• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Selasa, 10 September 2013

Pemasangan Pipa Pada Sistem Refrigerasi

PEMASANGAN PIPA (PIPING) PADA SISTEM REFRIGERASI

          Dalam memilih pipa untuk keperluan sistem refrigerasi atau mesin pendingin harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut :
1. Memiliki daya hantar panas yang baik
2. Tidak Terpengaruh/bereaksi dengan refrigeran
3. Tahan bocor
4. Mudah untuk dikerjakan
5. Harganya relatif murah
          Jenis-jenis dan bahan pipa banyak macamnya antara lain adalah :
1. Pipa Tembaga
2. Pipa Alluminium
3. Pipa Perunggu
4. Pipa Baja
5. Pipa Baja stainless
6. Pipa plastik/PVC
7. Pipa fleksibel 
          Tetapi jenis pipa yang sering digunakan untuk keperluam sistem refrigerasi pada mesin pendingin adalah pipa tembaga dengan berbagai macam ukuran ketebalannya.
Gambar 1. Pipa tembaga

Tabel 1. Ukuran ketebalan pipa tembaga

Tabel 2. Perbandingan panjang pipa kapiler untuk beberapa ID pipa

Disamping pipa tembaga, ada beberapa bagian atau komponen mesin pendingin yang terbuat dari pipa aluminium seperti pada bagian evaporator kulkas dan terbuat dari pipa perunggu agar tahan terhadap getaran kompresor seperti pada bagian inside/outside kompresor.

Gambar 2. Evaporator yang terbuat dari pipa aluminium

Gambar 3. Inside/outside kompresor yang terbuat dari pipa perunggu

Contoh perhitungan pipa :
- Lemari Es dengan Kompresor 1/6 PK, menggunakn jenis refrigeran R-12, kondensor memakai fan, pipa direncanakan dipakai pada suhu rendah -200C. Berapa ukuran pipa kapiler yang diperlukan ?
- Jika menggunakan ukuran deameter pipa kapiler 0,031 ID, maka panjangnya  3,05 meter.
- Jika menggunakan ukuran deameter pipa kapiler  0,025 ID, maka panjangnya 3,00 meter.
- Tetapi jika pipa kapiler 0,025 ID sepanjang 3,00 meter hendak ditukar dengan pipa kapiler lain dengan karakteristik sama. Karena pipa kapiler yang tersedia hanya ukuran 0,026 ID. Barapa panjang pipa kapiler penggantinya ?
- Jika digunakan ukuran pipa kapiler 0,026 ID, maka panjangnya 1,2  x 3,00 = 3.6 meter. 

          Sedangkan jenis-jenis asesoris pelengkap untuk penyambungan pipa antara lain adalah:
1. Soldering Fitting
          Soldering fitting adalah pembuatan sambungan dengan bantuan pengelasan (brazing/soldering/welding), dengan menggunakan penyambung (coupling) seperti :
a. Socket (coupling)
Gambar 4. Coupling dengan ukurannya

b. Reducing Socket
Gambar 5. Reducing socket dan ukurannya

c. Elbow dan Socket Cabang U

Gambar 6. Macam-macam socket elbow dan socket cabang U

d. Socket Cabang T

Gambar 7. Macam-,macam ocket cabang T

e. Socket Cabang Y
Gambar 8. Socket cabang Y dan ukurannya

2. Flaring Fitting
         Flaring fitting adalah pembuatan sambungan pipa tidak permanen, dengan menggunakan penyambung (flare) yang dirapatkan oleh kunci pas atau kunci inggris (spana) atau lansung memakai flare nuts.
Gambar 9. Flare nuts

Macam-macam flare fitting antara lain adalah :
a. Double flare
Gambar 10 Double flaredan ukurannya

b. Double flare elbow
Gambar11. Double flare elbow danukurannya

c. Double flare cabang T
Gambar 12. Double flare cabang T

Tetapi sebelum disambung pipa-pipa tersebut dibentuk dulu ujung-ujungnya dengan mengunnakan swaging/flaring tool agar penyambungan lebih rapat dan tidak bocor (lihat gambar di bawah ini).
Gambar 13. Melebarkan ujung pipa dengan swaging tool

Gambar 14. Pengelasan sambungan pipa dengan gas butana


Gambar 15. Mengembangkan ujung pipa dengan flaring tool


Gambar 16. Menyambung pipa dengan menggunakan flare nuts

2 komentar:

  1. dari mana angka 1,2 pada rumusan nya gimana untuk menen tukan panjang kapiler tersebut apa sama untuk r 22 dan seterusnya

    BalasHapus
  2. Maaf baru sempat jawab, angka 1,2 didapat dari tabel perbandingan panjang pipa kapiler (tabel dapat dibaca pada buku "Teknik Reparasi Kulkas & Freezer hal 30). Untuk kap daya tertentu ada yang sama untuk R12 dan R22, tetapi ada juga yang berbeda (baca tabel daftar pemakaian pipa kapiler pada buku yang sama hal 29).

    BalasHapus