• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Kamis, 06 Maret 2014

Langkah 4 Proses Desain Penerangan Jalan

4.       Langkah Desain 4 adalah Memeriksa akurasi desain
          Persamaan atau rumus menghitung jarak luminer sebagaimana yang telah didefinisikan pada langkah desain sebelumnya didasarkan pada pertimbangan tingkat rata-rata iluminasi atau lumen per meter persegi di area jalan. Hal ini menentukan mengenai kuantitas iluminasi dan sampai saat ini tidak ada yang telah dihitung mengenai kualitas iluminasi.
          Rasio keseragaman digunakan sebagai salah satu cara untuk menentukan kualitas iluminasi. Untuk tujuan ini, didefinisikan sebagai nilai rata-rata iluminasi perawatan dibagi dengan nilai iluminasi perawatan minimum. Karena tingkat rata-rata iluminasi perawatan sudah didefinisikan oleh proses desain (Eh), langkah berikutnya adalah menentukan atau menemukan titik iluminasi minimum.
          Titik iluminasi minimum dapat ditentukan dengan memeriksa diagram iso candela yang terkandung dalam data photometri untuk luminer tertentu. Mengacu pada diagram iso candela pada pembahasan sebelumnya, garis-garis di kurva tersebut menentukan tingkat iluminasi yang akan terjadi pada berbagai ketinggian pemasangan luminer. Beberapa faktor koreksi harus diterapkan pada nilai-nilai dari garis-garis kurva sebelum berada dalam bentuk yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut :

a.  Koreksi untuk ukuran sumber cahaya
          Nilai-nilai dalam diagram iso candela didasarkan pada 1000 lumen lampu telanjang. Dengan demikian, untuk lampu 27.500 lumen, masing-masing nilai kurva perlu dikalikan dengan faktor 27,5.

b.  Koreksi untuk tinggi pemasangan
          Nilai kurva biasanya ditunjukan untuk satu ketinggian pemasangan. Karena tingkat iluminasi berbanding terbalik dengan jarak dari sumber cahaya, faktor koreksi diberikan untuk mengadaptasi nilai-nilai kurva pada berbagai ketinggian pemasangan.

c.   Koreksi faktor perawatan
          Pada persamaan/rumus jarak luminer, faktor penyusutan lumen lampu (LLD) dan faktor penyusutan kotoran luminer (LDD) digunakan untuk mengkonversi nilai iluminasi awal ke dalam nilai iluminasi perawatan atau apa yang diharapkan ada setelah sistem telah beroperasi selama jangka waktu tertentu. Karena faktor koreksi perawatan ini yang digunakan dalam menghitung iluminasi rata-rata, juga harus digunakan dalam menentukan nilai penerangan minimum. Setelah mengerti bagaimana faktor-faktor koreksi ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan titik iluminasi minimum  yang diharapkan terjadi di jalan, yang tergantung pada lebar jalan, tinggi pemasangan, jenis luminer, dan konfigurasi pemasangan, titik minimum biasanya terjadi pada salah satu dari beberapa tipikal lokasi. Lokasi-lokasi tersebut ditunjukkan pada gambar berikut ini.

*) klik gambar untuk memperbesar ukuran gambar

Gambar 4. Lokasi potensi terjadinya titik iluminasi minimum

          Setelah pemeriksaan iluminasi pada setiap titik minimum diantisipasi, iluminasi minimum digunakan untuk menentukan rasio keseragaman. Sebagaimana yang telah dinyatakan di atas, persamaan rasio keseragaman adalah sebagai berikut :

                                                Iluminasi Perawatan Rata-Rata (Eh)
   Rasio Keseragaman =                            Dibagi
                                                Iluminasi Perawatan Minimum (Emin)

di mana,
Eh ditentukan dari Tabel Panduan Desain Penerangan Jalan (baca pembahasan sebelumnya)
Emin = (LL/1000) x LLD x LDD x CF x Emin

Jika Ratio Keseragaman kurang dari ambang batas yang dapat diterima untuk area dan jenis jalan tertentu, maka desain iluminasi tersebut dapat diterima.

Contoh Memeriksa Akurasi Desain
          Hitung rasio keseragaman pada titik-titik dalam gambar 4 di atas (menerapkan faktor penyesuaian sebagai kebutuhan). Kemudian asumsikan sebagai berikut :
-  Jalan arteri kecil merupakan Area Komersial
-  Jenis pengeerasan adalah R2
-  Jenis luminer natrium tekanan tinggi (HPS) 250 W
-   Ketinggian pemasangab 40 meter
-   Lebar jalur 12 meter
-   Luminer dipasang di atas bagian tengah jalur
-   Faktor LDD dan LLD adalah standart

          Selanjutnya lihat atau hitung nilai-nilai sebagai berikut :
-   Lumen lampu = 27.500
-   Faktor LLD = 0,80 (nilai standar)
-   Faktor LDD = 0,90 (nilai standar)
-   Faktor koreksi (CF) = 1.00 (data photometrik untuk tinggi pemasangan 40 meter)
-  Penerangan yang belum dikoreksi pada setiap titik dalam gambar (lihat tabel di bawah ini),

Tabel 2
*) klik tabel untuk memperbesar ukuran tabel

Tabel 3
*) klik tabel untuk memperbesar ukuran tabel

Catatan :
(1) rL = Rasio Longitudinal = Jarak sepanjang jalan/ Tinggi pemasangan
(2) rT = Rasio Transverse = Jarak menyilang jalan / Tinggi pemasangan
(3) E' = Iluminasi tidak dikoreksi  (fc) dari grafik (diabaikan jika 0)
(4) Total E' = jumlah E' untuk semua luminer
(5) Eh = Rata-rata iluminasi perawatan dari Tabel 1 (pada langkah desain 1)
(6) E = Iluminasi Perawatan (lihat persamaan/rumus)
     * E terkecil adalah iluminasi perawatan minimum
(7) Rasio Keseragaman = Iluminasi perawatan rata-rata / Iluminasi perawatan minimum
(8) Ratio keseragaman maksimum lihat Tabel 1 (pada langkah desain 1)
(9) Oke, Jika (7) < (8), kemudian Ya, jika semua titik adalah ya untuk setiap konfigurasi pemasangan.

          Jika rasio keseragaman yang dihitung (pada no 7) melebihi keseragaman maksimum (pada no 8), maka proses desain harus diulang menggunakan kombinasi lain dari distribusi luminer, ketinggian pemasangan, jenis luminer dan konfigurasi yang berbeda. Dalam contoh di atas, hanya konfigurasi berlawanan yang dapat diterima. Penggunaan komputer elektronik dalam desain penerangan akan mempercepat proses pengulangan perhitungan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar