• Home
  • About Me
  • Photo
  • Video
  • E-Book

Minggu, 31 Agustus 2014

Power Supply 12 V DC Tanpa Transformator Step Down

          Mengakhiri bulan Agustus 2014 ini sobat blogger yang berbahagia,  penulis akan menyajikan sebuah rangkaian power supply 12 Volt DC tanpa menggunakan transformator (trafo) step down. Mungkin ranagkian ini sudah banyak beredar di pasaran dan banyak dijual di toko-toko listrik/elektronika, tapi tidak ada salahnya kalau kita membuat atau merakit sendiri, sehingga kita merasa lebih puas dengan karya kita sendiri.  Oke sobat blogger langsung saja kita simak uraiannya berikut ini.

          Rangkaian power supply ini sebenarnya menggunakan prinsip penyearah tegangan AC dari 220 Volt ke tegangan DC 12 Volt, seperti layaknya power supply yang menggunakan transformator (trafo) step down. Prinsip penyearahan yang digunakan pada rangkaian power supply ini sebenarnya banyak digunakan pada rangkaian lampu emergency (darurat), charger HP dan peralatan elektronika lainnya yang membutuhkan rangkaian yang sederhana (simple) yang tanpa menggunakan transformator (trafo), sehingga lebih efesien, lebih ringan dan bentuknya lebih ramping (kecil).

          Rangkaian power supply  ini lebih stabil karena telah dilengkapi dengan sebuah IC penstabil tegangan 12 V DC yakni IC 7812. Untuk lebih jelasnya tentang rangkaian power supply 12 V DC tanpa menggunakan transformator step down, berikut ini disajikan gambar skema rangkaiannya (lihat gambar 1).

*) klik gambar untuk memperbesar view skema rangkaian ini

Gambar 1. Skema Rangkaian Power Supply 12 V DC Tanpa Trafo Stepdown

          Adapun komponen-komponen yang diperlukan untuk merakit power supply 12 V DC tanpa transformator stepdown adalah sebagai berikut :
1. Fuse 1A ……….. Sebagai sekering pemutus arus jika terjadi konsleting pada rangkaian
2. R1........................ 100 Ohm / 2-5 Watt
3. R2........................ 1K Ohm / 2-5 Watt
4. R3........................ 100 Ohm / ½-2 Watt
5. D1,D2,D3,D4...... Dioda IN4007 
6. C1........................ Elco 0.47uF/400 Volt
7. C2........................ Elco 47uF/50 Volt
8. C3........................ Elco 470uF/50 Volt
9. ZD1,ZD2..............Dioda Zener 15 Volt
10. ZD3................... Dioda Zener 12 Volt

          Sekedar mengingatkan untuk keselamatan kerja sobat blogger, oleh karena rangkaian ini langsung terhubung dengan sumber tegangan AC 220V sebaiknya dalam pembuatan atau perakitannya perlu berhati-hati dan gunakan isolator yang baik untuk alas dalam menguji coba rangkaian ini.

Kamis, 28 Agustus 2014

Pengoperasian Motor 3 Fasa Disuplai Dengan Sumber Listrik 1 Fasa

          Sobat blogger sekalian yang sedang membuka blog ini, pada kesempatan kali ini penulis akan menyajikan artikel tentang pengoperasian motor listrik 3 fasa yang disuplai dengan sumber listrik 1 fasa. Dalam benak sobat blogger tentu bertanya, apa mungkin motor listrik 3 fasa yang seharusnya disuplai dengan sumber listrik 3 fasa bisa bekerja/berputar jika disuplai dengan sumber listrik 1 fasa?. Di sini penulis tegaskan ya bisa, tapi tentunya hal ini kita lakukan apabila dalam  kondisi darurat, oleh karena tidak tersedianya sumber listrik 3 fasa di tempat kita.

          Untuk mengetahui sistem pemasangan dan penyambungan motor listrik 3 fasa pada jaringan atau sumber listrik 1 fasa, sobat blogger dapat menyimak uraian berikut ini. Kita ketahui bahwa motor listrik 3 fasa terdiri dari 3 buah kumparan yaitu Kumparan I (ujung awal ditandai dengan notasi U1 dan ujung akhir U2), Kumparan II (ujung awal ditandai dengan notasi V1 dan ujung akhir V2), dan Kumparan III (ujung awal ditandai dengan notasi W1 dan ujung akhir W2).


           Agar motor listrik 3 fasa tersebut dapat dijalankan dengan sumber listrik 1 fasa, terminal-terminal kumparan motor listrik 3 fasa tersebut harus dihubungkan segitiga (delta), yaitu terminal U1 dikopel dengan W2, terminal V1 dikopel dengan U2, dan terminal W1 dikopel dngan V2, kemudian ditambahkan kapasitor 8 s/d 10 μF/400 V sebagai penggeser beda fasa (bentuk kapasitor seperti telihat pada gambar 1).

Gambar 1. Bentuk Kapasitor 8 s/d 10 μF/400 V

          Untuk mendapatkan putaram ke kanan kondensator 8 s/d 10 μF/400 V disambungkan dengan terminal U1 dan W1 atau diparalelkan dengan kumparan III (W1 – W2) seperti ditunjukkan pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 2. Sambungan motor untuk putaran ke kanan

Sedangkan untuk mendapatkan putaran ke kiri kapasitor 8 s/d 10 μF/400 V disambungkan dengan terminal V1 dan W1 atau diparalelkan dengan kumparan II (V1 – V2) seperti ditunjukan pada gambar 3 berikut ini.

 Gambar 3. Sambungan motor untuk putaran ke kiri

          Perlu sobat blogger ketahui, oleh karena besar tegangan sumber listrik 1 fasa tidak ssuai dengan tegangan nominal motor listrik 3 fasa tersebut, maka kapasitas daya beban maksimum yang dihasilkan hanya sekitar 70% dari kapasitas daya nominal yang tetera pada name plate motor listrik 3 fasa.

Selasa, 26 Agustus 2014

Merakit Rangkaian Inverter 1000 Watt

          Sobat blogger yang setia, pada pertemuan kali ini kita lanjutkan  dengan membahas tentang perakitan rangkaian inverter 1000 Watt. Rangkaian inverter adalah suatu perangkat elektronika yang berfungsi untuk merubah sinyal tegangan listrik arus searah (DC) menjadi sinyal tegangan listrik arus bola-balik (AC) berbentuk gelombang sinusoida (walaupun gelombang sinusoida tsb biasanya kurang sempurna). Inverter yang merubah tegangan listrik DC ke tegangan listrik AC dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis antara lain yaitu :
1.   Berdasarkan phasa tegangan outputnya :
a.  Inverter 1 phasa, yaitu rangkaian inverter yang menghasilkan tegangan output 1 phasa,
b.  Inverter 3 phasa, yaitu rangkaian inverter yang menghasilkan tegangan output3 phasa.
2.   Berdasarkan pengaturan tegangan outputnya :
a. Voltage Fed Inverter (VFI)
b. Current Fed Inverter (CFI)
c. Variable DC Linked Inverter

          Disamping merubah tegangan listrik DC menjadi tegangan listrik AC paada rangkaian inverter ini juga memiliki kelebihan lain yaitu sebagai penaik dan penurun tegangan, maka dari itulah perangkat inverter ini dapat menstabilkan tegangan output yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu rangkaian inverter ini juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu merubah tegangan listrik AC menjadi tegangan listrik DC.

          Prinsip kerja rangkaian inverter ini dapat dijelaskan sebagai berikut, rangkaian inverter ternyata hampir sama prinsip kerjanya dengan perangkat power suplai yaitu perangkat elektronik yang merubah tegangan listrik AC menjadi tegangan listrik DC, yang kemudian dilengkapi dengan rangkaian kontrol dengan menggunakan sebuah IC tipe CD4047 dan 2 buah transisitor tipe TIP 122 serta 4 buah transistor daya tipe 2N3055 yang dirancang untuk memberikan pasokan sinyal listrik pada pemakaian daya tinggi, yang tentunya masih membutuhkan sinyal periode positif dan negatif dari gelombang sinusoida yang akan dikombinasikan dengan sinyal PWM (puls wive modulation). Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan skema diagram rangkaian inverter 1000 watt tersebut.


*) klik gambar untuk memperbesar view gambar

Gambar 1. Skema Rangkaian Inverter 1000 Watt