• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Minggu, 15 September 2013

Sistem Pengamanan Bahaya Sengatan Listrik

SISTEM PENGAMANAN TERHADAP BAHAYA SENGATAN LISTRIK

          Sistem pengamanan listrik bertujuan selain untuk melindungi jaringan listrik dan peralatan (beban) listrik juga untuk mencegah orang bersentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan bagian yang beraliran listrik. Tetapi dalam bahasan kali ini penulis hanya akan membahas tentang sistem pengamanan bahaya sengatan listrik bagi manusia baik terhadap sentuhan langsung maupun sentuhan tidak langsung. 

1. Pengamanan Terhadap Sentuhan Langsung
          Terdapat banyak cara atau metode pengamanan terhadap bahaya sengatan listrik dari sentuhan langsung seperti yang dijelaskan berikut ini.

a. Menyekat dengan isolasi pengaman yang memadai
          Memastikan bahwa kualitas isolasi pengaman baik dan melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan dengan baik agar kondisi isolasi tetap berfungsi dengan baik. serta memasang kabel sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku.

Gambar 1. Pengamanan dengan meyekat menggunakan bahan isolasi

b. Menghalangi akses atau kontak langsung menggunakan enklosur, pembatas  dan penghalang

Gambar 2. Pengamanan dengan memasang pagar atau pembatas

c. Menggunakan peralatan INTERLOCKING
          Peralatan ini biasa dipasang pada pintu-pintu ruangan yang di dalamnya terdapat peralatan yang berbahaya. Jika pintu dibuka, semua aliran listrik ke peralatan terputus (door switch).

2. Pengamanan Terhadap Sentuhan Tidak Langsung
          Pentanahan (arde/grounding) merupakan salah satu cara konvensional untuk mengatasi bahaya tegangan sentuh tidak langsung yang dimungkinkan terjadi pada bagian peralatan yang terbuat dari logam. Untuk peralatan yang mempunyai selungkup/rumah tidak terbuat dari logam tidak memerlukan sistem ini. Agar sistem ini dapat bekerja secara efektif maka baik dalam pembuatannya maupun hasil yang dicapai harus sesuai dengan standar.
          Tedapat dua hal yang dilakukan oleh sistem pentanahan, yaitu :
a. Menyalurkan arus dari bagian-bagian logam peralatan yang teraliri arus listrik liar ke tanah melalui saluran pentanahan, dan 
b. Menghilangkan beda potensial antara bagian logam peralatan dan tanah sehingga tidak membahayakan bagi yang menyentuhnya. Berikut ini contoh potensi bahaya tegangan sentuh tidak langsung dan pengamanannya.

Tegangan sentuh (tidak langsung)
          Peralatan yang digunakan menggunakan sistem tegangan fasa-satu, dengan tegangan antara saluran fasa (L) dan netral (N) 220 V. Alat tersebut menggunakan sekering 200 A. Bila terjadi arus bocor pada selungkup/rumah mesin, maka tegangan/beda potensial antara selungkup mesin dan tanah sebesar 220 V. Tegangan sentuh ini sangat berbahaya bagi manusia. Bila selungkup yang bertegangan ini tersentuh oleh manusia maka akan ada arus yang mengalir ke tubuh manusia tersebut sebagaimana telah diilustrasikan pada
bahasan pertemuan sebelumnya.

Gambar 3. Kondisi tegangan sentuh pada peralatan/beban listrik

          Pengamanan dari tegangan sentuh dilakukan dengan membuat saluran pentanahan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.12. Saluran pentanahan ini harus memenuhi standar keselamatan, yakni mempunyai tahanan pentanahan tidak lebih dari 0,1 Ohm. Jika tahanan saluran pentanahan sebesar 0,1 Ohm, dan arus kesalahan 200 A, maka kondisi tegangan sentuh akan berubah menjadi : V = I x R = 200 x 0,1 = 20 V.

Gambar 4. Saluran pentanahan sebagai pengaman terhadap tegangan sentuh 

          Bila tegangan ini tersentuh oleh manusia maka akan mengalir arus ke tubuh manusia tersebut maksimum sebesar : I = V / Rk   (Rk = tahanan tubuh manusia)
- Kondisi terjelek
Rk min= 200 Ohm, maka I = 20 / 200 = 0,1 A atau 100 mA
- Kondisi terbaik
Rk maks = 1000 Kilo Ohm, maka I = 20 / 1.000.000 = 0,00002 A atau 0,02 mA.

          Berdasarkan hasil perhitungan tesebut di atas terlihat demikian berbedanya tingkat bahaya tegangan sentuh antara yang tanpa menggunakan pentanahan dengan yang menggunakan pentanahan. Dengan saluran pentanahan peralatan jauh lebih aman. Karena itu pulalah, saluran pentanahan ini juga disebut SALURAN PENGAMAN.
          Walaupun begitu, untuk menjamin keefektifan saluran pentanahan, perlu diperhatikan bahwa sambungan-sambungan harus dilakukan secara sempurna (lihat gambar 5).
- Setiap sambungan harus disekrup secara kuat agar hubungan kelistrikannya bagus guna memberikan proteksi yang baik.
- Kabel dicekam kuat agar tidak mudah tertarik sehingga kabel dan sambungan tidak mudah bergerak.

Gambar 5. Sambungan kabel pada steker/stop kontak yang dilengkapi pentanahan

          Dengan kondisi sambungan yang baik menjamin koneksi pentanahan akan baik pula dan bisa memberikan jaminan keselamatan bagi manusia (operator) yang mengoperasikan peralatan yang sudah ditanahkan (lihat gambar 6 dan 7).

Gambar 6. Hubungan peralatan listrik dan penggunanya

Gambar 7. Aliran arus listrik ke tanah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar