• Home
  • About Me
  • Katalog
  • Video
  • Daftar Isi

Kamis, 14 Mei 2015

Sensor Gas LPG TGS 2610

          Sensor gas LPG TGS 2610 adalah sebuah sensor gas yang dapat mendeteksi adanya konsentrasi gas LPG disekitar sensor tersebut. Sensor gas LPG TGS 2610 akan memberikan perubahan resistansi pada saat mendeteksi adanya gas LPG disekitar sensor, dimana semakin kuat konsenstrasi gas LPG yang terdeteksi maka semakin rendah resistansi output sensor gas LPG TGS 2610 dan sebaliknya resistansi membesar apabila tidak mendeteksi adanya gas LPG disekitar sensor. Sensor gas LPG TGS 2610 adalah suatu jenis semikonduktor oksida logam film tebal yang dapat mendeteksi adanya kebocoran gas LPG, beroperasi dengan konsumsi arus yang rendah dan memiliki daya tahan yang lama dalam penggunaannya. Sensitifitas dari sensor gas LPG TGS 2610 sangat bagus sehingga sesuai untuk keperluan pendeteksian kebocoran gas LPG.

Gambar 1. Bentuk fisik sensor TGS 2610

          Elemen yang digunakan untuk pembuatan sensor gas LPG TGS 2610 adalah semikonduktor dari bahan dioksida timah (SnO2) yang mempunyai resistansi tinggi pada udara bersih. Jika terdapat gas yang terdeteksi, maka resistansi dari sensor gas TGS 2610 akan menurun tergantung pada konsentrasi gas LPG di udara sekitar sensor TGS 2610 diletakan. Sensor gas LPG TGS 2610 membutuhkan heater dan sumber tegangan DC +5 Volt dalam operasinya. Perubahan resistansi pada sensor gas LPG TGS 2610 dapat diubah mejadi perubahan tegangan menggunakan rangkaian sederhana seperti gambar berikut.

Gambar 2. Rangkaian dasar kelistrikan sensor TGS 2610

          Rangkaian diatas adalah rangkaian dasar pengoperasian sensor gas LPG TGS 2610. Heater dan elemen sensor gas LPG TGS 2610 diberikan sumber tegangan DC +5 Volt dan ditambahkan resistor (R) sebagai kontrol level tegangan output sensor gas LPG TGS 2610. Dengan rangkaian dasar yang sederhana seperti ditunjukan pada gambar diatas maka perubahan resistansi yang dihasilkan oleh sensor gas LPG TGS 2610 pada proses deteksi kandungan gas LPG akan berubah menjadi perubahan tegangan yang levelnya tergantung dari konsentrasi kandungan gas LPG yang diterima sensor gas LPG TGS 2610. Dimana semakin kuat konsentrasi gas LPG yang dideteksi oleh sensor gas LPG TGS 2610 maka tegangan output sensor semakin tinggi dan sebaliknya pada udara yang bersih dari konsentrasi gas LPG maka tegangan output sensor gas LPG TGS 2610 semakin rendah.
          Sensor gas LPG figaro TGS 2610 merupakan komponen elektronika yang mampu mendeteksi keberadaan gas LPG (Propane dan Butane) disekitar peletakan sensor tersebut. Gas LPG sering digunakan untuk kebutuhan memasak baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan menggunakan sensor gas figaro TGS 2610 ini kita dapat membuat rangkaian sederhana yang dapat mendeteksi kebocoran gas LPG dalam ruang masak (dapur) tersebut lebih cepat. Sensor gas figaro TGS 2610 ini dapat aplikasikan pada rangkaian detektor kebocoran gas LPG dan dibuat secara sederhana baik dengan mikrokontroler ataupun rangkaian analog. Sensor gas LP figaro TGS 2610 membutuhkan heater dalam beroperasi, heater sensor gas LPG figaro TGS 2610 ini membutuhkan tegangan sumber +5 Volt DC. Begitu juga sensor gas LPG figaro TGS 2610 ini membutuhkan sumber tegangan DC dalam memberikan output berupa tegangan output dari hasil pendeteksian gas LPG disekitar sensor dari perubahan resistansi internal sensor gas TGS 2610 tersebut. Rangkaian dasar aplikasi sensor gas figaro TGS 2610 ini dapat dilihat pada gambar rangkaian berikut.

Gambar 3. Rangkaian dasar aplikasi sensor TGS 2610

Daftar Komponen : RL = 1,2 kΩ – 2,4 kΩ                       
                              RA = 7,5kΩ
                                     RB = 1kΩ                                          
                                     RC = 4,42kΩ
                                     Voltage Regulator IC 78M05           
                                     Comparator IC LM741

          Rangkaian diatas merupakan rangkaian dasar aplikasi sensor figaro TGS 2610 agar dapat digunakan sebagai detektor kebocoran gas LPG menggunakan mikrokontroller ataupun menggunakan rangkaian analog. Rangkaian diatas menggunakan sumber tegangan + 5 volt DC. Output dari rangkaian sensor figaro TGS2610 diatas berupa perubahan tegangan DC dalam bentuk logika HIGH dan LOW yang akan berubah sesuai hasil pendeteksian konsentrasi gas LPG disekitar sensor gas LGP tersebut. Dimana pada saat mendeteksi keberadaan gas LPG disekitar sensor maka rangkaian detektor gas LPG diatas akan memberikan output logika LOW dan pada saat tidak terdeteksi gas LPG maka sensor TGS2610 tersebut memberikan tegangan output logika HIGH. Output dari rangkaian dasar sensor gas LPG figaro TGS2610 tersebut berupa logika HIGH dan LOW yang dapat diterima oleh rangkaian TTL, CMOS ataupun rangkaian microcontroler karena level logika LOW dan HIG dari output rangkaian sensor tersebut pasti mendekati 0 Volt dan + 5 Volt DC sehingga tidak berada di daerah ambang logika dasar TTL, CMOS maupun mikrokontroler.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar