• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Minggu, 08 Desember 2013

Pengertian & Prosedur Positron Emission Tomography (PET)

         Pokok bahasan kita yang terakhir mengenai peralataan elektronik yang digunakan untuk keperluan kedokteran adalah Positron Emissin Tomography (PET). Untuk pertemuan yang perdana dalam sesi PET kali ini kita bahas tentang pengertian dan prosedur PET. Oke sobat blogger untuk lebih jelasnya tentang PET simak uraian berikut ini.

A. Pengertian Positron Emission Tomography
          Posisi emisi tomograpi, yang dikenal dengan sebutan penggambaran PET adalah pemeriksaan diagnose yang melibatkan akuisisi dari gambar psikologi yang didasarkan pada deteksi radasi dari emisi positron. Positron adalah partikel tipis yang diemisikan dari unsur radioaktif mengalir pada pasien, yang dikembangkan dengan teknik radioaktif untuk menganalisa berbagai penyakit dalam kedokteran nuklir menggunakan instrumen tomographic untuk menggambarkan sebagian organ tubuh dan memfungsikannya dengan menyisipkan radio isotop ke dalam sistem vaskuler dan kemudian mencari konsentrasi dari pengusut dalam berbagai organ tubuh. 
        Scanning positron emission tomography (PET) dan single photon emission computed tomography (SPECT), keduanya merupakan teknik untuk dapat menghasilkan gambar tomography dan atau irisan individual. Metode lain dari pemeriksaan bagian dalam dan luar tubuh seperti keempat cara yang telah bahas sebelumnya, sebenarnya bisa juga berdasarkan pada radiasi panas (thermography). Scaning PET dan SPECT merupakan instrumen endoscopy dengan sumber cahaya dan kamera pada imaging dan disisipkan ke dalam tubuh untuk mengambil gambar optik dari kerongkongan, perut, menurunkan isi perut atau bagian tubuh lain. Ketika suntikan itu beredar, radio isotop cenderung berdistribusi melalui suatu titik pada tubuh. Sepanjang tubuh pada titik titik yang dilayani oleh aliran darah mungkin terjadi konsentrasi secara istimewa di organ tubuh tertentu (missal radioaktif iodine dalam kelenjar gondok). Isotop mengeluarkan radiasi (paling umum, sinar gamma) dapat diinterupsi oleh sinar kamera. Variasi intensitas radiasi dalam ruang sumber titik dalam tubuh mengaktipkan film Gamma atau susunan detektor lain yang merespon dengan pemetaan intensitas radiasi dalam ruang X-Y untuk menciptakan gambar. Radio isotop dalam penggunaan normal mempunyai umur yang relative singkat, jadi pengukuran secara cepat dan meminimkan bahaya radiasi.

Gambar 1. Peralatan PET

B. Prosedur Umum Penggunaan PET
         Scan PET seringkali digunakan untuk mendeteksi kanker dan menguji pengaruh terapi kanker dengan karakterisasi perubahan biokimia dalam kanker. Scan ini dapat dilakukan pada seluruh tubuh. Scan PET jantung dapat digunakan untuk menentukan aliran darah pada otot jantung dan membantu mengevaluasi adanya penyakit jantung cononer. Scan PET jantung dapat juga digunakan untuk menunjukkan fungsi area jantung yang mengalami penurunan fungsi hidup dibandingkan scarred sebagai akibat serangan jantung yang dinamakan myocardial infarction.
         Dikombinasi dengan penelitian myocardial perfusion, scan PET memungkinkan membedakan ketidak fungsian otot jantung dari otot jantung yang akan menguntungkan prosedur, seperti angioplasty atau pembuluh coroner yang akan mengembalikan aliran darah cukup dan meningkatkan fungsi jantung. Scan PET otak digunakan untuk mengevaluasi pasien yang mengalami kekacauan memori dari penyebab yang tak dapat ditentukan, atau diduga tumor otak yang tidak dapat merespon terhadap terapi medis dan oleh karena itu perlu perawatan dan pemeriksaaan yang lebih mendalam.

Gambar 2. Mesin PET

C. Prosedur Pemeriksaan
          Sebelum pemeriksaan dimulai, mesin scanner menghasilkan unsur radiasi yang dinamakan cyclotron dan dipasang, atau diberi label, campuran tubuh alami, yang paling umum adalah glukosa namun tak jarang air atau ammonia. Unsur ini akan mengatur tubuh pasien melokalisasi radioaktif dalam area tubuh yang tepat dan deteksi oleh scanner PET. Kemudian PET menampilkan gambar dengan tingkat warna dan kecerahan yang berbeda dari jaringan atau organ tubuh. Misalnya sebab jaringan sehat menggunakan glukosa untuk energi, ini sebagian diserap dari glukosa yang berlabel, dan akan ditunjukkan pada gambar PET.
         Oleh karena itu jaringan kanker yang menggunakan glukosa lebih banyak dari pada jaringan sehat akan mengakumulasi unsur lebih banyak dan muncul lebih cerah dari pada jaringan normal pada gambar PET. Salah satu teknik yang lebih dulu menggunakan radio isotop adalah scintigraphy. Komponen radio aktif, umumnya menggunakan unsur iodine, technicium dan thallium disisipkan ke dalam tubuh. Setelah menyebar isotop rusak mengijinkan sinar gamma yang diambil oleh detektor kamera gama yang ditempatkan dalam area tubuh akan diperiksa. Bangunan scintillation bintik cahaya pada detektor membentuk gambar tunggal diluar lokasi dan intensitas cahaya diemisikan sepanjang waktu. Terdapat kamera sinar gamma yang portabel menghasilkan scintigram.

Gambar 3. Proses scan dengan PET

          Dengan memilih radio isotop dan mengambilnya dalam tubuh yang tepat, secara selektif konsentrasi di dalam tulang, skeletal anomali siap digambar seperti ditunjukkan dalam pasangan dari pandangan tubuh berikut ini.

Gambar 4. Gambar skeletal anomali

          Kebanyakan hal ini digunakan untuk melihat dalam anomali kelenjar gondok. Dalam pandangan scan CAT , scintigram menunjukkan dengan tepat kondisi-kondisi abnormal (merah/kuning). Dalam CAT kelenjar gondok ini yang diinjeksi dengan radio aktif iodine yang telah dikonsentrasikan secara selektif.

Gambar 5.Warna hijau kelenjar ludah, warna merah gondok adenomas

          Dua instrumen imaging daya tinggi dalam kedokteran nuklir yang menggunakan pendekatan tomography adalah scanner SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography) dan PET (Position Emission Tomography). Instrumen ini secara khusus diempatkan untuk memantau proses dinamis seperti aliran darah dan sel metabolisme. Instrumen SPECT lebih dahulu digunakan secara umum baru berikutnya menyusul teknologi PET. Kedua instrumen menggunakan kamera sinar gamma untuk mendeteksi sinar gamma yang diemisikan photon dari radio isotop yang digunakan dalam penggambaran organ ubuh.
          Sinyal sinar photon gamma dialirkan ke dalam instrumen melalui collimator dan kemudian membentur detektor yang terbuat dari kristal thallium yang diaktifkan sodium iodide. Titik cahaya diciptakan oleh sinar gama yang diambil oleh photo multiplier, dikuatkan dan dikirim melalui rangkaian decoding menetapkan posisi X Y untuk setiap titik. Sinyal kemudian direkonstruksi sebagai gambar. 

Gambar 6. Mesin Scanner PET lengkap

          Radio isotop yang memiliki perbedaan setengah umur disuntikan, tergantung pada jenis, namun semua dilipatkan dalam cakupan jam. Secara normal digunakan TC99 (Technicium), radio isotop lain meliputi I123 dan Xe 133 semua mengemisikan gamma. Setiap decay menghasilkan sinar proton gamma tunggal. Scan SPECT pada umumnya diaplikasikan mengscan otak untuk menentukan ketidaknormalan namun dapat juga bekerja pada organ tubuh yang lain seperti jantung dan hati dengan kemampuan special untuk menggambarkan anomaly tulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar