• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Selasa, 16 Juli 2013

Pengoperasian Genset Otomatis

PENGOPERASIAN GENERATOR SET OTOMATIS (AUTO GENSET)

         Untuk mempertinggi kontinuitas penyaluran tenaga listrik ke beban maka diperlukan automatic GenSet yang disingkat auto GenSet. Auto GenSet merupakan suatu peralatan atau perangkat untuk mengoperasikan generator secara otomatis sebagai pemindah daya listrik yang disuplai dari PLN jika sumber tenaga listrik ini mengalami gangguan maupun mengalami pemadaman. Bila hal demikian terjadi maka secara otomatis diesel sebagai penggerak atau tenaga pemutar untuk generator akan hidup dan mulai menggerakkan rotor dari generator sehingga dari generator ini akan dihasilkan tenaga listrik untuk menyuplai energi listrik ke beban sebagai pengganti dari suplai energi listrik oleh sumber PLN. Oleh karena itu kesinambungan dari suplai energi listrik ke industri tidak akan mengalami gangguan atau pemutusan.
          Automatic generator set adalah merupakan suatu panel pengendalian generator yang ditempatkan dalam suatu ruangan khusus yang telah dibuat dengan perencanaan yang sangat baik dari segi teknis maupun dari segi ekonomi sehingga akan mempermudah dalam pengoperasiannya, mempunyai tingkat kehandalan yang tinggi dan mudah dalam pemeliharaannya. Panel-panel pada automatic Gen Set ini merupakan panel pengendali generator yang diletakkan bersama-sama dengan panel lain. Nama khusus pada panel ini adalah ACOS (Automatic Change Over Switch), seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 berikiut ini.

Gambar 1. Panel ACOS

          Panel pengendalian tersebut menggunakan suatu rangkaian pengendali dari gabungan beberapa macam sistem yaitu antara lain :
1. Sistem Magnetik
         Sistem ini menggunakan relay-relay yang bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik dan juga menggunakan kontaktor yang bekerja dengan prinsip elektromagnetik.
2. Sistem Elektronik
          Sistem ini menggunakan peralatan atau perangkat elektronik baik yang bekerja secara analog maupun yang bekerja secara digital.
3. Sistem Manual
          Dalam hal ini menggunakan peralatan saklar manual key contact dan lain sebagainya.

Ketiga sistem tersebut digabungkan sehingga diperoleh keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
- Mudah dalam pemeliharaan
- Dalam pengoperasiannya tidak perlu dilakukan pelatihan yang terlalu mendalam atau pelatihan khusus karena sangat mudah dioperasikan.
- Mempunyai tingkat keamanan yang sangat tinggi, hal ini sangat diperlukan karena menyangkut masalah keselamatan dari operator dan peralatan yang bersangkutan khususnya peralatan yang sangat peka dan berharga mahal.
- Mempunyai tingkat kehandalan yang sangat tinggi.

          Dengan penggunaan dan pengoperasian automatic Gen Set ini lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan penggunaan sistem pengoperasian Gen Set secara manual sehingga sistem otomatis Gen Set ini banyak digunakan.
          Pada saat daya listrik masih disuplai oleh PLN ke industri maka kontaktor pertama akan bekerja sehingga beban tersuplai daya listrik dari PLN, hal ini dikarenakan kontaktor kedua juga bekerja di mana kontaktor ini menghubungkan antara phase S dan phase T dari jala-jala PLN, sedangkan kontaktor kedua ini sendiri bekerja untuk mengembalikan posisi.kontaktor penyambung ke posisi semula yaitu terbuka (NO). Sehingga secara otomatis akan mengisolasikan jaringan jala-jala beban dari jala-jala sumber listrik PLN, sedangkan pada posisi Gen Set sendiri kontaktor kedua tersebut akan menghubungkan phase T dari jala-jala generator ke netral, akan tetapi proses ini tidak berlangsung secara seketika tetapi Gen Set tersebut harus menyesuaikan dengan keadaan beban seperti tegangan, arus, beban dan frekuensinya. Atau dengan kata lain putaran rotor generator harus mencapai putaran yang diinginkan kemudian sumber energi listrik dari Gen Set disalurkan ke beban. Kemudian setelah sumber energi listrik dari PLN telah tersambung kembali maka secara otomatis rangkaian automatic Gen Set akan mengisolasi atau memutuskan hubungan dengan jala-jala beban dari jala-jala generator (secara otomatis generator akan mati) dan secara otomatis menghubungkan jala-jala beban dengan jala-jala sumber PLN maka beban akan tersuplai daya listrik dari PLN.
          Komponen utama sistem Gen Set otomatis adalah sebagai berikut .
1. Battery
          Battery merupakan kumpulan beberapa sel-sel listrik yang digabungkan secara seri maupun paralel dan merupakan suatu alat yang didalamnya berlangsung proses eletrokimia yang berkebalikan yaitu suatu proses dari pengubahan energi kimia menjadi energi listrik (proses pengosongan) dan sebaliknya (proses pengisian). Pada dasarnya suatu sel listrik terdiri dari dua buah logam atau konduktor-konduktor yang tidak sama yang dicelupkan ke dalam cairan penghantar. Apabila konduktor yang tidak sama tersebut ditempatkan di dalam larutan maka akan bereaksi secara kimia dengan salah satu konduktor dan menghasilkan gaya gerak listrik antara kedua konduktor tersebut (konduktor dua plat / elektroda). Jika elektroda tersebut dihubungkan oleh konduktor maka arus akan mengalir dari elektroda lainnya melalui konduktor dan kemudian akan melalui elektrolit. Elektroda di mana arus meninggalkan sel disebut elektroda positif dan lainnya disebut elektroda negatif.
          Proses pengisian battery adalah dengan cara mengalirkan arus melalui sel-sel battery dengan arah yang berlawanan dengan aliran arus dalam proses pengosongan sehingga sel battery akan dikembalikan dalam keadaan semula. Battery yang digunakan pada sistem otomatis Gen Set berfungsi sebagai sumber arus DC pada starting diesel.

2. Battery Charger
         Komponen ini berfungsi untuk mengubah tegangan PLN (220V) menjadi pengisian battery yaitu 24 V, yang kemudian arusnya disearahkan dengan menggunakan penyearah sehingga dapat digunakan untuk proses pengisian battery.
          Alat ini berfungsi apabila listrik PLN dalam keadaan hidup, karena untuk mengisi ACCU yang ada pada ruang generator, ACCU ini terdiri empat buah masing-masing ukuran 12 V, 200 AH (Ampere Hour), ACCU ini terhubung secara seri paralel.
          Alat ini terdiri dari sebuah transformator penurun tegangan atau step down dan sebuah rangkaian penyearah tipe jembatan, untuk spesifikasi dari alat-alat ini sebagai berikut: 
a. Tegangan masukan (input)        :  230 V / 400 V
b.  Phase tunggal
c.  Frekuensi                                   :  50 / 60 Hz
d. Toleransi yang diijinkan            :  50 Hz = Rating tegangan 0,9 – 1,15%
                                                            60 Hz = Rating tegangan 0,9 – 1,25%
          Battery Charger ini dilengkapi dengan pengaman hubung singkat (Short Circuit). F1 dan F2 berupa sekering / fuse. Alat ini mempunyai beberapa tipe pengisi battery antara lain :
a. Type CN 08-12 : Rating arus 8A, Rating tegangan 12V, Input 210V
b. Type CN 12-12 : Rating arus 12A, Rating tegangan 12V, Input 250V
c. Type CN 08-24 : Ranting arus 8A, Ranting tegangan 24V, Input 420V
d. Type CN 12-24 : Ranting arus 12A, Ranting tegangan 24V, Input 600V.

3. Relay
          Relay pada sistem ini berfungsi sebagai penggerak/pemberi signal atau tanda pada kontaktor yang dituju, jadi jika relay ini mendapatkan suplai tegangan dan arus maka relay tersebut akan bekerja dan akan menggerakkan kontaktor baik untuk posisi membuka (NO) maupun untuk posisi menutup (NC) dari relay tersebut terhadap catu daya listrik sehingga kontaktor tersebut bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan baik untuk membuka maupun menutup.
          Relay pada sistem ini ada dua macam yaitu relay biasa dan relay dengan timer. Kedua jenis relay tersebut digunakan sesuai dengan fungsi dan keperluannya. Relay biasa berfungsi untuk menghubungkan lampu-lampu indikator tanpa penundaan waktu, sedangkan relay dengan penundaan waktu digunakan pada saat start diesel. Hal ini diperlukan karena bila start pertama maka dibutuhkan selang waktu tertentu untuk start berikutnya sampai mesin diesel dapat beroperasi.

4. Panel ACOS 250
          Pada panel-panel ACOS 250 terdapat beberapa tombol yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Tombol-tombol ini fungsi utamanya sebagai tombol pengontrol operasi Gen Set automatic, secara spesifik fungsi tombol tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Off                                 :    Tombol untuk menginstruksikan operasi generatir set berhenti
b. Automatic                    :    Tombol untuk menginstruksikan operasi bekerja secara otomatis
c. Trial Service                :    Tombol untuk percobaan unit Gen Set beroperasi tanpa beban
d. Manual Service          :    Tombol untuk mesin beroperasi secara manual
e. Manual Starting          :    Tombol untuk start mesin secara manual
f. Manual Stoping           :    Tombol untuk instruksi mesin berhenti secara manual
g. Signal Test                  :    Tombol untuk memeriksa lampu-lampu atau alat-alat indikator
h. Horn Off                       :    Tombol untuk menghentikan indikator horn/sirine apabila berbunyi
i. Release                        :    Tombol untuk mematikan lampu-lampu indikator yang menyala
j. Start                               :    Tombol untuk mengoperasikan generator set. Tombol ini
                                                bekerja, jika tombol manual starting bekerja
k. Start Fault                    :    Tombol untuk mengetahui gangguan lewat lampu indikator
l. Engine Running           :    Tombol untuk mengaktifkan indikator Gen Set
m. Supervision On           :   Tombol untuk memindahkan suplai beban secara 
                                                otomatis berdasarkan waktu yang telah ditentukan
n. Low Oil Pressure          :    Indikator minyak pendingin mesin bertekanan rendah
o. Temperature To High :    Indikator mesin diesel telah bertemperature tinggi.
p. Generator Over Load  :     Indikator generator terbebani lebih.

1 komentar: