• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Sabtu, 14 Desember 2013

Prosedur Pelaksanaan & Proses Pembentukan Gambar Scan PET

          Kita lanjutkan pembahasan kita untuk pertemuan yang kedua dalam sesi PET kali ini dengan membahas tentang prosedur pelaksanaan scanning dengan menggunakan PET. Dengan sedikit terkantuk-kantuk akibat menunggu jaringan internet dari ....... (maaf kena sensor) yang lelet walaupuun tarifnya tergolong mahal, penulis akan coba menjelaskan prosedur tersebut yaitu sebagai berikut.

1. Prosedur Pelaksanaan
          Perawat atau teknisi akan mengantarkan pasien ke dalam ruang injeksi khusus, dimana unsur pengatur radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah (meskipun banyak kasus, akan diberi melalui pembuluh darah atau menghisap sebagai gas). Ini membutuhkan waktu 30 sampai 90 menit untuk unsur yang berjalan melalui tubuh dan mengakumulasi dalam jaringan yang diamati. Selama waktu ini akan ditanyakan waktu istirahat pasien cukupkah dan mencegah gerakan atau pembicaraan yang signifikan dapat mengganggu. Ini membutuhkan waktu 30 sampai 45 menit. Banyak pasien, khususnya yang yang berpenyakit jantung mengalami tekanan saat pemeriksaan dengan scan PET dan sementara harus istirahat lagi setelah mendapatkan suntikan parmasi yang memasuki aliran darah ke jantung. Biasanya tidak terdapat pembatasan pada rutinitas harian setelah pemeriksaan, meskipun pasien telah minum banyak cairan untuk membilas unsur radioaktif dari tubuh. Untuk menunjukkan corak dapat ditandai dengan warna yang berbeda. Terminologi digunakan untuk arah pandang yang berbeda antara transaxial, sagital dan coronal.

Gambar 1. Hasil scan kepala dengan SPECT

2. Proses Pembentukan Gambar
          PET menghasilkan gambar tubuh dengan mendeteksi emisi radiasi dari unsur radioaktif. Unsur ini telah diinjeksikan ke dalam tubuh dan biasanya berlabel atom radioaktif seperti Carbon-11, Flourin-18, Oxygen-15 atau Nitrogen-13 yang memiliki waktu kerusakan pendek. Atom radioaktif dibentuk dengan pemborbardiran kimia normal dengan neutron yang diciptakan isotop radioaktif umur pendek. PET mendeteksi sinar gamma yang menyemburkan disisi mana positron memancarkan dari unsur radioaktif menabrak dengan suatu elektron dalam jaringan.
         Dalam scan PET pasien diinjeksi dengan unsur radioaktif dan ditempatkan pada meja datar yang dapat digerakkan naik melalui dalam suatu rumah yang berbentuk donat. Rumah ini terdapat susunan detektor berisi lingkaran sinar gama, yang satu rangkaian dengan kristal scintillation, masing-masing dihubungkan ke suatu photo multiplier tabung. Kristal mengubah sinar gamma, yang diemisikan dari tubuh pasien, ke suatu energi cahaya dan tabung photo muliplier mengubah dan menguatkan photon menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini kemudian diproses dengan komputer untuk membangkitkan gambar. Meja kemudian dipindahkan dan proses diulangi, akibatnya serangkaian irisan tipis gambar tubuh secara menyeluruh pada daerah yang diperiksa (seperti otak, paru-paru, liver). Irisan gambar tipis ini disusun dan dipresentasikan sebagai tubuh pasien.

Gambar 2 Cylodran bagian instrumen PET yang digunakan untuk menghasilkan 
radioisotop umur pendek Menunjukkan cyclotron bagian instrumen PET 

          PET memberikan gambar aliran darah atau fungsi biokimia lain, tergantung dari jenis molekul radio aktif berlabel yang digunakan. Misal PET dapat menunjukkan matabolisme glukosa dalam otak, atau dengan cepat mengubah variasi aktivitas tubuh. Bagaimanapun, meski terdapat beberapa pusat PET harus dilokasikan didekat partikel piranti pemercepat yang menghasilkan radioisotope umur pendek yang digunakan dalam teknik ini.

Gambar 3. Gambar otak normal yang digambarkan dalam 3 posisi yang berbeda

          Terdapat urutan pengirisan gambar individual (transaxial) melalui level otak yang berbeda. Diagram special di bawah ini, dikembangkan dari scan SPECT, menunjukkan perubahan penyakit alkoholik sebelum dan sesudah perlakuan.

Gambar 4. Pengurangan alkohol

Gambar 5.Penambahan alkohol 

        Oleh karena SPECT dan CT keduanya merupakan metode tomography (seperti PET dan MRI), komputer dikendalikan dalam pemrosesan gambar, dapat dikombinasi hasil dari dua metoda, seperti diilustrasikan dalam SPECT dan CT sehingga dipresentasikan dalam bentuk 3D untuk menunjukkan sangkar tulang rusuk manusia, tulang belakang, jantung, dan gagal ginjal.

Gambar 6.Hasil SPECT dan CT dari torso bagian atas tubuh manusia
ditunjukkan kedua tulang dan organ dalam 

          Apa yang menarik tentang kehadiran alat pemecah atom kecil yang membom campuran berisi elemen yang akan digunakan untuk melacak, dengan cara memproduksi “fresh” radionuklida. Ini memiliki setengah umur dengan cakupan dari detik sampai menit sehingga harus disisipkan ke pasien (yang ada dalam arena detektor di kamar yang berada di sisi belakang scanner PET) hampir dalam waktu nyata sebagai pelacakan gerakan campuran dari cyclotron ke individual yang sedang didiagnosa. Scan PET secara khusus ditargetkan untuk pemeriksaan jaringan lunak dan penggunaan dalam ilmu penyakit saraf, cardiology, dan pendeteksian tumor dalam berbagai bagian-bagian dari tubuh. Dimulai dari tiga gambar yang ditunjukkan versi scan PET dari penggambaran badan utuh (bandingkan dengan scintigram di atas), dalam kasus ini kemajuan pemindahan jaringan menular dipantau dengan chemotherapi.

Gambar 7. PET ini mengungkapkan kemajuan dari kanker dada kiri pasien

Gambar 8. Serangkaian irisan PET menunjukkan distribusi kondisi 
anomalous otak (irisan samping) dikaitkan dengan epilepsy.

Gambar 9. Scan PET dapat menunjukkan pola dalam otak yang membantu 
dokter dalam mendiagnose dan memperlakukan penyakit parkinson.

Gambar10.Scan otak penderita parkinson 

          Berikut ini sekelompok ilustrasi penggambaran, kadang-kadang MRI tidak dapat menunjukkan titik-titik yang tidak normal secara jelas yang demikian ini seperti luka yang berkaitan dengan penyakit Huntington yang dipertunjukkan secara efektif dengan scan PET.

Gambar 11. Perbandingan hasil MRI

          Ini pasangan gambaran PET terakhir menyoroti hasil dari suatu pelajaran penelitian menarik oleh Dr. Marcus Raidle Washington Universitas ( St. Louis). Ia menggunakan scan PET dari otak seorang relawan yang menandai bagian atas dan area di mana beberapa keterampilan/pengetahuan bersifat elementer aktivitas fungsional telah meninggalkan cetakannya. Setelah relawan dilatih empat bulan lebih untuk memodifikasi peningkatan kemampuan keterampilan dan pengtahuan baru, gambar dasar PET menunjukkan adanya pergeseran area baru dimana kemampuan ini telah terekam dalam otak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar