• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Jumat, 01 Desember 2017

Membuat Panel Pengalih Daya 1 Fasa Secara Manual dan Automatic

          Sebelumnya telah dibahas panel pengalih daya secara otomatis atau yang biasa disebut Automatic Transfer Switch (ATS). Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang panel pengalih daya dari sumber listrik utama (PLN) ke sumber listrik cadangan (Genset) atau sebaliknya secara manual dan otomatis, yakni dilengkapi dengan selector switch. Sehingga dapat digunakan untuk memilih pengoperasian secara manual ataupun secara otomatis pada saat sumber listrik utama dari  PLN mengalami pemadaman,
        Panel pengalih daya sederhana ini diperuntukan bagi rumah atau gedung perkantoran yang menggunakan sumber listrik 1 fasa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan pada sumber listrik 3 fasa yang tentunya dengan merubah pengawatannya. Panel pengalih daya 1 fasa ini terdiri dari beberapa komponen antara lain yaitu :
- MCB 1 fasa sebanyak 2 buah
- Selector switch 3 posisi (Man – O – Auto) sebanyak 1 buah
- Push button On atau Start sebanyak 1 buah
- Push button Off atau Stop sebanyak 1 buah
- Tmer (TDR) sebanyak 1 buah
- Relay AC sebanyak 1 buah
- Kontaktor magnet sebanyak 2 buah
- Lampu indikator sebanyak 2 buah

Untuk lebih jelasnya sobat blogger bisa melihat skema diagram berikut dibawah ini.


Gambar 1. Diagram kontrol panel pengalih daya 1 fasa


Gambar 2. Diagram daya panel pengalih daya 1 fasa



Gambar 3. Komponen-komponen panel pengalih daya 1 fasa yang telah dirakit


Cara Kerja Rangkaian Panel Pengalih Daya :

Posisi Manual :
          Saat selector switch pada posisi manual dengan kondisi suplai PLN, jika tombol on ditekan maka yang bekerja adalah kontaktor PLN (K1), karena arus listrik mengalir ke koil K1 melalui MCB PLN (MCB 1), selector switch (posisi manual), tombol stop, tombol on dan kontak NC K2, yang selanjutnya dikunci oleh kontak NO K1. Jika terjadi pemadaman dari PLN maka rangkaian menjadi tidak aktif atau kembali pada kondisi semula sehingga sumber listrik genset dapat dilairkan ke koil K2 melalui MCB genset (MCB 2), kontak NC K1 dan kontak NC relay, dengan demikian kontaktor genset (K2) akan bekerja. Jika sumber PLN hidup kembali maka kita harus kembali menekan tombol on untuk mengoperasikan kontaktor PLN (K1) agar dapat bekerja kembali yang tentunya kontaktor genset (K2) harus dalam kondisi tidak bekerja. Kita dapat juga memutuskan aliran PLN walupun sumber PLN tidak padam yaitu dengan menekan tombol stop.

Posisi Automatic :
          Saat selector switch pada posisi automatic dengan kondisi suplai PLN maka yang bekerja adalah kontaktor PLN (K1), karena arus listrik mengalir ke koil K1 melalui MCB PLN (MCB1). Jika terjadi pemadaman dari PLN maka secara otomatis rangkaian menjadi tidak aktif atau kembali pada kondisi semula dan rangkaian tersebut siap menunggu apakah sumber listrik PLN akan menyala kembali atau sumber listrik genset yang akan masuk. Jika yang masuk adalah sumber listrik genset maka rangkaian akan mensuplai beban secara otomatis melalui MCB genset (MCB2), kontak normally close (NC) K1, NC relay dan ke koil kontaktor genset (K2) untuk mengaktifkan kontak-kontak K2.
         Selanjutnya jika sumber listrik PLN kembali meyala maka secara otomatis rangkaian akan memutuskan sumber listrik genset (meskipun saat itu masih disuplai sumber listrik genset) yaitu dengan membukanya kontak NC relay. Pada saat yang sama kontak normally open (NO) time delay relay (TDR) akan menunggu untuk terhubung (berdasarkan setting waktu TDR) sampai genset telah kita matikan, sehingga akan mengalirkan arus listrik ke koil K1 untuk mengaktifkan kontak-kontak K1 kembali. Dengan masuknya sumber listrik PLN maka koil TDR, Relay dan K2 dalam keadaan tidak aktif, sehingga rangkaian tersebut akan lebih aman.

Sabtu, 11 November 2017

Merancang Sistem Kontrol AMF

          AMF atau kepanjangan dari Automatic Main Failure merupakan suatu sistem emergency sumber daya/tenaga listrik yang digunakan untuk menjamin kelangsungan operasional bangunan/gedung atau peralatan industri saat kehilangan sumber daya utama (PLN) yang bisa jadi akan menimbulkan kerugian bisnis maupun kenyamanan. AMF biasanya terdiri dari kontrol AMF dan Automatic Transfer Switch (ATS). Piranti kontrol AMF tersebut berupa rangkaian relay dan time delay relay (TDR) atau Timer.

          Kontrol AMF merupakan unit yang mengendalikan secara otomatis untuk mengatasi gangguan saluran utama sistem penyedia energi listrik (PLN) dan pembangkit listrik cadangan (Generator Set). Pada sistem kontrol AMF ini menggunakan komponen antara lain :
-          MCB I Fasa,
-          Fuse (Sekering),
-          Sumber DC 12 V,
-          Selector Switch 3 Posisi (Manual-Off-Auto),
-          Bell Buzzer,
-          Push Button (On dan Stop),
-          Relay OMRON AC 220 V MK3P-1,
-          Relay Omron DC 12 V MKP-1,
-          TDR/Timer Omron DC 12 V H3CR-A8 50 Hz.

          Desain atau perancangan sistem kontrol AMF berbasis rangkaian relay ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

*)klik gambar untuk melihat tampilan gambar yang lebih besar