• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Sabtu, 29 Oktober 2016

Jenis-Jenis Desain dan Konstruksi Reaktor Biogas

          Desain dan konstruksi reaktor biogas telah banyak dikembangkan di beberapa negara dengan beragam material, mulai dari yang menggunakan teknologi sederhana hingga teknologi tinggi. Bahkan reaktor biogas dengan teknologi tinggi sudah terlebih dahulu dibangun di beberapa negara Asia, Eropa dan Amerika. Berikut ini adalah beberapa contoh konstruksi reaktor biogas dengan teknologi sederhana.

Gambar 1. Skema reaktor biogas sederhana asal Banglades

Gambar 2. Skema reaktor biogas sedehana asal Nepal

Gambar 3. Skema reaktor biogas sederhana asal China

Gambar 4. Skema reaktor biogas sederhana asal Jerman

Gambar 5. Skema reaktor biogas sederhana asal Laos dan Rwanda

Gambar 6. Skema reaktor biogas sederhana asal Tanzania

Gambar 7. Skema reaktor biogas sederhana asal Vietnam

Gambar 8. Skema reaktor biogas sederhana asal India

          Di Indonesia terdapat berbagai jenis desain reaktor biogas yang terbuat dari bahan antar lain plastik (biogas plastik), fibreglass, baja dan besi, serta batu dan beton, salah satu contoh skemanya seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar 9. Skema reaktor biogas sederhana asal Indonesia

        Sedangkan beberapa contoh reaktor biogas dengan teknologi tinggi seperti ditunjukkan pada gambar-gamber berikut ini.

Gambar 10 Konstruksi reaktor biogas asal Jepang

Gambar 11. Konstruksi reaktor biogas asal Jerman

Gambar 12. Konstruksi reaktor biogas asal Kamboja

Gambar 13. Konstruksi reaktor biogas asal Malaysia

Gambar 14. Konstruksi reaktor biogas asal Swedia

          Dari penjelasan di atas konstruksi reaktor biogas untuk skala kecil dapat dibuat dari bahan yang sangat ringan seperti plastik, fibreglass dan bilik bambu. Keuntungan dari reaktor biogas yang terbuat dari bahan-bahan yang ringan tersebut jika dibandingkan dengan reaktor yang terbuat dari konstruksi batu dan beton (fixed dome) antara lain adalah :
·      Dapat dipindah-pindah.
·      Biaya pembuatannya relatif lebih murah.
Sedangkan kelemahannya antara lain adalah :
·       Memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang lebih intensif.
·  Mudah mengalami kerusakan, misalnya reaktor biogas yang terbuat dari plastik harus benar-benar terlindung dari hewan seperti ayam dan tikus, karena kedua hewan ini sering menyebabkan kebocoran pada plastik akibat cakar (ayam) dan gigitan (tikus).
·  Biogas yang dihasilkan biasanya ditampung dalam kantung plastik, dan ada yang meletakkan kantung tersebut di atas langit-langit (plafon) rumah sehingga ada kemungkinan meledak dan terbakar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar