• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Senin, 27 Januari 2014

Jenis-Jenis Konfigurasi Sistem Penerangan Jalan

          Pada pertemuan ketiga dalam topik bahasan desain penerangan (lighting) jalan raya kali ini kita lanjutkan dengan membahas tentang jenis-jenis konfigurasi sistem penerangan jalan raya. Untuk memahami bahasan tersebut di atas silahkan baca dan simak uraian berikut di bawah ini.

D.  JENIS-JENIS KONFIGUARASI SISTEM PENERANGAN JALAN
          Jenis-jenis konfigurasi sistem penerangan jalan antara lain sebagai berikut :
1.  Penerangan Jalan Bebas Hambatan (Continuous Freeway)
          Penerangan jalan bebas hambatan adalah  penempatan atau pemasanagan penerangan secara terus menerus di sepanjang jalan bebas hambatan dan daerah sekitarnya yang berdekatan  dengan jarak yang cukup jauh dari bahu jalan bebas hambatan tersebut.

2.  Penerangan  Pusat Persimpangan Parsial (Partial Interchange)
          Penerangan pusat persimpangan parsial jalan bebas hambatan adalah pencahayaan hanya pada bagian atau tempat persimpangan yang paling penting bagi pengendara malam hari, yang merupakan daerah gabungan atau pertemuan dari beberapa koneksi jalan, persimpangan, dan fitur-fitur jalan penting lainnya.

3.  Penerangan Pusat Persimpangan Penuh (Complete Interchange)
          Penerangan pusat persimpangan lengkap jalan bebas hambatan adalah penerangan yang dipasang pada persimpangan secara lengkap untuk mencapai pencahayaan pada semua jalan raya yang melalui persimpangan tersebut.

4.  Penerangan Jalan Melintang di bawah Jembatan (Underpass)
         Menurut buku pedoman desain penerangan jalan AASHTO mengindikasikan bahwa penerangan jalan underpass sangat diperlukan, lampu dipasang menjulang pada tiang jembatan atau dermaga untuk setiap arah perjalanan di jalan. Jika setiap titik pemasangan akan menempatkan armatur lampu dengan jarak lebih dari 10 meter dari tepi jalan, dimana armatur lampu biasanya dipasang menjulang di bagian bawah diafragma. Umumnya, untuk jalan bebas hambatan pada penerangan underpass armatur lampu harus dipasang dengan jarak lebih dari 50 meter. Sedangkan untuk penerangan underpass yang jarak armatur lampu lebih dari 200 meter, lampu harus menyala sepanjang hari.

5.      Penerangan Jalan Raya dan Jalan Lainnya
         Tingkat pencahayaan dan rasio keseragaman untuk jalan raya dan jalan-jalan lainnya selain jalan bebas hambatan akan kita bahas pada pertemuan berikutnya. Desain penerangan jalan raya ini lebih cocok untuk penerangan jalan raya yang ada di kota daripada untuk desain standar jalan bebas hambatan.

6. Penerangan Jembatan (Bridge)
          Jalan raya di sebuah jembatan biasanya diperlakukan sama seperti bagian lain dari jalan. Jika tidak ada lampu di jalan raya yang berdekatan, biasanya tidak ada kebutuhan penerangan di jembatan. Pengecualian adalah untuk jembatan yang sangat panjang, penerangannya dapat menyala meskipun penerangan jalan di lokasi lain tidak menyala. Dimana lampu dapat dipasang di sebuah jembatan, pada lokasi yang diinginkan untuk unit pencahayaan pada tiang jembatan dan lokasi dermaga, atau pada jarak dari tiang jembatan atau dermaga tidak lebih dari 25 persen panjang bentangan. Penempatan unit pencahayaan tersebut bermaksud untuk mengurangi efek getaran. Tiang-tiang lampu harus menggunakan jenis armatur tiang lengan pendek dan tiang lengan panjang, sehingga tidak ada sambungan yang akan melemah atau mengendor oleh getaran. Instalasi penerangan navigasi dan obstruksi udara merupakan bagian integral dari desain penerangan jembatan.

7.  Penerangan Jalan Raya Kembar (Median Barriers)
          Penerangan jalan raya kembar dengan menggunakan unit tiang lengan kembar yang dipasang pada jalur pemisah di tengah-tengah memiliki keunggulan tertentu diantaranya :
a. Penomoran armatur lampu pada tiang lebih sedikit,
b. Pemanfaatan kembali cahaya dari lampu,
c. Lebih cenderung knocked down.

          Sedangkan kelemahan penerangan unit ini antara lain adalah :
d. Pengendalian lalu lintas sangat diperlukan ketika bekerja pada penerangan unit ini
e. Potensi bahaya untuk petugas yang bekerja pada penerangan unit ini.

          Dalam volume lalu lintas tinggi atau padat pada daerah perkotaan, sangat sulit untuk mempertahankan penerangan menggunakan unit tiang lengan kembar, jika memungkinkan sebaiknya armatur lampu harus ditempatkan pada tepi luar jalan raya (side-mounted). Selain itu, pemasangan penerangan unit ini tidak boleh digunakan pada jalan volume lalu lintas padat dengan lebar bahu jalan lebih dari 10 meter. Jika terpaksa tetap memasang penerangan unit ini biasanya menggunakan jenis armatur tiang lengan kembar sepanjang 6 meter.

8.      Penerangan Persimpangan (Intersection)
         Penerangan di persimpangan jalan biasanya diperlukan untuk mengingatkan pengendara  bahwa telah mendekati persimpangan jalan. Catatan penting tentang penerangan persimpangan jalan adalah sebagai berikut :
a. Armatur lampu harus ditempatkan pada atau dekat titik persimpangan yang menonjol.
b.  Pencahayaan harus disediakan di semua persimpangan dilengkapi lampu pengatur lalu lintas (traffict signal) dengan ketentuan sebagai berikut :
1)  Sebuah tiang traffict sinyal poros panjang dengan armatur tiang lengan panjang harus digunakan untuk menghindari menambahkan lebih banyak tiang di persimpangan.
2)  Penerangan jalan pada tiang traffict sinyal harus diberi sumber dari titik sumber layanan traffict sinyal.
3) Tingkat pencahayaan pada penerangan persimpangan dengan traffict sinyal ditentukan berdasarkan klasifikasi daerah masing-masing (jalan pusat perdagangan, jalan perumahan dsb).
c.  Tiang lampu tambahan mungkin diperlukan bila persimpangan memiliki saluran atau jalur balik yang kompleks.
d .  Disarankan tingkat penerangan rata-rata horisontal (footcandela) untuk penerangan jalan sesuai dengan tabel footcandle level (akan dibahas pada pertemuan berikutnya).
e. Tingkat pencahayaan di salah satu persimpangan harus lebih besar daripada persimpangan lainnya yang terdapat pencahayaan menyala terus menerus.
f.   Jika tingkat pencahayaan di antara persimpangan cukup rendah, misalnya hanya 0,6 footcandela, maka intensitas cahaya di tengah persimpangan harus dua kali lipatnya yang merupakan sebuah aturan.

9. Penerangan Bundaran (Roundabout)
          Menurut buku panduan informational FHWA yang berisi informasi tentang penerangan bundaran bahwa kebutuhan pencahayaan pada bundaran jalan agak bervariasi yang didasarkan pada lokasi dimana bundaran tersebut berada (kondisi perkotaan, pinggiran kota, atau pedesaan). Umumnya, pencahayaan bundaran harus selalu menyala. Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan yang dianjurkan, yaitu :
a. Pencahayaan yang baik harus disediakan pada area yang berdekatan dengan bundaran, seluruh area perlawanan arah di mana lalu lintas memasuki aliran sirkulasi, dan di segala tempat dimana aliran lalu lintas telah terpisah untuk keluar dari bundaran.
b.  Lebih baik untuk menyalakan lampu penerangan bundaran dari arah luar ke dalam menuju pusat. Hal ini akan meningkatkan visibilitas pusat bundaran dan visibilitas sirkulasi kendaraan bagi kendaraan yang sedang mendekati bundaran.

          Buku panduan desain penerangan jalan AASHTO merekomendasikan bahwa tingkat pencahayaan pada persimpangan konvensional harus sekitar 1 footcandela lebih besar daripada persimpangan dimana terdapat pencahayaan terus menerus. Jika tingkat pencahayaan di antara persimpangan cukup rendah, maka intensitas cahaya di tengah persimpangan harus dua kali lipatnya yang merupakan sebuah aturan.
    Pencahayaan harus diperpanjang minimal 400 meter unutk setiap jalan yang menghubungkan ke bundaran tersebut. Tingkat cahaya di atas harus sesuai dengan nilai-nilai yang termuat pada tabel footcandle level (akan dibahas lebih lanjut) atau sebaliknya jika tidak diperlukan.
         Lampu penyeberangan di bundaran biasanya harus terus menyala agar pejalan kaki dapat melihat kontras cahaya dengan positif. Tiang lampu ditempatkan pada jarak 1 s/d 30 meter sebelum penyeberangan, hal ini sangat dianjurkan untuk tujuan tersebut. Lampu penerangan bundaran harus menyala dari tepi luar jalan untuk membantu agar pejalan kaki dapat memlihat kontras cahaya dengan positif. Jenis lain konfigurasi pemasangan tiang lampu  penerangan bundaran jalan ditunjukkan seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Jenis lain konfigurasi pemasangan tiang lampu penerangan bundaran (roundabout)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar