• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Rabu, 17 Desember 2014

Pengaturan Kecepatan Putar Motor Induksi 3 Fasa

       Kadang-kadang untuk menjalankan peralatan listrik dibutuhkan dua kecepatan yang berbeda. Ini biasanya diperlukan pada aplikasi tertentu di industri, seperti kecepatan motor pengaduk, ventilasi pompa, proses kontrol terpadu. Khususnya pada pengontrolan terpadu, dimana komponen yang digunakan pada pengontrolan terpadu digabungkan, komponen yang digunakan tersebut digabung dengan komponen yang digunakan secara cepat dan lambat dengan sangat akurat. Untuk merealisasikan ini, dipergunakan motor dua kecepatan.
          Mengatur kecepatan putar motor induksi berbasis pada rumus :  n = 60.f / p, dimana n = kecepatan putar motor (rpm), f = frekuensi sumber listrik (50 Hz) dan p = jumlah pasang kutub. Dengan demikian untuk mengatur kecepatan putar motor induksi dapat dilakukan dengan mengatur jumlah kutub atau besaran frekuensi sumber listrik, motor yang dapat diatur jumlah kutubnya salah satunya adalah motor dahlander. Secara kelistrikan kumparan motor dibagi dua. Rangkaian kontrol menghubungkan kumparan motor pada konvigurasi yang berbeda yang menyebabkan perubahan kecepatan dari suatu kecepatan tertentu ke yang lainnya. Masing-masing kumparan dapat menyalurkan daya motor pada kecepatan tertentu. Pengoperasian dan pengendalian kecepatan putar motor induksi 3 fasa dengan mengatur jumlah kutub-kutubnya pada motor dahlander diperlihatkan seperti pada gambar 1 dan 2 berikut ini.

Gambar 1. Diagram kontrol pengoperasian motor dahlander

Gambar 2. Diagram utama pengoperasian motor dahlander

          Melalui pengontrolan seperti pada gambar 1, motor seperti pada gambar 2 dapat diatur putarannya pada 1440 rpm atau 2800 rpm yaitu dengan menekan tombol ON1 atau ON2. Tipe lain dari motor induksi 3 fasa yang kecepatan putarnya dapat diatur adalah motor Separate Winding yang pengendalian dan pengoperasiannya sama seperti pada motor dahlander atau dengan cara lain seperti ditunjukan pada gambar 3 dan 4 berikut ini.

Gambar 3. Diagram kontrol pengoperasian motor separate winding

          Seperti yang ditunjukan pada gambar 3 di atas, dua buah kontaktor disertakan untuk kecepatan rendah dan tinggi. Kedua kontaktor tersebut secara kelistrikan tidak boleh bekerja bersamaan. Untuk memproteksinya dipisahkan oleh masing-masing proteksi beban lebih dan diamankan dengan menyilangkan kontak NC masing-masing kontaktor.

Gambar 4. Diagram utama pengoperasian motor separate winding

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar