Sudah lama rasanya penulis tidak mengisi artikel pada blog ini, oleh karena kesibukan penulis melakukan aktivitas pekerjaan. Tetapi kali ini penulis sempatkan untuk mengisinya agar ada pencerahan bagi pengunjung blog ini. Ok sobat pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang perbaikan motor penggerak peralatan listrik untuk pertukangan.
Peralatan
listrik pertukangan merupakan peralatan listrik yang digunakan untuk pekerjaan
tukang baik tukang kayu, tukang besi, tukang batu dan tukang-tukang lainnya.
Peralatan listrik pertukangan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu
peralatan listrik yang berupa mesin stasioner (dipasang permanen) seperti mesin
gergaji, mesin ketam, mesin router, mesin gerinda mesin bor dan sebagainya.
Biasanya motor penggerak dari mesin-mesin pertukangan tersebut menggunakan
motor induksi baik 1 fasa maupun 3 fasa.
Kelompok yang kedua adalah peralatan
tangan listrik portable yang mudah dibawa atau dipindah kemana-mana seperti
gergaji tangan circle (hand circular saw), gergaji tangan pita (hand jig saw),
ketam tangan listrik (electric hand planer), bor tangan listrik (electric hand
drill), gerinda tangan listrik (electric hand grinder), router tangan listrik
(electric hand router) dan sebagainya, seperti yang ditunjukkan pada
gambar-gambar dibawah ini.
Gambar 1. Gergaji tangan circle (Hand circular saw)
Gambar 2. Gergaji tangan pita (Hand jig saw)
Gambar 3. Ketam tangan listrik (Electric hand planer)
Gambar 4. Bor tangan listrik (Electric hand drill)
Gambar 5. Gerinda tangan listrik (Electric hand grinder)
Gambar 6. Router tangan listrik (Electric hand router)
Biasanya motor
penggerak dari peralatan tangan listrik tersebut di atas menggunakan motor
universal, yang merupakan motor DC serie yang diberi sumber listrik AC.
Konstruksi dan bagian-bagian (komponen) dari motor universal yang digunakan
pada peralatan tangan listrik tersebut seperti ditunjukkan pada gambar berikut
ini.
Gambar 7. Konstruksi dan bagian-bagian motor universal
Kerusakan yang
sering terjadi pada motor penggerak peralatan tangan listrik tersebut diatas
biasanya terjadi pada :
1. Kabel powernya,
kerusakan pada komponen ini karena seringnya terjadi tarikan dan pemakaian
sehingga kabelnya putus atau terlepas dari saklarnya. Kerusakan ini bisa ditasi
dengan melakukan pengetesan hubungan kabel menggunakan multitester pada skala
Ohm x1 atau x10. Jika jarum tidak bergerak atau tidak menunjuk angka tertentu
berarti kabel putus atau ujung kabel terlepas dari saklarnya dan dapat
diperbaiki dengan menyambungkannya kemabli. Tetapi jika putusnya kabel tidak
diketahui posisinya, sebaiknya kabel power diganti dengan yang baru.
Gambar 8. Kabel power
2. Saklar On/Offnya, kerusakan pada
komponen ini karena seringnya frekuensi pemakaian sehingga plat kontaknya aus
atau per atau pegas spiralnya kendor. Untuk memperbaiki kerusakan pada komponen
ini memang agak susah, karena biasanya saklar on/off ini telah dicor dengan
material plastik sehingga tidak bisa dibuka. Maka salah satu cara mengatasinya
adalah menggantinya dengan yang baru. Saklar on/off ini juga telah beredar di pasaran dengan
berbagai macam bentuk, tinggal kita sesuaikan saja dengan bentuk saklar on/off
yang kita ganti. Salah satu contoh saklar on/off seperti yang terlihat pada
gambar berikut ini.
Gambar 9. Saklar on/off
3. Sikat arangnya, komponen ini sering aus
atau habis akibat gesekan dengan lamel-lamel komutator. Jika hal ini terjadi
maka tinggal menggantinya dengan yang baru. Sikat arang ini banyak tersedia di
pasaran baik yang hanya sikat arangnya saja maupun yang lengkap dengan pelat
pemegangnya, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.
Gambar 10. Sikat arang
Gambar 11. Sikat arang lengkap dengan pelat pemegangnya
4. Gulungan atau kumparan magnet pada inti
stator, kerusakan pada kumparan ini akibat pemakaian yang terlalu lama secara
terus menerus sehingga kawat gulungan menjadi terlalu panas dan terbakar. Untuk
memperbaikinya ya harus digulung ulang dengan jenis kawat email, ukuran
diameter kawat email dan jumlah lilitan yang sama dengan aslinya. Bila perlu
diukur lebih dulu nilai tahanan dan beratnya sebelum dibongkar, supaya
dihasilkan kumparan yang sesuai dengan aslinya.
Gambar 12. Kumparan magnet pada inti stator
Skema
penyambungan kumparan magnet pada inti stator dengan angker (armature rotor)
ditunjukkan seperti pada gambar berikut ini.
Gambar 13. Skema kelistrikan motor universal
5. Gulungan atau kumparan angker pada armature
rotor, sama seperti pada kumparan magnet inti stator, kerusakan pada kumparan
ini juga terjadi akibat pemakaian yang terlalu lama secara terus menerus
sehingga kawat gulungan menjadi terlalu panas dan terbakar. Untuk
memperbaikinya ya harus digulung ulang dengan jenis kawat email, ukuran
diameter kawat email dan jumlah lilitan yang sama dengan aslinya. Bila perlu
diukur lebih dulu nilai tahanan dan beratnya sebelum dibongkar, supaya
dihasilkan kumparan yang sesuai dengan aslinya. Jika sobat blogger malas untuk
menggulungnya bisa langsung diganti dengan yang baru, karena angker atau
armatur rotor ini banyak dijual di pasaran dengan berbagai macam merk, bentuk
dan ukuran, tinggal kita sesuaikan saja dengan bentuk dan ukuran angker yang
kita ganti supaya bisa pas (tepat) masuk ke dalam inti statornya. Saalah satu
contohnya seperti terlihat pada gambar berikut ini
Gambar 14. Kumparan angker (Armature rotor)
Tetapi jika di
pasaran tidak ditemukan bentuk dan ukuran yang sesuai dengan angker (armature
rotor) yang sesuai atau cocok dengan angker (armature rotor) yang kita ganti,
mau tidak mau ya harus digulung ulang. Cara dan langkah menggulung ulang
kumparan angker (armature rotor) tidak
bisa penulis uraikan di sini karena saking banyaknya materi dan penjelasannya,
tetapi bagi sobat blogger yang ingin mempelajari cara menggulung ulang angker
(armature rotor) motor penggerak sekaligus cara mengoperasikan peralatan
listrik pertukangan tersebut di atas bisa anda baca dan pelajari di buku “Pengoperasian dan Perbaikan Peralatan
Listrik Pertukangan” yang tidak lama lagi segera diterbitkan. Karena salah
satu cara agar peralatan listrik pertukangan awet dan tahan lama disamping
melakukan perawatan rutin juga cara mengoperasikannya dengan benar sesuai
prosedur yang telah ditentukan.













