• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Selasa, 31 Desember 2013

Prinsip & Konfigurasi Uninterruptible Power Supply (UPS)

          Sebelum kita lanjutkan membahas tentang materi ini, pada kesempatan yang berbahagia ini penulis ingin menucapkan "Selamat Tahun Baru 2014" kepada sobat blogger semuanya, semoga di tahun 2014 mendatang lebih semangat dan sukses selalu dalam segala hal.
          Oke sekarang kita lanjutkan pertemuan kali ini dengan membahas tentang prinsip dan konfigurasi UPS. Sebuah sistem UPS merupakan alternatif atau cadangan sumber daya disamping sumber listrik utama (dari PLN atau Genset). UPS juga memberikan perlindungan beban terhadap perubahan frekuensi sumber listrik utama, penghapusan noise power line dan transien tegangan, pengaturan tegangan, dan tidak akan penah terputusnya daya listrik untuk beban kritis selama terputusnya sumber listrik utama. Sebuah UPS dapat dianggap sebagai sumber daya listrik siaga atau daya listrik darurat yang tergantung pada sifat beban kritis. Jumlah daya yang diberikan UPS juga tergantung pada kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti penerangan darurat untuk evakuasi, penerangan darurat untuk keamanan, shut down operasi mesin atau komputer, terus mendukung berlangsungnya operasi atau peralatan penting medis, dan sebagainya. Pada dasarnya konfigurasi UPS terdiri dari dua macam yaitu UPS statis dan UPS rotary.

1. UPS Statis
          Sebuah UPS statis adalah UPS sistem solid-state yang hanya mengandalkan daya baterai sebagai sumber darurat. Sebuah UPS statis terdiri dari penyearah, inverter dan perangkat penyimpanan energi, yaitu satu atau lebih baterai. Inverter di UPS statis juga mencakup komponen untuk pengkondisian daya listrik. Sistem UPS statis modern dibangun dengan kapasitas daya mulai dari sekitar 220 VA hingga 1 MVA atau lebih. UPS statis dengan kapasitas daya mulai dari 220 VA hingga  1 MVA dibangun tanpa paralel komponen internal. Sedangkan UPS dengan daya output di atas 1 MVA dibangun dengan beberapa paralel komponen internal, yang mengakibatkan penurunan kehandalannya. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan diagram blok UPS statis sederhana,


Gambar 1. Diagram Blok UPS Statis Sederhana

2.  UPS Rotary
          Sebuah UPS rotary adalah sistem UPS yang menggunakan motor-generator (MG) set dalam desainnya. Gambar 2 menunjukan diagram blok UPS rotary sederhana. Tidak seperti unit UPS statis, bagian dasar untuk unit UPS rotary kemungkianan dibuat berbeda oleh setiap produsen. Unit UPS rotary terutama dirancang untuk daya besar sekitar 125 kVA ke atas. Beberapa keunggulan UPS rotary dibanding UPS statis adalah dapat memberikan efisiensi yang lebih tinggi, kemampuan bebas dari kesalahan lebih baik, kemampuan memasok arus yang mengalir  ke beban cukup tinggi, dan dapat menutup distorsi harmonik yang dihasilkan oleh beban non linear dalam saluran. Sedangkan kelemahannya antara adalah bearing UPS rotary harus diganti secara berkala, unit UPS rotary menghasilkan lebih banyak panas yang disebabkan oleh MG set, dan harganya relatif lebih mahal.

Gambar 2. Diagram Blok UPS Rotary Sederhana

          Oke sobat blogger, sementara hanya ini dulu yang kita bahas. Sedangkan mengenai prinsip dan rangkaian dari UPS Statis dan UPS Rotary secara mendetail nanti akan kita bahas pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Untuk itu tetap kunjungi dan ikuti blog ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar