• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Sabtu, 09 Agustus 2014

Merakit Inverter 12 V Untuk Suplai Solder Listrik

          Sobat blogger, kita merasa jengkel pada saat menyolder pekerjaan listrik atau elektronika tiba-tiba jaringan listrik PLN padam, yang mengakibatkan pekerjaan kita jadi terbengkalai dan tertunda. Jika yang kita lakukan itu adalah pekerjaan hobi mungkin masih bisa ditunda dan gak masalah, tapi bagaimana kalau itu pekerjaan profesional (seperti usaha bengkel, jasa servis dsb) bisa-bisa konsumen pelanggan kita bisa pindah ke bengkel atau jasa servis lain, oleh karena tidak sabar menunggu. Nah sobat blogger kali ini penulis akan menyajikan artikel tentang pembuatan inverter baterai 12 volt untuk keperluan suplai daya listrik AC peralatan solder listrik, agar pekerjaan penyolderan tidak terganggu saat sumber listrik PLN mengalami gangguan atau pemadaman.

          Berikut ini (gambar 1) adalah rangkaian inverter 12 V sederhana untuk mensuplai daya listrik AC solder kecil (25 W, 35 W dan 40 W). Dalam rangkaian tersebut digunakan 8 (delapan) buah transistor dan beberapa resistor maupun kapasitor. Prinsip kerja dari rangkaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :


Gambar 1. Skema rangkaian inverter 12 V untuk solder listrik

          Transistor T1 dan T2 (masing-masing BC547) membentuk multivibrator astabil yang menghasilkan sinyal tegangan dengan frekuensi 50 Hz. Output pelengkap dari kolektor transistor T1 dan T2 yang diumpankan ke PNP tahap driver Darlington dibentuk oleh transistor pasangan T3-T5 dan T4-T6 (menggunakan BC558 dan BD140). Output dari driver diumpankan ke transistor T7 dan T8 (masing-masing 2N3055) yang terhubung untuk push-pull operasi. Jangan lupa gunakan aluminium peredam panas (Heat Zink) untuk transistor T5, T6, T7 dan T8.

          Sebuah transformator (X1) dengan kumparan primer 220 - 230V AC dan kumparan sekunder CT 12V – 0 – 12V, kapasitas 4,5 – 5  A dapat digunakan. Terminal center tap (CT) kumparan sekunder trafo terhubung ke baterai (12V, 5 – 7Ah), sementara dua terminal lain dari kumparan sekunder trafo (12V) terhubung ke masing-masing kolektor  transistor daya T7 dan T8.
          Ketika daya rangkaian dialirkan dengan menutup saklar S1, maka trafo X1 akan menghasilkan tegangan 220 - 230V AC pada terminal kumparan primer. Selanjutnya tegangan tersebut dapat digunakan untuk memanaskan solder listrik yang sobat gunakan. Rakitlah rangkaian ini pada PCB dan letakan dalam kotak panel yang sesuai, selanjutnya pasang baterai dan transformator serta hubungkan keduanya dengan kabel yang ukurannya sesuai agar tidak mudah timbul panas dan terbakar. Pada sisi depan kotak panel, pasang saklar S1 untuk power dan 2 buah soket kontak atau terminal untuk mencolokan steker solder listrik seperti terlihat pada gambar 2 dibawah ini.



Gambar 2. Tampak depan kotak panel

          Perlu sobat blogger perhatikan bahwa nilai kapasitas baterai, transistor T7 dan T8, serta transformator dapat bervariasi tergantung dari kapasitas daya beban (solder) yang terpasang. Untuk itu berikut ini disajikan tabel rating maksimum dari transistor 2N3055. Selamat mencoba semoga berhasil dan bermanfaat bagi sobat blogger sekalian, khususnya bagi sobat blogger yang membuka usaha bengkel listrik/elektronika yang tidak terlepas dari pekerjaan penyolderan.

Tabel Rating Maksimum Transistor 2N3055

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar