sebuah transduser yang besarnya sinyal sebanding dengan arus listrik yang mengalir ke medan magnet Main Generator. Sinyal ini selanjutnya dimodulasikan kedalam Modul SE bila terjadi arus yang meningkat melebihi batas aman.
          Modul GX terdiri dari dua buah transformator untuk meModulasikan kedua sinyal dari besarnya arus yang mengalir dari exiter ke medan magnet Generator dan yang lain dari nilai besarnya tegangan keluaran dari exiter. Kedua sinyal ini selanjutnya sebagai pengendali bekerjanya Transistor pada Modul GX dan selanjutnya berangkai dengan Modul GV untuk bersama mengatur sistem eksitasi Main Generator.

*) Untuk memperbesar gambar silahkan klik gambar

Gambar 2. Rangkaian Modul CX

Jumat, 26 Juli 2013

Regulasi Teganagn Generator (Modul GV)

PENGATURAN (REGULASI) TEGANGAN OUTPUT GENERATOR 
DENGAN MENGGUNAKAN MODUL-MODUL

          Untuk mengatur tegangan output generator pada harga yang aman, diperlukan rangkaian yang kompak berupa module-module guna pengaturan eksitasi dan pengaturan tegangannya. Module-module tersebut diantaranya adalah modul GV (generator voltage), modul GX (genertor exitation), modul RC (rate control), modul SE (sensor eksiter), modul TH (throtle response), modul EL(eksitasi limit), dan modul FP (feedback power). Tetapi pada pertemuan kali ini hanya akan dijelaskan secara singkat tentang modul GV, sdangkan modul-modul yang lainnya akan dijelaskan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

1. Modul GV (Generator Voltage Regulating Module)
          Modul GV membatasi keluaran tegangan sampai batas maksimum aman pada generator utama (main generator). Pengaturan ini dilakukan dengan cara memodulasikan sinyal kontrol ke Modul SE pada saat tegangan yang keluar dari Main Generator cenderung meningkat. Dengan sinyal control yang meningkat akibat dari peningkatan tegangan yang keluar pada Main Generator, maka akan mengakibatkan penurunan eksitasi pada medan magnet Main Generator.
          Pengaturan tegangan oleh Modul GV adalah dengan sebuah Transistor yang dikendalikan oleh adanya kenaikan amplitudo pulsa-pulsa yang diperoleh dari kecenderungan kenaikan tegangan. Dengan demikian, maka bekerjanya Transistor adalah menggunakan pulsa-pulsa sebagai umpan balik untuk mengatur eksitasi terhadap tegangan.


Gambar 1. Generator voltage regulating module

Rabu, 24 Juli 2013

Buku Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Di Industri

          Sobat blogger yang berbahagia, bagimana dengan ibdah puasanya ? samapai dengan hari ini kita sudah menjalaninya selama 15 hari  dan mudah-mudahan kita tetap diberi kekuatan oleh Allah swt dalam menjalani ibadah puasa tahun ini sampai lebaran nanti, amin 3x ya rabal alamin. Walaupun kita puasa kegiatan dan pekerjaan kita tidak boleh terganggu dan tetap harus berjalan bahkan justru harus meningkat, karena kita bisa lebih konsentrasi dalam berkarya hanya semata-mata mengharap pahala dan ridho dari Allah swt yang sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan yang suci ini.
          Nah sobat blogger, atas banyaknya permintaan pengunjung blog ini dan berkat hidayah Allah swt pada bulan Ramadhan yang suci ini penulis berhasil merampungkan dan menerbitkan buku dengan judul "Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Di Industri". Buku ini membahas tentang sistem pembangkitan tenaga listrik baik sebagai penyedia sumber listrik utama maupun sebagai penyedia sumber listrik cadangan di industri atau pabrik.Biasanya di industri sebagai penyedia sumber listrik utama digunakan sumber listrik PLN atau dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sementara sebagai penyedia sumber listrik cadangan digunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang lazim dikenal dengan nama Genset. Jadi kedua jenis pembangkit tersebut (PLTU dan PLTD) yang dibahas dalam buku ini mulai dari penggerak mula, generator, sistem pengoperasian, sistem sinkrinisasi, sistem pengamanan, sistem proteksi, mantenance hingga sistem instalasi daya dan pengalihan daya baik secara manual maupun otomatis. Untuk jelasnya berikut ini disajikan daftar isi dari buku ini.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………...…………………………………    i
Daftar Isi  ……………………………………………..………………………………    ii

BAB I.   PENDAHULUAN
A.    Sumber Listrik PLN ……………………………………..……......………  3
B.     Sumber Listrik Tenaga Uap (PLTU) …………………….......…………… 4
C.     Sumber Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ………………….………………... 4

BAB II. PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU)
A.    Uji Heat Rate
1.      Contoh Perhitungan Uji Heat Rate ……………………………..…… 10
2.      Manfaat Uji Heat Rate ………………………………………………. 11
B.     Komponen-Komponen PLTU
1.      Boiler ……………………………………………………………...…. 13
a.       Furnace …………………………………………………………... 14
b.      Cyclone ……………………………………………………..…… 17
c.       Steam Drum …………………………………………………….. 17
d.      Super Heater ……………………………………………………... 20
e.       Economizer …………………………………………………...…. 21
f.       Desuper Heater ……………………………………………….….. 21
g.      Deaerator ……………………………………………………...…. 22 
2.      Air Pre Heater …………………………………………………..…… 25
3.      Electrostatic Precipitator (ESP) …………………………………...… 26
4.      Pulverizer ……………………………………………………………. 28
5.      Turbin Uap ……………………………………………………...…… 30
6.      Generator ………………………………………………………….…. 31
a.       Sistem Pendingin Stator …………………………………………. 32
b.      Sistem Pendingin Rotor ………………………………………..... 33
C.     Sistem Pengoperasian PLTU
1.      Sistem Suplai Udara …………………………………………………. 33
a.       Sistem Udara Primer …………………………………………..… 33
b.      Sistem Udara Sekunder ………………………………………….. 34
c.       Sistem Udara Loop Seal …………………………………….…… 35
2.      Sistem  Gas Buang (Flue Gas) ………………………………………. 36
3.      Sistem Suplai Air dalam Boiler …………………………………..…. 37
4.      Prosedur Pengoperasian Turbin Uap ……………………………...… 39

BAB III. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD)
A.    Komponen-Komponen Unit Genset
1.      Motor Diesel (Diesel Engine) ……………………………………… 40
a.       Cara Kerja Mesin Diesel …………………………………….…. 41
b.      Jensi-Jenis Mesin Diesel ……………………………………….. 43
c.       Sistem Starting Mesin Diesel ……………………….………….. 44
2.      AMF dan ATS ………………………………………………...…… 45
3.      Battery ……………………………………………………………… 49
4.      Battery Charger …………………………………………………….. 49
5.      Panel ACOS………………………………………………………… 50
6.      Unit AVR …………………………………………………………... 54
a.       Sensing Circuit …………………………………………………. 56
b.      Comparative Amplifier ……………………………...…………. 56
c.       Amplifier Circuit ……………………………………………….. 56
d.      Automatic Change over and mixer circuit …………...………… 57
e.       Limited Circuit …………………………………………………. 57
f.       Phase Syncronizing Circuit …………………………………….. 58
g.      Thyristor Firing Circuit …………………………………...……. 58
h.      Dumping Circuit …………………………………..…………….58
i.        Unit Thyristor …………………………………………….…….. 58
j.        Minimum Excitacy Limiter (MEL) ……………………………. 58
k.      Automatic Follower ……………………………………………. 59
7.      Generator ……………………………………………...……………. 62
B.     Prosedur Pengoperasian Mesin Diesel ...……………….…...………….. 63
C.     Sistem Pengaman Generator Pada Unit Genset
1.      Pengaman Alarm …………………………………………………… 64
2.      Pengaman Trip………………………………………...……………. 64
D.    Sistem Pengaman Penggerak Mula Pada Unit Genset
1.      Low Lubrican Oil Pressure ……………………………………….... 66
2.      Low Cooling Water Pressure ……………………………………..... 67
3.      Cooling Water Over Temperature …………………………….…… 68
4.      Over Speed …………………………………………………………. 69
E.     Merawat dan Memeriksa Sistem Pengaman Generator
1.      Mechanical and Visual Inspection …………………………………. 71
2.      Preventive Maintenance Testing …………………………………… 72
3.      Visual Check ……………………………………………………….. 72
4.      As Found and As Left Test ………………………………...………. 73
5.      Acceptance Test ……………………………………………………. 73
6.      Primary Injection Test ……………………………………..……….. 74
7.      Secondary Injection Test …………………………………………… 74
8.      General Test …………………………………………...…………… 74
F.      Merawat Penggerak Mula dan Unit Genset Secara Umum
1.      Perawatan Harian ……………………………………………...…… 76
2.      Perawatan Tiap 500 Jam …………………………………………… 76
3.      Perawatan Tiap 1.000 Jam ………………………………...……….. 76
4.      Perawatan Tiap 3.000 Jam ………………………………...……….. 77
5.      Perawatan Tiap 6.000 Jam………………………………......……… 77
6.      Perawatan Tiap 12.000 Jam …………………………………...…… 77
7.      Bongkar Total(Overhoul) …………………………………..………. 77
G.    Sistem-Sistem Pendukung Pada Unit Genset
1.      Sistem Pelumasan ………………………………………………….. 78
2.      Sistem Bahan Bakar ………………………………………………... 80
3.      Sistem Pendinginan ………………………………………………… 81

BAB IV. KERJA PARALEL (SINKRONISASI) GENERATOR
A.    Syarat-Syarat Kondisi Sinkronisasi Generator
1.      Pengaruh Penguatan Terhadap Daya Listrik …………………….…. 87
2.      Pengaturan Arus Beban ……………………………………….……. 87
B.     Pengaruh Perbedaan Tegangan, Frekuensi dan Beda Fasa
1.      Tegangan ………………………………………………….…………88
2.      Frekuensi …………………………………………………………… 88
3.      Perbedaan Fasa……………………………………………………… 89
C.     Peralatan Dalam Sinkronisasi Generator
1.      Frekuensimeter …………………………………………………..…. 90
2.      Voltmeter AC………………………………………………….……. 90
3.      Lampu-Lampu Serempak…………………………………...………. 90
a.       Sambungan Gelap ……………………………….………………90
b.      Sambungan Terang …………………………………………….. 91
c.       Sambungan Cahaya Putar ……………………………………… 92 
4.      Phase Sequence Indicator…………………………………….…….. 93
5.      Synchronouscope ………………………………………….……….. 94
6.      Volt Nol Meter …………………………………………….……….. 96
7.      Catode Ray Oscilosope (CRO)  ……..…………………...………… 97
a.       Spesifikasi CRO …………………………………………...…… 98
b.      Fungsi Tombol Kontrol Pada Panel CRO ……………………… 99
c.       Seting Up CRO ……………………………..………………… 102
d.      Cara Kalibrasi CRO ……………………………………….….. 104
e.       Teknik Pengukuran Menggunakan CRO …………...………… 105
D.    Prinsip Kerja Sinkronisasi Generator ………………….…………..….. 108

BAB V.  SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK  
A.    Skema Sistem Proteksi Pembangkit Tenaga Listrik .……………….…. 111
B.     Gangguan Pada Pembangkit Tenaga Listrik
1.      Jenis-Jenis Gangguan Pada Generator ……………………….……. 111
a.       Gangguan Penggerak Mula ……………………………………. 115
b.      Gangguan Hilangnya Penguatan Medan……………………….. 115
c.       Gangguan Arus Lebih ………………………………………..... 115
d.      Gangguan Putaran Lebih ………………………………………. 116
e.       Gangguan Tegangan Lebih ……………………………………. 116
f.       Gangguan Ketidakseimbangan Beban ……………………….... 117
g.      Gangguan Isolasi ………………………………………………. 117
h.      Gangguan Yang Relatif Jarang Terjadi ……………………...… 118
i.        Gangguan Yang Sering Terjadi ……………………………….. 118
j.        Gangguan Yang Sulit Dideteksi ……………………….………. 118
2.      Jenis-Jenis Gangguan Pada Mesin Penggerak …………………….. 119
a.       Tekanan Minyak Pelumas Terlalu Rendah…………………….. 119
b.      Suhu Air Pendingin atau Suhu Bantalan Terlalu Tinggi …….... 119
c.       Daya Balik …………………………………………………….. 119
d.      Putaran Lebih ………………………………………………….. 120
e.       Tegangan Lebih ……………………………………..………… 120
f.       Tekanan dan Kebocoran Hidrogen ……………………………. 120
C.     Proteksi Pada Stator Generator Unit Pembangkit
1.      Prisip Kerja Relai Diferential …………..………………………….. 120
2.      Penyetelan Relai Diferential …………………………………...….. 122
a.       Data-Data Yang Dibutuhkan …………………………………... 123
b.      Prosedur Perhitungan ……………………………………..…… 123
3.      Pengoperasian Relai Diferential ……………………………..……. 124
a.       Operasi Relai Pada Saat Gangguan Luar …………………...…. 125
b.      Operasi Relai Pada Saat Gangguan Dalam ……………….…… 125
c.       Operasi Relai Pada Saat Masuknya Arus Magnetisasi ………... 125
4.      Pengaman Stator Terhadap Hubung Tanah ……………………….. 125
5.      Proteksi Generator Pada Pentanahan Secara Langsung ………….... 126
6.      Proteksi Generator Pada Pentanahan dengan R Besar dan Kecil ..... 126
7.      Pengaman Stator Generator terhadap Panas Lebih …………………128
D.    Pengaman Pada Rotor Generator Unit Pembangkit
1.      Pengaman Hilang Penguatan ……………………………………… 130
2.      Pengaman Gangguan Tanah Pada Medan …………………………. 131
3.      Proteksi Thd Panas Lebih Akibat Ketidakseimbangan Arus Stotor . 132
E.     Sistem Per Satuan Unit dan Perhitungan Gangguan
1.      Kuantitas Per Unit …………………………………………………. 133
2.      Mengubah Dasar dari Kuantitas Per Unit ………………………..... 135
3.      Impedansi dan Gangguan Pada Generator …………………...……. 136
4.      Arus Peralihan Pada Generator Serempak ………………………… 137
5.      Impedansi Urutan ………………………………………………….. 137
6.      Perhitungan Macam-Macam Gangguan Pada Generator …..……… 137
F.      Pengaman Lain Pada Generator Unit Pembangkit
1.      Pengaman Arus Lebih …………………………………………..…. 138
2.      Pengaman Tegangan Lebih …………………………………….….. 139
3.      Pengaman Terhadap Vibrasi ………………………………………. 139
4.      Pengaman Terhadap Pemanasan Bantalan ………………………… 140
5.      Penekanan Medan ………………………………………………..... 140
6.      Pengaman Daya ………………………………………………...…. 140
7.      Pengaman Terhadap Gangguan Luar Generator………………….... 141
8.      Pengaman Terhadap Gangguan Dalam Generator…………………. 142
a.       Hubung Singkat Antar Fasa …………………………………… 142
b.      Hubung Singkat Fasa ke Tanah ……………………………….. 142
c.       Suhu Tinggi ……………………………………………………. 144
d.      Penguatan Hilang …………………………………………...…. 145
e.       Arus Urutan Negatif (Negative Sequence Current) …………… 145
f.       Hubung Singkat Dalam Circuit Rotor ………………….……… 146
g.      Black Out………………………………………………………. 146
h.      Over Flux………………………………………………………. 147

BAB VI. INSTALASI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI INDUSTRI
A.    Data Spesifikasi Generator Di Industri
1.      Generator Dengan Penggerak Mula Turbin Uap I dan II …………. 148
2.      Generator Dengan Penggerak Mula Turbin Uap  III ……………… 149
3.      Generator Dengan Penggerak Mula Mesin Diesel I ………………. 150
4.      Generator Dengan Penggerak Mula Mesin Diesel II ……………… 151
B.     Peralatan Penghubung, Pengaman & Pengatur Tegangan Pada Pembangkit
1.      Saklar-Saklar (Switches) …………………………………………... 153
2.      Pengatur Tegangan (Voltage Regulator) ………………………..… 154
a.       Modul GV (Generator Voltage Regulating Module) …….……. 155
b.      Modul GX (Generator Excitation Regulating Module) ……..… 156
c.       Modul SE (Sensor Exciter Module) …………………………… 157
d.      Modul TH (Throtle Response Circuit Module) ……………….. 158
e.       Modul EL (Excitation Limit and Protection System Module)…. 160
f.       Modul FP (Feedback Power Module) …………………………. 161
3.      Peralatan Pengaman ……………………………………………….. 163
a.       Fuse (Sekering) ………………………………………...……… 163
b.      Circuit Breaker (Pemutus Rangkaian) ………………………… 163
c.       Saklar Pengalih Daya …………………………………….……. 163
4.      Mater-Meter (Alat Ukur Listrik) ……………………………….….. 169
C.     Instalasi Daya Listrik Di Industri ………….…………………….…….. 169
               
DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………………........  173

          Buku ini sangat cocok bagi calon operator pembangkit dan teknisi listrik di industri atau bagi siapapun yang ingin mempelajari tentang sistem pembangkitan tenaga listrik di industri. Bagi yang berminat ingin memiliki buku ini penulis telah menyediakan dalam tiga pilhan bentuk yaitu :

1. Bentuk Buku Cetakan pada kertas HVS 70 gr (Isi), Glossy 230 gr (Cover), ukuran 28 x 20 cm, setebal 183 halaman hanya seharga Rp. 110.000 belum termasuk ongkos kirim (Pengiriman via Pos atau JNE).


2. Bentuk E-book yang dikemas dalam kepingan CD/DVD dengan format file Pdf, hanya seharga Rp. 80.000 belum termasuk ongkos kirim (Pengiriman via Pos atau JNE).


3. Bentuk Softcopy ebook dengan format file Pdf, hanya seharga Rp. 70.000 (Ongkos kirim gratis, pengiriman file via email).

Pemesanan silahkan hubungi KONTAK INI
Pembayaran silahkan transfer ke salah satu REKENING BANK INI