• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Senin, 16 Desember 2013

Resiko & Keterbatasan Scan PET

          Alhamdulillah sobat, setelah ganti kartu jaringan internetnya lebih cepat dari biasanya, sehingga penulis lebih bersemangat untuk menulis di blog ini. Oke masih dalam sesi Positron Emission Tomography (PET), kita lanjutkan pembahasan pertemuan kali ini dengan membahas tentang resiko dan keterbatasan scan positron emission tomography (PET).

1. Resiko Scan PET
a. Pasien yang mempunyai penyakit pada nadi utama, kemungkinan mengalami sakit dada, atau angina, bila mengalami tekanan dalam kaitan dengan suatu obat yang diaplikasikan pada jantung. Bagaimanapun juga, pemeriksaan akan dilaksanakan di bawah pengawasan spesialis yang terlatih untuk memantau jantung pasien dengan menggunakan informasi yang disajikan oleh electrocardiogram, berdasarkan irama jantung dan tekanan darah. Jika perlu, pengobatan dapat diberikan untuk sakit dada. Pasien dimonitor cukup lama untuk memastikan bahwa pasien ada di baseline yaitu kondisi sama dengan ketika datang untuk melakukan pemeriksaan.
b. Penggunaan unsur radioaktif akan mengakibatkan ekspose pada sejumlah kecil radiasi jantung dan badan. Bagaimanapun juga, jumlah radioaktiv diatur yang paling kecil diperlukan untuk menyediakan gambar yang cukup. Cardiac nuklir medis memiliki prosedur tersendiri yang telah dilaksanakan lebih dari pada tiga decade dan tidak ada efek yang kurang baik dalam jangka panjang, serta telah diteliti dan dilaporkan hasil penelitiannya.
c. Pasien bisa mengalami reaksi alergi terhadap radiopharmatik tetapi ini sangat jarang terjadi.
d. Seperti dengan semua prosedur mengenai ilmu radiasi, adalah penting bahwa pasien menginformasikan pada dokternya dan teknisi jika hamil, penyinaran radiasi selama kehamilan diusahakan sangat minimum. Tergantung pada masalah medis pasien, jika pasien hamil prosedur cardiac nuklir medis mungkin bisa ditunda sampai pasien melahirkan.

2. Keterbatasan Scan PET
          PET dapat memberikan hasil salah jika keseimbangan kimia pasien tidaklah normal. Khususnya, hasil pemeriksaan dari pasien diabetes yang telah makan dalam beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan dapat mempengaruhi kadar gula darah atau tingkat hormon insulin darah. Juga karena unsur readioaktif rusak secara cepat dan efektif untuk perioda waktu pendek, harus dihasilkan dalam laboratorium di dekat scanner PET. Ini penting dilakukan tepat waktu agar bertemu dan menerima unsur radioaktif sesuai waktu yang dijadwalkan. PET harus dikerjakan oleh ahli radiologi yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang nuklir medis dan mempunyai pengalaman dengan scan PET. Pusat-pusat medis sekarang ini telah melayani jasa scan PET untuk pasien mereka. Perawatan kesehatan dan perusahaan asuransi telah banyak mengaplikasikan scan PET untuk peningkatan pelayanan dan pemenuhan berkelanjutan.
          Akhirnya, nilai dari scan PET dapat ditingkatkan bila bagian dari sebagian besar diagnostic dapat dilakukan. Seringkali memerlukan perbandingan scan PET dengan peralatan imaging yang lain seperti CT atau MRI. Pada umumnya SPECT, Cardiovascular Imaging and Bone Scanning SPECT merupakan teknik imaging yang serupa dengan PET. Namun radioaktif yang digunakan dalam SPECT (Xenon=133, Technetium-99, Iodine-123) memiliki waktu rusak lebih lama dari pada yang digunakan pada scan PET dan merupakan emisi tunggal mengganti sinar gamma ganda. Scan SPECT dapat memberikan informasi tentang aliran darah dan distribusi unsur radioaktif dalam tubuh. Gambar memiliki sensitivitas kurang dan gambar sedikit lebih rinci daripada san PET, namun teknik SPECT lebih murah dibanding dengan scan PET. SPECT juga lebih dapat diakses dibanding scan PET memusat, sebab tidaklah harus ditempatkan didekat suatu partikel pemercepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar