• Home
  • About Me
  • Photo
  • Video
  • E-Book

Selasa, 23 September 2014

Dish Parabola Sebagai Penerima dan Pemantul Sinyal TV Satelit

          Masih dalam pokok bahasan antena parabola sebagai penerima sinyal TV satelit, pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang dish parabola. Dish parabola merupakan salah satu peralatan pendukung dari antena parabola yang berfungsi sebagai penerima sinyal satelit yang dikirim ke bumi dan sekaligus sebagai reflektor (pemantul) sinyal satelit ke titik fokus (feet horn), jadi bukan berfungsi sebagai antena. Dalam antena parabola dish mempunyai beberapa bentuk antara lain yaitu Taurus, Kawa-kawa (Paraclip) dan Parabola.

          Di Indonesia pada umumnya antena parabola yang diproduksi menggunakan dish berbentuk parabola, sedangkan dish bentuk taurus dan kawa-kawa biasanya hanya variasi kreasi dari produsen atau pembuatnya. Sementara penutup dish ada yang menggunakan kawat jaring (wiremesh) dan ada juga yang menggunakan plat pejal seperti yang ditunjukan pada gambar berikut di bawah ini.


Gambar 1. Tampak atas dish parabola menggunakan kawat wiremesh



Gambar 2. Tampak bawah dish parabola menggunakan kawat wiremesh



Gambar 3. Tampak atas dish parabola menggunakan plat pejal



Gambar 4. Tampak bawah dish parabola menggunakan plat pejal

Minggu, 21 September 2014

Sistem Antena Parabola Sebagai Penerima Sinyal TV Satelit

          Untuk peremuan yang ketiga pada pokok bahasan antena parabola sebagai penerima sinyal TV satelit akan dibahas tentang sistem antena parabola. Agar sinyal satelit yang setinggi 3,7 GHz atau 3.700 MHz sampai dengan 4,2 GHz atau 4.200 MHz dapat ditangkap dan diterima oleh pesawat penerima televisi diperlukan beberapa perangkat antara lain yaitu :
- Antena pengumpul berkas sinyal satelit yang biasanya disebut antena pemantul parabola (Dish).
- Pemandu berkas gelombang satelit yang biasanya disebut Feet Horn.
- Penguat gelombang satelit dan penurun frekuensi yang biasanya disebut Low Noise Block (LNB) atau Blok Desah Rendah.
- Rangkaian elektronik untuk memilih gambar, memperbaiki mutu gambar dan meresonansikan ke antena TV yang biasanya disebut Receiver Satelit atau pesawat penerima satelit.

A.  Antena Parabola Tetap (Fix)
          Peralatan pendukung yang diperlukan untuk antena parabola tetap (fix), dalam arti antena parabola hanya diarahkan pada satu satelit saja antara lain adalah: Dish, Fett Horn, LNB dan Receiver Satelit
          Biasanya pada antena parabola tetap (fix), untuk dish yang berukuran kecil (di bawah 9 feet) mengarah ke satelit Indonesia (Palapa B2) dan untuk dish yang berukuran di atas 14 fett pada umumnya mengarah ke satelit Amerika Serikat (USA). 
          Siaran TV yang dapat ditangkap oleh antena parabola dari satelit Indonesia (Palapa B2) antara lain adalah :
- TV Nasional seperti RCTI, SCTV, Indosiar dsb (polarisasi vertikal)
- TV Malaysia seperti TV1, TV3 dan RTM (polarisasi horisaontal)
- TV Thailand seperti BBTV7 dan NNV5 (polarisasi horisontal)
- TV Philipina seperti ABS dan CBN (polarisasi vertikal)
- TV Australia seperti Topaz12 (polariasai horisontal).
          Sedangkan siaran TV yang dapat ditangkap oleh antena parabola dari satelit Amerika Serikat (USA) antara lain adalah :
- TV USA seperti CNN, CBS, ABC, dan NBC
- TV Perancis seperti RFO
- TV Spanyol seperti C-Spain.


Gambar 1. Blok diagram sistem antena parabola tetap (fix)

B.      Antena Parabola Bergerak (Moving)
          Pada antena parabola yang dapat bergerak (moving) untuk mencari atau mengarah ke satelit-satelit lainnya biasnya selain ke empat peralatan pada antena parabola tetap (fix) tersebut di atas dilengkapi dengan peralatan actuator dan antena positioner. Sehingga antena parabola dapat menangkap siaran TV seluruh dunia yang dipancarkan oleh satelit. Actuator dan antena positioner merupakan peralatan yang digunakan untuk menggerakan dan mengarahkan dish antena parabola ke satelit yang dikehendaki.


Gambar 2. Blok diagram sistem antena parabola bergerak (moving)