• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Sabtu, 26 Januari 2013

Pengertian, Prinsip Kerja & Tipe PLC

PENGERTIAN, PRINSIP KERJA DAN TIPE PLC

          Setelah kita membahas tentang kontrol elektromagnetik, sekarang kita lanjutkan dengan membahas tentang Programable Logic Controller (PLC). Untuk pertemuan yang pertama pada sesi kontrol PLC kali ini kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian PLC, prinsip kerja PLC dan tipe PLC.
 
Pengertian PLC
          Ada beberapa definisi PLC yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang pengertian PLC antara lain yaitu :
1. PLC merupakan sistem mikrokomputer yang dapat digunakan orang untuk proses-proses kontrol di industri.
2. PLC merupakan komputer industrial yang khusus dirancang untuk kontrol mesin-mesin manufaktur dan sistem di berbagai bidang yang sangat luas.
3. PLC merupakan komponen elektronika yang berbasis satu atau lebih mikroprosesor yang digunakan untuk mengontrol mesin-mesin industri.
          Aplikasi PLC pada sistem kontrol sangat bervariasi, mulai dari ON/OFF hingga yang lebih kompleks, yang pada umumnya digunakan untuk kontrol :
- Mesin bor otomatis
- Mesin-mesin produksi
- Mesin pengepakan barang
- Mesin kemasan minuman
- Mesin pres, dan sebagainya.

Prinsip Kerja PLC
          Program kendali PLC akan bekerja dengan urutan langkah-langkah seperti yang digambarkan pada diagram alir berikut ini.
Gambar 1 Arsitektur PLC

 Gambar 2 Diagram alir prinsip kerja PLC

          Seperti terlihat pada diagram alir di atas, pertama PLC akan melalui modul inputnya akan membaca sinyal masukan yang didapat dari komponen-komponen input seperti sensor, saklar, output mesin dsb, yang selanjutnya tersimpan dalam modul antarmuka input.
          Kemudian program kendali seperti ladder (LD) atau FBD akan mengendalikan instruksi-instruksi untuk mengubah sinyal input menjadi sinyal output sesuai instruksi dan menyimpannya dalam modul antarmuka output. Jadi PLC akan bekerja berdasarkan program kendali tersebut (LD atau FBD) dan bukan karena sinyal yang diterima dari perangkat input.
          Selanjutnya sinyal yang tersimpan pada modul antarmuka output akan bekerja sesuai dengan instruksi yang diterimanya.

Tipe PLC
          Tipe PLC berdasarkan cara operasinya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu :
1. Berbasis Rak atau sistem berbasis alamat
          PLC dengan susunan rak-rak disebut juga sistem berbasis alamat, karena modul-modul input dan output (I/O) dalam rak merupakan jalan lalu lintas sinyal input atau output melalui alamat yang sesuai dengan tempat dimana rak tersebut terpasang.
          Modul input atau output pada umumnya berfungsi sebagai terminal antarmuka (interface) dimana perangkat luar dapat dipasangkan, sebagai rangkaian pengkondisi sinyal yang menjembatani sinyal PLC dengan sinyal yang didapat dari perangkat luar.
          Cara pengalamatan bisa saja berbeda antara vendor satu dengan vendor lainnya, tetapi pada umumnya adalah sebagai berikut :
I : (nomor rak/slot) atau (nomor terminal) untuk modul input, dan
O : (nomor rak/slot) atau (nomor terminal untuk modul output,
misalnya : modul DC ditempatkan pada slot/rak input 2, di terminal 5 dan modul output ditempatkan pada slot/rak output 5, di terminal 12.
Maka modul input tersebut dituliskan I : 2/5 
dan modul output dituliskan              O : 5/12

2. Sistem Berbasis Tag
          Beberpa vendor menggunakan tipe ini karena dapat digunakan untuk perangkat lunak berbahasa tingkat tinggi (bukan bahasa mesin), seperti BASIC dan C. Pada PLC tipe ini, sistem pengalamatan, pemberian nama variabel perangkat input dan output dapat dibuat/dirancang pada sistem. Setiap variabel adalah sebuah Tag dan masing-masing diberi nama. Jika sebuah Tag atau variabel didefinisikan, maka tipe data yang ditunjukan oleh Tag atau variabel tersebut akan dideklarasikan.

3. Soft PLC atau Kontrol Berbasis Personal Computer (PC)
          Personal computer (PC) dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi program sekaligus menjalankan perangkat yang dikontrol PLC. Di Industri, kartu I/O sebuah PC dapat digunakan antarmuka (interface) bagi perangkat-perangkat luar diluar PLC dan PC juga dapat difungsikan sebagai PLC. Soft PLC sangat efektif digunakan untuk kontrol ON/OFF atau sebuah proses kontrol yang berurutan dan kontrol lain yang hanya sedikit memerlukan perhitungan numerik.

2 komentar: