• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Kamis, 16 Januari 2014

Prinsip Dasar Sistem UPS Rotary

          Sistem yang paling dasar dari UPS rotary adalah sistem ride-through inersia-driven. Sistem ini terdiri dari motor sinkron yang menggerakan generator sinkron dengan roda gila besar seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Selama operasi normal motor menggerakan roda gila dan generator sinkron pada kecepatan konstan sebanding dengan frekuensi catu daya. Tegangan keluaran generator diatur oleh regulator tegangan dan frekuensi yang konstan dan proporsional dengan frekuensi motor catu daya. Bila daya input sesaat hilang atau degradasi, roda gila mensuplai energi yang tersimpan ke generator dan frekuensi dipertahankan dalam toleransi yang diinginkan dengan durasi tergantung pada inersia roda gila.


Gambar 1. Sistem ride-through inersia-driven

          Interval waktu dimana frekuensi dapat dipertahankan dalam toleransi sebanding dengan rasio inersia roda gila untuk beban dengan kecepatan tertentu. Untuk menjaga berat sistem yang rendah, diperlukan kecepatan yang tinggi. Namun, untuk menjaga tingkat kebisingan yang rendah, kecepatan rendah yang diinginkan. Oleh karena itu, sistem ini biasanya dioperasikan pada kecepatan 1800 putaran per menit (rpm) sebagai trade-off. Dalam sistem ini, motor sinkron digunakan untuk mempertahankan kecepatan konstan yang tidak tergantung dengan tingkat beban. Namun, motor induksi  denagn slip yang sangat rendah juga dapat digunakan Dalam desain yang baru sebuah motor asinkron dikopel dengan generator sinkron. Teknologi ini menggunakan induksi kopling ketimbang roda gila untuk menyimpan inersia. Desain lainnya menggunakan baterai, dimana baterai didukung oleh inersia sistem UPS rotary yang terdiri dari motor sinkron menggerakan generator sinkron, dengan rectifier, inverter, dan penyimpanan baterai tambahan. Konfigurasi sistem tersebut ditunjukkan seperti pada Gambar 2. Selama operasi normal, motor sinkron menggerakan generator sinkron dan menyediakan daya yang tersaring. Setelah kehilangan daya input ac ke motor, baterai mensuplai daya ke motor melalui inverter yang menggerakan generator. Baterai memberikan energi ke sistem selama transisi dari operasi normal ke operasi darurat. Sistem ini juga dapat menggunakan baterai kinetik yang standar seperti baterai Lead-Acid dan baterai NiCad.


Gambar 2. Baterai yang didukung Motor-Generator (MG) Set

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar