• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Minggu, 17 November 2013

Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) Merupakan Pengembangan MRI

          Sobat blogger yang berbahagia, perkembangan MRI nampaknya hanya dibatasi oleh imaginasi. Teknologi MRI bisa dikatakan masih relative baru, penggunaannya tersebar luas masih kurang dari 20 tahun. Bila dibandingkan dengan penggunaan sinar X yang sudah lebih dari 100 tahun digunakan secara luas. Dengan dikembangkannya scanner kecil untuk imaging bagian tubuh tertentu, sebagai contoh scanner kecil yang ditempatkan di lengan, lutut atau kaki sekarang ini telah digunakan dibeberapa area rumah sakit. Kemampuan memvisualisasi sistem arteri dan pembuluh darah sedang dikembangkan. Pemetaan fungsi otak (membaca sekilas otak seseorang selagi melakukan tugas phisik tertentu seperti penekanan suatu bola, atau melihat jenis gambar tertentu) membantu peneliti untuk mengetahui bagaimana otak bekerja dengan lebih baik. Diramalkan secara spekulatif untuk masa yang akan datang MRI akan menjadi lebih baik dan akan menyenangkan dan menguntungkan dalam merawat pasien. MRI masa depan tersebut adalah Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI).

1. Pengertian FMRI
          Functional Magnetik Resonance Imaging (FMRI) merupakan teknik penggambaran aktivasi otak dengan jenis yang berbeda dari sensasi pisik (penglihatan, suara, sentuhan, taste, senyum) atau aktivitas lainnya seperti penyelesaian masalah gerakan (dibatasi oleh mesin). Scan FMRI merupakan penambahan peralatan umum untuk pemetaan otak dalam ilmu kognitif.

2. Perbedaan Antara MRI dan FMRI
         Scan FMRI menggunakan prinsip dasar yang sama dari atom fisika seperti mesin scan MRI, namun scan MRI menggambar susunan anatomi sedangkan pada scan FMRI menggambar fungsi metabolisme. Jadi gambar scan yang dibuat scan MRI pada umumnya seperti gambar tiga dimensi susunan anatomi, sedangkan gambar yang dibuat oleh scan FMRI merupakan gambar dari aktivitas susunan metabolisme anatomi.

Gambar 1. Gambar otak kepala (irisan tunggal) menggunakan scan MRI

Gambar 2. Gambar urutan temporal otak (irisan tunggal) menggunakan scan FMRI

Gambar 3. Gambar aktivasi otak (3 Dimesi)

3. Tata cara pemeriksaan pasien menggunakan scan MRI
          Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pasien saat pemeriksaan dengan menggunakan scan MRI adalah sebagai berikut :
- Pasien berbaring telentang di atas tempat tidur MRI.
- Meja MRI akan diatur oleh operator MRI .
- Pasien akan mendengarkan suara seperti suara ketukan selama berjalanya pemeriksaan dengan MRI
- Pasien boleh didampingi oleh 1 orang pengantar/pendamping.
- Selama pemeriksaan pasien selalu dibawah pengawasan petugas MRI
- Bila ada kondisi yang kurang nyaman, pasien dapat memberi tanda kepada petugas MRI.
- Pada umumnya pemeriksaan MRI membutuhkan waktu sekitar 15 – 30 menit .
- Setelah pemeriksaan selesai, pasien dapat melakukan aktifitas seperti biasa.
          Pemeriksaan pasien dengan menggunakan MRI aman dilakukan karena tidak menggunakan sinar X atau bahan radioaktif, meskipun demikian wanita dengan kehamilan muda (Triwulan I) tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan dengan menggunakan MRI. Pemeriksaan dengan menggunakan MRI juga tidak bisa dilakukan pada :
- Pasien yang menggunakan pacemaker .
- Pasien yang menggunakan klip pembuluh darah yang bersifat ferromagnetis (bahan logam yang tertarik oleh magnit)..
- Pasien dengan benda asing logam (gram) pada mata atau tempat lain .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar