• Home
  • About Me
  • Photo
  • Video
  • E-Book

Senin, 29 September 2014

Receiver Parabola Sebagai Pemilah Sinyal TV Satelit

         Selamat beraktivitas kembali sobot blogger dan jangan lupa luangkan waktu agar tetap stay di blog ini unttuk mermbahas tentang receiver parabola. Receiver adalah perangkat elektronik yang berfungsi sebagai penerima sinyal satelit dari LNB dan memilah-milah sinyal dasar (bese band) menjadi sinyal campuran (composite) dari sinyal gambar (video) dan sinyal suara (audio). Dalam hal ini penyeleksian hasil sinyal dilakukan oleh tuning/channel. Sinyal yang telah terseleksi dikuatkan oleh suatu alat dalam blok penguat kemudian diseleksi dan di sempurnakan (dikoreksi) dalam suatu tapis (filter) agar dapat ditampilkan di layar monitor  TV.

Gambar 1. Tampak depan danbelakang receiver parabola

          Adakalanya receiver yang kita gunakan sudah ketinggan jaman, untuk perlu di upgrade. Upgrade receiver adalah pemutakhiran receiver yang sedang kita gunakan baik hardware maupun softwarenya.. Receiver yang umum terdiri dari dua buah rangkaian, yaitu regulator dan rangkaian blok yang sering disebut impek. Kalau regulator jelas fungsinya untuk power suply ke impek, dimana rangkaian regulator ini mengubah tegangan dari sumber listrik AC 220 Volt menjadi DC 3,3 Volt, 5 Volt, 12 Volt, 15 Volt, 22 Volt, 30 Volt dan lain-lain tergantung dari kebutuhan impek.
          Impek ini terdiri dari hardware dan software, dimana software ini sebenarnya bisa diutak-atik atau diganti dengan software yang lebih baik atau yang baru, apalagi sekarang lagi ngetren dengan receiver yang bisa diinput dengan kunci biss (biss key). Sekarang kurang puas rasanya kalau beli parabola tetapi recivernya tidak bisa diinput kode biss key. Oleh karena jika menggunakan parabola bebas iuran, kita tidak bisa nonton liga inggris yang ditayangkan stasiun MNC TV dan Global TV yang disebabkan setiap pertandingan liga inggris, tiba-tiba gambar jadi gelap dan suara juga tidak ada, hal ini karena tayangan tersebut diacak/screamble, dimana acakan tersebut menggunakan kunci biss. Jadi kita bisa membuka acakan tersebut jika receiver kita bisa diinput biss key. Kita tinggal memasukkan kode biss key, walaupun mencari kode tersebut cukup susah. Tapi tenang aja sobat di sini akan penulis sajikan beberaopa kode biss key stasiun tv ternama..
          Lalu bagaimana jika receiver kita tidak bisa dinput kode biss key?, apakah harus beli lagi yang baru ?, tidak perlu, reciver yang tidak bisa diinput kode biss key bisa diupgrade dengan software yang bisa diinput kode biss key  asalkan hardwarenya mendukung. Receiver keluaran sekarang yang umum menggunakan 2 jenis prosesor, yaitu Ali dan Guoxin. baik merk hansen, tanaka, matrix, goldsat, canghong, venus, gadmei, ichiko, niko, dat, qiu-qiu, starcom dan lain-lain, kebanyakan yang DVBS-1/mpeg2 menggunakan prosesor ini, nomor serinya adalah yang ali = ali2238 /3329 dan Guoxin = gx6101 dan keduanya suport biss key. Jadi bagi sobat yang sudah punya receiver tapi belum suport biss key, tidak perlu membeli lagi, cukup diupgrade saja.

Kode Biss Key Channel Beberapa Stasiun TV Ternama :
      1. TV One
     Freq : 3787 H 5632
SID : 0001
Biss Key : 99 99 99 99 99 99 99 99
2. TVRI Jakarta
     Freq : 3765 H 5555
SID : 0002
Biss Key : 24 08 19 99 62 20 04 44
3. B Channel / RTV
Freq : 3864 V 4333 
SID : 0001
Biss Key : 78 35 5D 0A 34 DA 79 87
4. Kompas TV
Freq : 4152 V 1600
SID : 0001
Biss Key : 12 34 56 9C 78 9A BC CE
5. MIO TV Singapore
Freq : 3980 V 29900
SID : 0009
Biss Key : 12 34 56 9C AB CD EF 67
6. EDU Channel TV dan NAB TV 
Freq : 3980 V 29900 
SID : 0010 & 0012
Biss Key : AB CD EF 00 12 34 56 78
7. CSPN
Freq : 3723 V 4750
Biss Key : 1A 2B 3C 81 4D 5E 67 12
8. BTV National
Freq : 3711 V 11395
SID : 0011
BISS Key : D2 34 5A 60 BC 67 8F B2
9. BARCA TV (Feed)
Freq : 4174 H 7500
SID : 0005
Biss Key : 86 33 BA 73 C5 86 33 7E
10.  EDGE SPORTS HD
Freq : 4040 H 29720
SID : 0002
Biss Key : 17 04 60 7B 41 97 37 0F
11. TV3 MALAYSIA
Freq : 3786 V 7200 
SID : 0001
Biss Key : AA BB CC CC DD 01 23 33
12.  DOG TV ASIA
Freq : 4040 H 28605
SID : 000F
Biss Key : 04 04 76 7E 04 04 76 7E
13.  SCC TV3 (C Band)
Freq : 3585 H 12500
Biss Key : 11 11 11 11 11 11 11 11
14.  SCC VARZ (KU Band)
Freq : 11050 V 30000
Biss Key : 11 11 11 11 11 11 11 11
15.  SUN CHANNEL SD
Freq : 3800 H 30000, Mpeg2
Biss Key : 72 75 2A 11 CF 31 19 19
16.  T Sport
Freq 3520 H 28125
SID : 0015
Biss Key : 15 00 00 00 00 00 00 00
17.  BBTV CH 7
Freq : 3825 H 4700
SID : 0001
Biss Key : 24 68 22 00 22 97 53 00
18.  BBTV HD , 2222
Freq : 3834 H 5400
SID : 0001, 0002
Biss Key : 24 68 AA 36 AA 97 53 94
19.  BEC Ch 3 Test HD
Freq : 3810 V 4550
SID : 0001
Biss Key : 33 35 55 00 77 79 99 00
20.  Boomerang SE Asia Channel
Freq : 4120 H 30000
SID : 02CA
Biss Key :11 11 11 33 11 11 11 33
21.  NEW CH THAICOM 5 (COLOR BAR)
Biss Key Freq : 3880 H 30000
22.  MNC International
Freq : 3825 H 3125
SID : 0001
Biss Key : 12 F3 17 1C CB 68 E1 14
23.  CSN TV
Freq 4048 V 2448
SID : 0001
Biss Key : 98 D5 8E FE CE AD 2F
24.  ART Prime Sport
Freq : 3946 L 2963
SID : 0001
Biss Key : 11 CD E0 8E 9D 20 12 CF
25.  PTP Sports
Freq 4004 V 3333
SID : 0001
New Biss Key :
26.  Cinema World
Freq : 3947 V 8040
SID : 0002
Biss Key : FE 25 CA ED 73 8B DC DA
27.  Feed TVNZ
Freq : 4149 V 4000
SID : 0001
Biss Key : AA AA 18 6C 18 DD DD D2

Sabtu, 27 September 2014

LNB (Low Noise Block) Sebagai Penguat Sinyal TV Satelit

          Selamat berlibur akhir pekan sobat bolgger, tapi sebaiknya sambil tetap stay di blog ini kita bahas tentang Low Noise Block (LNB) antena parabola. LNB merupakan blok desah rendah yang berfungsi sebagai penguat frekuensi sinyal satelit dan menurunkannya menjadi frekuensi yang lebih rendah, agar sinyal tersebut dapat diterima oleh receiver parabola. Macam-macam LNB antara lain adalah LNB C-Band, LNB KU-Band, LNB Single, LNB Dual 2R dan LNB Quad 4R.

Gambar 1. LNB C-Band Single

Gambar 2. LNB Dual 2R

Gambar 3. LNB Quad 4R

          Ada kalanya dalam satu dish parabola dipasang lebih dari satu LNB, ada yang 2 LNB bahkan ada yang 5 LNB agar dapat digunakan untuk 2 s/d 5 receiver, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4. Satu Dish Parabola dipasang 5 LNB Single


          Untuk memasang lebih dari 1 LNB sekaligus tidak boleh sembarangan tetapi ada perhitungan jarak antar LNB, berikut ini perhitungan untuk menentukan jarak 2 LNB. Dalam penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa persamaan antena parabola adalah berupa y = ax2  dengan titik fokus pada persamaan x2 = 4fy. Untuk menentukan jarak pemasangan antara 2 buah LNB, langkah yang pertama adalah mengetahui posisi titik fokus utama parabola. Kemudian langkah selanjutnya mencari titik fokus yang kedua pada sinar datang dengan off set tertentu. Setelah posisi kedua diketahui maka dengan rumus phytagoras jarak titik fokus tersebut dapat diketahui.
          Panjang garis a adalah jarak atau ketinggian titik fokus utama dan garis b adalah jarak titik fokus kedua yang diukur dari pusat dish parabola, dengan demikian panjang garis a = garis b (a = b).. Garis c adalah jarak antara titik fokus a dengan titik fokus b. Garis c dapat dihitung dengan rumus phytagoras sebagai berikut  :
a2+b– 2ab cos α = c2                dengan a = b , α adalah sudut off set
2a– 2aa cos α = c2               
√(2a2 - 2a2 cos α) = c
c = √(2a2 - 2a2 cos α)                 dengan keterangan c = jarak antara 2 LNB, a = jarak titik fokus

Gambar 5. Perhitungan jarak antara 2 LNB

Contoh soal:
Pada antena parabola berukuran 6 feet. Berapakah jarak penempatan titik fokus apabila sinar datang melenceng 10° dari timur
Diketahui :    Diameter dish = 180 Cm
                    Kedalaman dish = 30 Cm
                    Penyimpangan sinar datang = 10 derajat
Ditanya :       Jarak titik fokus kedua dari titk fokus utama
Jawab :         F = D2/16 d
                    F = 180² / 16 * 30 = 32400 / 480 = 67,5 Cm
                    Jarak antara 2 LNB = √ (2 * 67,5² - 2 * 67,5² cos 10)
                    Jarak antara 2 LNB = √ (9112,5 – 8974,061)
                    Jarak antara 2 LNB = √ (138,43)
                   Jarak antara 2 LNB = 11,77 Cm ke arah barat
           
          Perlu kita ketahui sudut penyimpangan bukan dihitung dengan cara mencari selisih sudut koordinat satelit A yang dikurangi koordinat satelit B, (contoh Palapa 113 BT dikurangi Telkom 108 BT =  5 derajat).  Hal itu berlaku apabila kita memasang antena parabola di pusat bumi, tidak berlaku apabila kita memasang antena parabola di permukaan bumi. Pada kenyataannya sudut penyimpangan yang diukur untuk satelit telkom dan palapa adalah 6,2 derajat, pada daerah dengan ketinggian 101 MDpl, 7,32 LS dan 110,7 BT. Sudut penyimpangan juga tergantung pada lokasi pemasangan antena juga.

Gambar 6. tempat/dudukan pemasangan 2 LNB

Keterangan : Posisi LNB yang berada di titik fokus dan LNB yang berada di titik off set harus sejajar, seperti yang ditunjukan pada garis merah pada gambar 6 di atas.

          Pada umumnya LNB yang ada dipasaran dirancang untuk menangkap sinyal yang berpolarisasi horisontal dan vertikal, karena kebanyakan satelit yang bisa ditangkap di Indonesia berpolarisasi horisontal dan vertikal (H/V). Namun ada beberapa satelit yang dapat ditangkap di Indonesia yang berpolarisasi right circular dan left circular (R/L). Kalau transmisi satelit tersebut dapat menjangkau tempat kita, walaupun tidak maksimal sinyal dapat ditangkap dengan LNB berpolarisasi H/V. Namun kalau transmisi satelit tersebut tidak sampai ke tempat kita tetapi jangkauannya sampai ke tempat kita, maka sangatlah mustahil sinyalnya dapat kita tangkap dengan LNB berpolarisasi H/V.
          Untuk dapat menangkap jangkauan sinyal satelit tersebut haruslah menggunakan LNB yang dirancang untuk menangkap sinyal polarisasi R/L. Jika kita sulit nendapatkan LNB berpolarisasi R/L tersebut dipasaran, kitapun dapat merancangnya sendiri, karena pada dasarnya jenis LNB-nya sama, hanya yang untuk polarisasi R/L terdapat sekat yang berfungsi untuk menyearahkan frekwensi yang semula R/L menjadi H/V.
          Sekat ini bisa kita pasang sendiri dengan cara yang sederhana menggunakan bahan plastik setebal kira-kira 7 mm. Kalau susah mencari bahan plastik tersebut, dapat menggunakan telenan/bantalan untuk mengiris-iris di dapur, yang bagus adalah telenan merk maspion karena tebalnya sangat tepat (pas). Jika tidak ada merek maspion bisa juga menggunakan telenan merek lionstar dan jika tidak ada juga, bisa menggunakan keramik lantai, tetapi hasilnya tidak maksimal.
          Ukuran optimal untuk sekat LNB adalah panjang 17 cm, lebar sesuai diameter LNB dan tebal 7 mm. Sedangkan perbandingan sinyal hasil pemyekatan adalah sebagai berikut, misalnya LNB tanpa sekat sinyalnya hanya mencapai 30%, maka disekat menggunakan telenan maspion bisa mencapi 80%, menggunakan telenan lionstar sinyalnya mencapi 70%, sedangkan menggunakan keramik lantai sinyalnya hanya mencapai 40%.
          Setelah sekat kita bentuk, sekat tersebut kita sisipkan kedalam tabung LNB. Ukuran kedalaman menyisipkan sekat yang optimal adalah sejajar jarum antena horisontal dan sisanya biarkan tersisa diluar (menjulur keluar), yang penting sekat harus menjulur keluar minimal 3 cm, kurang dari itu sinyalnya bisa berkurang lebih dari 5%.

Gambar 7  Cara menyekat LNB berpolarisasi H/V