• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Rabu, 10 Juli 2013

Lampu-Lampu Serempak Penentu Urutan Phase Kerja Paralel Genset

LAMPU-LAMPU SEREMPAK SEBAGAI PENENTU URUTAN PHASE 
PADA KERJA PARALEL GENERATOR SET (GENSET)

          Sebelum melanjutkan pembahasan materi pertemuan kali ini, pada kesempatan yang berbahagia ini penulis ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1 Ramadhan 1434 H kepada sobat blogger yang menjalankannya, semoga ibadah kita diterima oleh Allah swt dan mendapatkan pahala yang sepantasnya, Amin3x Ya Robal Alamin.
          Dengan adanya empat syarat pokok dalam kerja paralel genset, maka untuk mengetahui apakah keempat syarat pokok tersebut telah terpenuhi diperlukan peralatan-peralatan khusus, antara lain adalah :
- Frekuensi meter, yang berfungsi untuk mengetahui frekuensi tegangan listrik masing-masing genset.
- Volt meter AC, yang berfungsi untuk mengetahui besarnya tegangan listrik masing-masing genset.
- Alat untuk mengetahui apakah tegangan listrik kedua genset telah sephase atau urutan phasenya telah sama, dalam hal ini dapat digunakan suatu alat antara lain : 

1. Lampu-Lampu Serempak
          Lampu-lampu serempak ini dipasang sedemikian rupa sehingga berdasarkan keadaan lampu-lampu tersebut dapat diketahui apakah tegnagan kedua genset tersebut telah sephase. Hal ini tentu saja penglihatan mata yang lebih berperan untuk menentukan, karena harus memperhatikan terang atau gelapnya keadaan lampu-lampu tersebut. Ditinjau dari cara penyambungannya dikenal dengan tiga macam cara yaitu :

a. Sambungan Gelap
          Jika tegangan kedua genset sudah sephase maka semua lampu akan padam (gelap), sedangkan jika tegangan kedua genset belum sephase maka semua lampu akan menyala terang. Cara pemasangan atau penyambungan lampu seperti ditunjukkan pada gambar 5 berikut ini.

Gambar 5. Sambungan gelap

          Perhatikan gambar 5 tersebut, misalkan genset dengan ujung-ujung U, V, W diparalelkan dengan genset lain dengan ujung-ujung R, S, T maka lampu L1 dihubungkan antara U dan R, lampu L2 dihubungkan antara V dan S, dan lampu L3 dihubungkan antara W dan T. Kemudian ketiga ujung-ujung tersebut masing-masing dihubungkan dengan saklar, jika perputaran medan kedua genset tersebut sama arahnya maka lampu L1, L2 dan L3 akan tetap padam (gelap) atau terang secara bersamaan. Sedangkan jika arah perputaran medan kedua genset berlawanan arah maka lampu L1, L2 dan L3 akan berkedap-kedip (gelap-terang) terus menerus.
          Pada saat dimana sinusoida tegangan listrik yang dihubungkan tersebut berhimpit (sephase) maka lampu L1, L2 dan L3 akan padam (gelap), dengan demikian kerja paralel dapat dilaksanakan.

b. Sambungan Terang
          Jika tegangan kedua genset sudah sephase maka semua lampu akan menyala sangat terang, sedangkan jika tegangan kedua genset belum sephase maka semua lampu akan padam (gelap). Cara pemasangan atau penyambungan lampu seperti terlihat pada gambar 6 berikut ini.

Gambar 6. Sambungan terang

          Perhatikan gambar 6 tersebut, lampu L1 dihubungkan antara V dan R, lampu L2 dihubungkan antara W dan S, dan lampu L3 dihubungkan antara T dan U. Apabila diagram tegangan kedua genset yang akan dihubungkan tersebut berhimpit (sephase), dimana Vr - Vu = 0, Vs - Vv = 0 dan Vt - Vw = 0, maka lampu L1, L2 dan L3 akan menyala sama terang sehingga kerja paralel dapat dilaksanakan.

c. Sambungan Cahaya Putar
          Jika terlihat bahwa nyala lampu berputar baik berputar kekiri ataupun kekanan, hal ini menunjukkan bahwa tegangan kedua genset belum sephase dan kecepatan berputarnya nyala lampu tersebut disebabkan oleh frekuensi tegangan kedua genset yang belum sama. Sedangkan jika nyala lampu sudah tetap (tidak berputar), hal ini berarti disamping frekuensi tegangan juga phase tegangan kedua genset tersebut telah sama.  Dalam keadaan yang demikian, dari ketiga lampu yang dipasang akan terjadi kondisi satu lampu padam dan dua lampu lainnya menyala sama terang, dengan demikian kerja paralel kedua genset dapat dilaksanakan. Cara pemasangan atau penyambungan lampu-lampu seperti terlihat pada gambar 7 berikut ini.

Gambar 7. Sambungan cahaya putar

          Perhatikan gambar 7 tersebut, lampu L1 dihubungkan antara U dan R, lampu L2 dihubungkan antara V dan T, dan lampu L3 dihubungkan antara W dan S.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar