• Home
  • About Me
  • Katalog Buku
  • Video
  • Daftar Isi Buku

Selasa, 11 April 2017

Pembuatan Cetakan Kubah Reaktor Biogas

          Kubah reaktor dikerjakan setelah tangki pencerna reaktor selesai dibangun. Sebelum membangun kubah reaktor perlu harus dibuat cetakan terlebih dahulu. Cetakan kubah reaktor dapat terbuat dari tanah ataupun cetakan khusus yang dibuat untuk tujuan itu. Sebagai contoh adalah cetakan yang terbuat dari bahan logam, akan tetapi cetakan ini harganya relatif cukup mahal, sebagaimana terlihat pada gambar-gambar berikut ini.

Gambar 1. Potongan cetakan kubah dari plat besi

Gambar 2. Cetakan kubah dari plat besi yang telah disusun


          Seperti telah disebutkan di atas bahwa cetakan kubah reaktor dapat terbuat dari tanah, yaitu tanah sisa galian yang diisikan ke dalam tangki pencerna reaktor. Untuk membuat bentuk kubah agar lebih simetris dan sesuai dengan ketentuan atau gambar, maka sebaiknya digunakan cetakan yang terbuat dari besi yang dibuat khusus untuk membuat kubah reaktor tersebut. Walaupun demikian cetakan kubah reaktor dapat juga terbuat dari kayu (akan dijelaskan kemudian). Setelah selesai atau sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan, maka cetakan tanah dilapisi dengan pasir basah setebal 1 cm.

          Langkah-langkah pembuatan cetakan kubah reaktor biogas adalah sebagai berikut :
1. Persiapkan terlebih dahulu mal dari besi cor yang akan digunakan untuk membuat cetakan kubah.

Gambar 3. Mal untuk membuat cetakan kubah

2. Pasang dinding sementara dari batu bata tanpa adukan antara digester dan manhole agar tanah tidak masuk ke dalam manhole, dan akan berfungsi juga untuk menahan bekisting balok kubah.

Gambar 4. Pasangan bata pada manhole

3. Masukkan tanah ke dalam digester sambil dipadatkan. Pemadatan tanah dilakukan lapis demi lapis.

Gambar 5. Memadatkan tanah lapis demi lapis

4. Pasang bekisting untuk balok kubah. Balok yang akan dicor mempunyai ukuran 20 x 25 cm.

Gambar 6. Memasang bekisting untuk balok kubah

5. Ketika tanah sudah mencapai ketinggian yang diinginkan maka permukaan tanah sudah dapat mulai dibentuk, dengan sambil tetap dipadatkan.

Gambar 7. Membentuk cetakan kubah dengan mal

6. Bagian tepi bawah juga harus dibentuk sesuai dengan bentuk mal.

Gambar 8. Membentuk tepi bawah kubah dengan mal

7. Apabila cetakan sudah sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka lapisi dengan pasir basah setebal + 1 cm. Fungsi dari pasir basah ini disamping untuk lebih menutup lubang-lubang kecil, juga bertujuan agar tanah tidak melekat pada bagian dalam kubah.

Gambar 9. Melapisi kubah dengan pasir basah

8. Lakukan pelapisan hingga seluruh cetakan tertutup dengan pasir dan siap untuk digunakan, dengan menyemen atau mengecornya.

Gambar 10 Cetakan kubah yang telah selesai dilapisi pasir basah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar