• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Sabtu, 11 Oktober 2014

Prinsip Kerja Dish Parabola

          Apa kabar sobat blogger, sudah lebih seminggu penulis tidak mengisi blog ini akibat kesibukan penulis menyambut hari raya Idul Adha tempo hari. Tapi kali ini penulis sudah sempat lagi bertemu dengan sobat blogger untuk membahas tentang prinsip kerja dish parabola. Oke sobat blogger untuk memahami tentang prinsip kerja dish parabola langsung aja kita ikuti uraian berikut di bawah ini.
          Prinsip pemantulan pada dish parabola sebenarnya mengikuti hukum cermin sekung, mengingat cermin sekung mempunyai persamaan bentuk kelengkungan dengan dish parabola. Dimana prinsip dasar cermin cekung adalah :
1. Sinar sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus


2. Sinar melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama


3. Sinar yang melalui jari-jari kelengkungan cermin, akan dipantulkan kembali melalui jari-jari kelengkungan cermin tersebut.

Gambar 1. Prinsip dasar cermin cekung

Rumus yang berlaku pada cermin cekung ataupun pada optik lainnya adalah : 1/S +1/S’ = 1/F
Dimana : S = Jarak antara benda dengan cermin
                 S’ = Jarak antara bayangan dengan cermin
                 F = Titik fokus cermin

          Dengan demikian prinsip dasar cermin dapat diaplikasikan ke dalam dish parabola yaitu sebagai berikut :
1. Diketahui bahwa satelit terletak pada jarak sekitar 3.600 KM di atas permukaan laut, hal sangat jauh bila dibandingkan dengan titik fokus antena parabola. Untuk itu dapat dinggap bahwa :
Jarak satelit ke cermin  > (lebih besar)  Jarak titik fokus ke cermin
 
          Sehingga jarak satelit dapat dianggap terletak pada jarak tidak terhingga (S = tak terhingga). Oleh karena frekuensi dari satelit tinggi sekali, maka sinyal satelit dapat digambarkan sebagai sinar (agar mudah dibayangkan).

2. Diketahui bahwa benda yang memnacarkan sinar (gelombang frekuensi tinggi) pada jarak yang jauh sekali akan sejajar dengan sumbu utama dish (sebagai cermin cekung), sehingga berdasarkan prinsip cermin cekung bahwa sinar sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan ke titik fokus. Dengan demikian sinyal-sinyal satelit akan terkumpul di titik fokus bila sumbu dish parabola sejajar dengan sinyal satelit yang datang.

Gambar 2. Pantulan sinyal satelit melalu dish ke titik fokus

          Perlu diingat bahwa dish dapat dianggap sebagai cermin cekung bila dalam keadaan ideal, dalam arti tidak memperhitungkan faktor koreksi dari sifat dan fisik alam. Jadi dapat diasumsikan bahwa :
Sinar (gelombang) dari satelit dianggap sejajar dengan sumbu utama
- Bayangan (pantulan) dan benda terletak pada medium indeks zat yang sama. Dalam hal ini indeks zat pada ketinggian 3.600 KM pasti berbeda dengan indeks zat udara yang hanya beberapa meter di atas permukaan laut dan masih banyak faktor lainnya yang merupakan faktor koreksi alam.
          Oleh karena cermin cekung berlaku untuk kondisi ideal, tetapi diaplikasikan dalam kondisi nyata (realita), maka faktor-faktor koreksi tersebut sangat diperlukan dalam memperhitungkan kelengkungan dish. Untuk lebih mudahnya dalam menentukan kelengkungan dish dapat melihat tabel kelengkungan dish yang akan disajikan pada pertemuan selanjutnya..
          Tingkat kualitas gambar dan suara dapat dinaikan dengan memperbesar ukuran dish, karena semakin luas penampang dish semakin banyak pemantulan sinyal ke feet horn. Contohnya untuk luas penampang 12 feet mempunyai luas pemantulan 4 x lebih besar dari pada luas penampang 4,5 feet, sesuai dengan persamaan berikut ini : 
A = ¼ π D²
                   P =  ( ¼ π 9² ) / ( ¼ π 4,5² ) = 63,585 / 15,896 = 4 kali
Dimana : A = luas penampang (permukaan) dish
                 D = deameter dish
                 P = perbandingan luas dish

          Pemilihan dish parabola dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah :
1. Karakteristik dari figure of merrit (G/T) yaitu temperatur noise antena yang meliputi :
Besarnya kwalitas LNB (terdiri dari LNA dan Down Converter) yang dinyatakan dalam satuan Kelvin.
- Karakteristik panas dari antena parabola (semakin terkena panas efisiensi antena akan semakin berkurang).
2. Karakteristik dari carrier to noise ratio (C/N) yaitu perbandingan kekuatan sinyal satelit terhadap noise yang meliputi :
Besarnya diameter dish parabola, dimana semakin banyak titik penangkapan sinyal akan semakin memperkuat penerimaan.
Ketepatan pemfokusan titik-titik penerimaan ke titik fokus.
Ketepatan pengarahan antena parabola ke satelit.
Jarak antara antena parabola dengan satelit.
-  Kekuatan pancar sinyal satelit ke bumi (antena penerima sinyal).
          
          Dish parabola merupakan peralatan utama yang penting bagi antena parabola dan biasanya suatu rumah atau gedung yang memiliki antena parabola adalah terbukti dengan terlihatnya dish parabola. Dish parabola mempunyai prinsip kerja seperti halnya prinsip kerja cermin cekung, dimana kecekungan dish parabola inilah yang dapat memantulkan sebanyak-banyaknya sinyal satelit ke feet horn yang terletak tepat di titik fokus dish. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kwalitas gambar dan suara yang lebih baik.
          Dish parabola yang baik tidak mungkin dapat menangkap sinyal dari beberapa satelit sekaligus secara bersamaan. Hal ini dikarenakan permukaan penampang dish hanya dapat menangkap sinyal lurus yang datang dari satelit (lihat gambar berikut di bawah ini).

Gambar 3. Dish parabola sedang mengarah pada salah satu satelit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar