• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Rabu, 20 Maret 2013

Kisah Inspiratif : Virus Pikiran Pada Komputer Hayati

          Jika diibaratkan sebuah komputer, maka otak manusia adalah hardware (perangkat keras) yang masih  originil, sempurna dan bersih. Sedangkan pikiran sadar dan perasaan manusia adalah software (perangkat lunak) yang berisi informasi, data-data penting, catatan prestasi dan sebaginya. Kita bisa memasukkan apa saja yang penting compatible, dan apa saja yang kita masukkan akan diterima dan disimpan dalam memori (hard disk) pikiran bawah sadar. Dengan kata lain otak dan pikiran manusia kita sebut sebagai komputer hayati, sedangkan komputer yang biasa kita gunakan untuk mengetik, browsing, chatting dan sebagainya disebut sebagai komputer mesin.
         Agar komputer dapat bekerja dengan baik dan sempurna diperlukan hardware dan software yang baik pula. Jika terjadi gangguan di salah satunya, maka komputer tidak akan bekerja atau berjalan dengan optimal. Biasanya yang membuat komputer sering menjadi tidak beres (hang) adalah karena software nya terkena virus atau data yang kita masukkan overload.
          Masalah teknis operasional komputer berlaku untuk keduanya, baik komputer mesin maupun komputer hayati yaitu :
- jika dipakai terus akan panas
- rentan serangan virus, maka diperlukan anti virus
- hardware dan software perlu selalu diupgrade sesuai dengan perkembangan jaman
- secara berkala perlu perawatan (maintenance, disk clean up, empty recycle bin, defragment dsb).
          Jika komputer mesin rusak kita perlu memperbaikinya atau kita serahkan ke service center. Lalu bagaimana jika komputer hayati yang begitu canggih itu rusak ?

Datangnya Virus Hayati
          Kalau kita selalu menonton tayangan televisi dan membaca informasi negatif, maka pikiran bawah sadar kita akan menerima dan menyimpannya begitu saja, tanpa bisa membedakan benar atau salah, fakta atau khayalan, baik atau buruk. Dan suatu saat akan bangkit menjadi raksasa yang jahat.
          Seperti halnya komputer yang terkena virus, kita tidak akan dapat meraih sukses karena di otak  atau pikiran kepala kita dipenuhi oleh virus. Maka tiada cara untuk meredamnya, terkecuali melakukan diet menonton dan membaca informasi-informasi negatif tersebut. Oleh karena dahsyatnya informasi dalam menentukan masa depan kita, maka :
- hati-hati dengan apa yang kita baca ?
- hati-hati dengan apa yang kita tonton ?
- hati-hati dengan apa yang kita dengar ?
- hati-hati dengan apa yang kita pelajari ?
- hati-hati dengan apa yang kita yakini ?
- hati-hati dengan apa yang kita pikirkan ?

Virus Dari Dalam Diri
          Virus dari luar bisa kita hindari, lalu bagaimana dengan virus yang datangnya dari dalam diri kita ?. Virus ini ternyata lebih berbahaya dan lebih sulit untuk membuangnya, karena kita sendirilah yang membuatnya dan telah bersemayam dalam pikiran bawah sadar, sehingga mencengkeram kuat hingga kurun waktu yang  cukup lama.
          Virus ini menyerang mindset dan bersarang dalam pikiran bawah sadar. Jika terjangkit, kita disebut mengalami gangguan mindset atau diistilahkan mental block, yaitu sebuah penjara mental yang mengurung dan membatasi obsesi besar seseorang untuk hidup merdeka, sukses dan bahagia  Jadi mental block adalah hambatan secara mental (psikologis) yang menyelubungi pikiran seseorang yang muncul dari kekeliruan pengalaman hidup atau pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa sakit hati atau luka batin, dan sebagainya.
          Berikut ini merupakan virus-virus yang datangnya dari dalam diri kita, yaitu antara lain :
1. Ketakutan dan kecemasan
          Virus negatif ini bersumber dari kecemasan, perasaan takut dan trauma masa lalu yang membelenggu dan selalu menyuarakan pesemistis, keterbatasan dan keputusasaan. Sumber-sumber ketakutan itu adalah :
- takut gagal, 
- takut kecewa, 
- takut bangkrut, 
- takut dikhianati teman 
- dan sebagainya.

2. Dalih atau alasan
          Jika dalih atau alasan negatif itu berasal dari orang lain, maka kita akan dengan mudah mematahkan dan menghancurkannya. Namun jika kita sendiri yang menciptakan atau membuatnya, maka siapapun akan sulit untuk menghancurkannya. Berbagai dalih atau alasan yang membelenggu seseorang antara lain yaitu :
- keturunan atau ras, 
- latar belakang pendidikan, 
- zodiak (shio), 
- hoki atau keberuntungan, 
- gender atau jenis kelamin, 
- nasib atau takdir, 
- hari lahir atau weton.

3. Kebiasaan Buruk (Bad Habit)
          Kebiasaan buruk adalah virus yang bersumber dari tradisi, adat istiadat, kepercayaan yang turun temurun dan perilaku negatif para pendahulu. Seperti misalnya kata-kata berikut ini, :
- nrimo ing pandum, ora usah neko-neko
- dasar balung kere, biar bagaimanapun tetap kere
- mangan ora mangan asal ngumpul
- dan lain-lain

4. Kemapanan (Zona Nyaman)
          Zona nyaman berarti area dalam kehidupan kita dimana kita merasa nyaman hidup atau berada di dalamnya. Sehingga kita selalu mengulangi untuk tetap berada di dalam area kecil kehidupan kita itu. Zona nyaman di sini bukanlah kehidupan kita yang aman secara lahir dan batin, melainkan lingkungan yang telah mendarah daging, sehingga membuat siapapun terlena. Ia akan menghabiskan waktu dan tenaga untuk bertahan dan melakukan kebiasaan serta ruitnitas hingga akhir hayat. Padahal jika ia mau dan berani keluar dari kotak (zona) itu, dengan segala kemampuan dan potensinya, ia pasti dapat meraih kesuksesan dan kehidupan masa depan yang jauh lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar