• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Sabtu, 17 November 2012

Penelitian Penggunaan Lampu TL dan Lampu Pijar


PENELITIAN PENGGUNAAN LAMPU FLUORENCENT (TL) 
DAN LAMPU PIJAR (WOLFRAM)

I. PENELITIAN PENGGUNAAN LAMPU TL DAN LAMPU PIJAR

A. Gambar Rangkaian Penelitian
         1. Rangkaian penelitian penggunaan lampu TL 40W/220 Volt/50 Hz

          2. Rangkaian penelitian penggunaan lampu pijar (elemen wolfram)
  

      B. Tabel Hasil Penelitian

No
Beban
Tegangan
(Volt)
Daya
(Watt)
Cos j
Kuat Penerangan (Lux)
1.
TL 40 Watt
220V/50Hz
39
0,6
925
2.
Pijar 75 Watt
220V/50Hz
74
0,99
505
3.
Pijar 2x75 Watt
220V/50Hz
148
0,99
865
4.
Pijar 3x75 Watt
220V/50Hz
225
0,99
1255
5.
Pijar 2x75 Watt
 + 1x60 Watt
220V/50Hz
208
0,99
1155
 

II.    PENELITIAN STROBOSCOFIC EFFECK YANG DITIMBULKAN OLEH CAHAYA LAMPU TL PADA BENDA-BENDA YANG BERGERAK BERPUTAR DI BENGKEL LISTRON SURYA TEKNIK PONTIANAK

      A. Gambar Penelitian

     B. Hasil Penelitian/Pengamatan

1. Bila cahaya yang menerangi ruangan berasal dari lampu Fluoressent (TL), maka oleh pengelihatan mata dengan langsung benda berputar tersebut seolah-olah tidak berputar. Hal ini akan membahayakan keselamatan orang yang bekerja pada benda/disekitar benda tersebut. Karena benda tersebut disangka diam padahal bergerak.

 2 Bila cahaya yang menerangi ruangan berasal dari cahaya matahari dan dari cahaya lampu pijar, maka oleh pengelihatan mata dengan langsung benda berputar tersebut jelas kelihatan berputar sebagaimana adanya.

III.           KESIMPULAN

 A.  Penelitian kuat penerangan lampu TL dan lampu pijar membuktikan bahwa : 

  1. Kuat penerangan lampu TL adalah lebih bagus dan lebih terang dibandingkan dengan kuat penerangan lampu pijar dengan daya dan tegangan yang sama.

      2. Satu buah lampu TL dengan daya 40 Watt/220 V akan sama kuat penerangannya dengan dua buah lampu pijar 75 Watt/220 V.

    3. Kelemahan dari lampu TL adalah bahwa faktor daya (Cos φ)-nya rendah dibandingkan dengan lampu pijar. Jadi dengan lampu TL rugi-rugi daya cukup besar.

   4. Untuk mengatasi kelemahan dari lampu TL di atas (poin 3.), setiap lampu TL harus ditambah/dipasang sebuah beban kapasitif (Capasitor) yang sesuai, sebagai penyeimbang/perbaikan faktor daya (Cos φ). Sehingga rugi-rugi daya dapat diminimalisir.

B.  Penelitian/Pengamatan Stroboscofic Effeck Yang Ditimbulkan Oleh Lampu Fluoresscent (TL)

1.    Bila cahaya yang menerangi ruangan berasal dari lampu Fluoressent (TL), maka oleh pengelihatan mata dengan melihat langsung benda berputar tersebut, seolah-olah benda tidak berputar. Hal ini akan membahayakan orang yang bekerja pada benda atau disekitar benda tersebut, karena benda tersebut disangka diam padahal bergerak/berputar.

2. Bila cahaya yang menerangi ruangan berasal dari cahaya matahari dan dari cahaya lampu pijar, maka oleh pengelihatan mata dengan melihat langsung benda berputar tersebut jelas kelihatan berputar sebagaimana adanya.

    3. Untuk mengatasi gangguan yang ditimbulkan oleh cahaya lampu TL di bengkel-bengkel pada umumnya, yang di dalamnya terdapat benda/pekerjaan yang bergeraknya berputar, sebaiknya rangkaian penerangannya dirubah/diperbaiki dengan hubungan sistem Duo(dua) untuk sumber listrik 1 phasa atau sistem hubungan tiga phasa, seperti ditunjukan pada gambar rangkaian di bawah ini.
                
              Gambar alternatif pemecahan masalah untuk menghilangkan Stroboscofic Effeck yang ditimbulkan oleh cahaya Lampu Fluoresscent (TL) pada Bengkel/ Laboratorium yang di dalamnya terdapat benda-benda bergerak yang berputar.

2 komentar:

  1. saya mau tanya bagaimana cara pengukuran untuk lampu tersebut?? letak lampu dengan luxmeter bagaimana????
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. letak lampu biasa terpasang pada langit2 ruangan dan lux meter terletak pada permukaan meja kerja

      Hapus